
"kamu bohong Dan.... kamu pasti tau dimana Alika berada" Galang mengebrak meja yang kini berada di depannya.
Dani tetap diam tak ingin lagi menjawab pertanyaan Galang.ini bukan untuk pertama kalinya Galang menanyakan keberadaan Alika... bahkan hampir setiap hari lelaki itu menelpon ataupun mendatangi restoran milik Alika.seperti hantu yang bergentayangan
Semua tutup mulut, tak mau memberi tahu keberadaan Alika dan Anaya.
Wajah yang dulu rupawan kini berubah jadi wajah yang terlihat tak terurus, rambut lembut yang tumbuh di area dagunya tak dirapikan sama sekali
Angannya untuk menikah kembali dengan cinta pertamanya kandas.
Dengan Dila dia sengaja memblokir Atm-nya dengan harapan wanita itu merasa tak berdaya tanpa uang darinya bahkan harta gono-gini dari pernikahannya dengan Dila pun ia sita dengan harapan wanita itu akan mengemis padanya
#######
"gimana kabarmu dan Anaya Wi" tanya Mala dari seberang sana
"Alhamdulillah baik... gimana sama kalian disana, apa sudah ada kabar baik" tanya Alika seraya menatap layar ponselnya yang memperlihatkan wajah Mala
"doain terus ya Wi... biar bisa gendong bayi kayak kamu....oh ya Anaya mana,aku kangen nih pengen liat wajahnya yang gembul..."
Alika pun mengarahkan kamera handphone miliknya hingga terlihat jelas wajah Anaya yang sedang tertidur pulas "Anaya sedang tidur mal... habis ***** langsung pules tidurnya "
"gimana kamu kerasan gak disana..."
"kerasan gak kerasan ya harus kerasan... senyaman nyamannya di rumah orang gak kayak di rumah sendiri "
"ya udah kamu nikmatin aja dulu...anggep aja liburan, kalau mau pulang tinggal pulang aja ya kan...."
"gimana restoran mal.... aman?"
"sejauh ini sih aman...oh ya kemarin mas Dani sudah minta orang untuk pasang kamera tersembunyi di beberapa bagian, tentunya gak ada satu orang pegawai pun yang tau..." terlihat mimik muka Mala yang serius di layar handphone Alika
"makasih ya Mal...aku terlalu banyak ngerepotin kalian "
"santai Wi....aku gak mau usaha yang kita bangun dari nol sampai ada yang ganggu"
"ok..ya udah ya, mungkin beberapa hari ini aku agak sibuk mau ada acara seratus harian kak Teguh dan juga besok Leo minta ketemuan buat bahas asuransinya kak Teguh "
"lho emang bener kak Teguh punya asuransi Wi...?" tanya Mala penasaran
"kata Leo begitu tapi besok deh aku pastiin lagi..."
"ya udah... sehat sehat ya wi, assalamualaikum "
"waalaikum salam.... kamu juga sehat sehat ya "
Mereka berdua pun akhirnya mengakhiri percakapan lewat video call tersebut lalu Alika pergi ke luar menemui mbok sum dan juga anaknya
"lagi apa mbok...." wanita cantik itu pun duduk di samping mbok sum
__ADS_1
"ini mbak lagi bikin serundeng kelapa buat tambahan isi berkat nanti...."
"emang semuanya sudah siap mbok..." wanita itu mengedar pandangan kesekitar mengamati beberapa masakan yang sudah selesai di buat mbok sum dan anaknya
Ting
Sebuah pesan singkat masuk ke logo hijau yang berada di ponsel Alika
(bisa ketemu sekarang...ada yang harus aku sampaikan)
(tunggu besok sekalian aja) balas Alika
(gak bisa ini urgent.... kalau kamu gak tanda tangan sekarang,bisa bisa asuransinya teguh akan hangus)
(habis magrib nanti akan ada acara tahlilan seratus harian kak teguh... masa'iya aku gak ikut)
(sebelum Maghrib aku antar kamu pulang)
(oke tunggu... lima belas menit lagi aku sampai kantormu)
(oke) balas seseorang dari seberang sana
"mbok...ini saya ada keperluan mendadak, saya tinggal bisa ... nanti sebelum acara dimulai saya pastikan sudah pulang" Alika berpamitan pada mbok sum dan juga anaknya
"ya gak papa...."
" tapi mbak nanti kalau kita kewalahan apa boleh kita minta bantu seseorang"
"iya mbak masih ada kok..."
Tak menunggu lama Alika segera mengambil tas selempang lalu pergi menemui seseorang yang menghubunginya tadi, sedangkan Anaya dia titipkan pada orang rumah
Sesuai ucapannya tak sampai lima belas menit Alika sudah sampai di tempat yang ditujunya. Wanita itu mengendarai sepeda motor matic yang baru saja dibelinya saat pindah ke sini
"hai...." sapanya saat melihat seseorang yang ingin ditemuinya
"hai... masuk yuk" lelaki itu adalah leo, seorang pegawai di perusahaan asuransi juga sekaligus teman dari Alika dan Teguh
Alika mengikuti langkah leo yang memasuki area perkantoran tersebut, tak lama ia pun masuk ke ruang kerja Leo
Di ruangan itu tak hanya terdapat leo tapi juga lima orang pegawai lainnya, terdapat dua lelaki dan tiga wanita disana... jadi total dengan leo jadi enam orang
"duduk Al...." ucap leo seraya menarik satu kursi untuk Alika
"makasih...." leo pun duduk didepan Alika terpisahkan oleh meja kerja milik Leo
"langsung saja ya Al... sebenarnya teguh tu udah bikin asuransi sebelum dia nikah sama kamu, dan setelah dia nikah sama kamu dia klaim nama kamu sebagai penerima polis asuransinya" Alika hanya diam menyimak setiap kata yang diucapkan oleh Leo, karena wanita itu benar tidak tau soal asuransi milik suaminya itu
"aku gak tau kalau dia sudah meninggal sampai kita bertemu hari itu.... maaf ya Al " ucapnya lagi
__ADS_1
"aku aja gak tau kalau kak Teguh punya polis asuransi, aku pasrahin semuanya ke kamu Leo...."
"oke....ini kamu tanda tanganin, selebihnya nanti aku yang urus"
######
"assalamualaikum..... assalamualaikum....." ucap Dila saat memasuki rumah yang kemarin sempat di tunjuk Dahlia sebagai rumah pemesan kue dagangannya
"waalaikum salam....eh mbk masuk " ucap Dahlia dengan menggendong bayi di tangan kirinya
Dila pun mengekor mengikuti langkah Dahlia hingga berhenti di ruang tengah
Tampak olehnya banyak kotak nasi yang masih berserakan belum terisi nasi dan pelengkapnya
"maaf mbak kalau mbaknya bisa tolong bantu kami menata nasi kotak ini ya mbak....kami kekurangan orang, takutnya nanti Maghrib belum selesai nata" ucap Dahlia
"oh ya boleh....sini biar saya bantu " Dila pun segera ikut membantu memasukkan lauk dan tatanan nasi kedalam kotak nasi berwarna cokelat itu
"kenalin mbak saya mbok sum.... ibunya Dahlia " wanita setengah baya yang sedari tadi sibuk membungkus nasi menggunakan kertas nasi itupun memperkenalkan dirinya pada Dila
"saya Dila...mbok, yang jualan kue"
"bikin sendiri atau ambil di tempat orang mbak?" tanya wanita itu ramah
"bikin sendiri...."
"enak lho mbak, kemarin saya dibelikan Dahlia.... saya makan berdua dengan majikan saya, majikan saya sampai bilang kurang... hehehehe" ucap mbok sum sambil terkekeh
"Alhamdulillah mbok kalau suka....itu anaknya ya mbak Dahlia?" tanyanya pada Dahlia yang sedang menimang nimang Anaya
"bukan mbk... saya belum di kasih kepercayaan untuk mengendong anak sendiri...ini anaknya majikan simbok"
"o...."
Oek...oek..oek...
"cup sayang...cup..cup...cup" Dahlia mencoba menenangkan Anaya yang mulai terlihat lapar karena sudah lama ia tak menyusu
"kenapa Dahlia.... coba kamu beri susu formula dulu saja.... mungkin sebentar lagi mamanya pulang " perintah mbok sum
Sudah hampir dua jam Alika meninggalkan rumah untuk mengurusi urusan asuransi dengan leo.
Dahlia pun membawa Anaya ke dapur untuk di buatkan susu formula sembari menunggu kedatangan Alika, mamanya
"memangnya mamanya kemana mbok..." tanya Dila basa basi
"oh... itu mbak Alika nya sedang ada keperluan mendadak tadi jadi Anaya ditinggal di rumah"
Deg...
__ADS_1
"Alika...."