Wanita Kedua

Wanita Kedua
uang


__ADS_3

Dila menghembuskan nafasnya dalam lalu setelahnya ia pun berucap "kita sudah pergi sejauh ini buk....tapi aku masih bertemu dengan masa laluku....." ucapnya lesu


"siapa Dil...." tanya bu Rini penasaran


"mbak Alika.... ternyata dia yang kemarin memesan kue sama aku buk....kami " terangnya kini pada ibunya


"Alika.... mantan istrinya Galang!!!"


Dila mengangguk lemah


"memangnya kamu gak tau pas kemarin dia pesen kue sama kamu?"


"gak buk.... yang pesen bukan dia tapi anak pembantunya...." Dila menyandarkan punggungnya di kursi kayu yang berada di dekat meja makan


"pembantu!!!.... dia punya pembantu.... berarti hidupnya makmur dong Dil sampai bisa bayar pembantu"


"bu... sejak dulu mbak Alika hidupnya berkecukupan, dia punya restoran sebagai sumber penghasilannya...."


"lalu kemarin kenapa kamu pulang pulang dari sana kok nangis.... apa dia berbuat kasar sama kamu nak"


"tidak buk... justru mbak Alika bersikap sangat baik sama aku...aku iri buk sama dia, kita sama sama jandanya mas Galang tapi dia mendapatkan harta yang lumayan besar dulu saat bercerai dengan mas Galang tapi aku apa.... semua di rampas sama mas Galang.... gak adil buk...ini gak adil..."


"ya Allah Dila.... istighfar nak.... istighfar" wanita paruh baya itu segera merangkul tubuh putrinya yang masih duduk di kursi kayu itu "kamu jangan seperti ini setiap orang itu punya rezekinya masing-masing...."


Bu Rini terus menasehati putrinya agar tidak merasa iri dengan apa yang dimiliki oleh Alika.


Yakinlah Allah tidak akan menguji hambanya di luar batas kemampuannya, jika Allah sedang menguji mu saat ini berarti dia sedang menaikkan derajat mu...


Lama bu Rini dan Dila di dalam rumah sampai panggilan dari pak adji membuat mereka berdua segera berlalu menemuinya


Diusapnya pipinya yang sudah basah terkena air mata itu untuk menyusul ibunya ke luar


"ada apa pak...." tanya Dila


"kalian habis ngapain, lama sekali...."

__ADS_1


"gak ngapa-ngapain kok pak...." jawab Dila seraya menoleh ke ibunya


"Dil... kamu susul anak anakmu ke toko di ujung jalan sana, mereka berdua di ajak pak Arman untuk beli es krim...." perintah pak adji


"kok aku sih pak....ibuk aja ya.... gak enak dilihat orang, dia duda aku janda trus jalan bareng nanti apa kata orang..." tolak Dila


Pak adji berpikir sejenak lalu menyetujui ucapan Dila, bu Rini pun segera menyusul kedua cucunya setelah diberi selembar uang berwarna merah oleh Dila


"makan Dil.... semalam bapak lihat kamu belum makan langsung ke kamar "


"iya pak..." ucapnya setelah bu Rini pergi maka Dila dan pak adji pun segera berlalu ke meja makan, bu Rini sudah memasak menu sayur lodeh terong dan telur dadar juga tempe sebagai lauknya


Segera Dila menyendok nasi satu centong juga sayur lodeh ia guyurkan beberapa sendok ke atas nasinya tak lupa lauk sebagai pelengkap makannya


"bapak gak makan?" tanya Dila saat melihat bapaknya hanya melihatnya makan sendiri


"bapak sudah sarapan tadi...." jawabnya,pak adji melihat Dila makan seperti orang yang tak berselera lalu dengan hati hati dia pun akhirnya berani melontar tanya


"itu nasi dimakan dengan benar .... gak baik seperti itu sama makanan" tegur pak adji,


Dila yang mendengar teguran dari bapaknya pun segera makan dengan benar karena tak ingin bapaknya itu marah karena perilakunya


Dila yang baru saja selesai makan pun akhirnya bercerita kepada bapaknya tentang pertemuannya dengan alika kemarin, juga tentang uang yang diberikan Alika sejumlah dua juta itu....ia ingin mengembalikannya. Dila juga menceritakan tentang kegelisahan hatinya semalam yang merasa iri dengan keadaan Alika yang berbanding terbalik dengannya


Pak adji mengurut dadanya mendengar perkataan anaknya tentang perasaan iri-nya pada mantan madunya itu


"ya Allah nak... jangan seperti itu gak baik, manusiawi jika kamu merasa iri tapi jangan sampai dibawa ke hati.... rejeki setiap orang itu sudah ada takarannya masing-masing...."


"aku ingin mengembalikan uang yang diberikan mbak Alika kemarin pak, aku masih bisa cari uang sendiri pak...aku gak mau dikasihani olehnya pak "


"terserah kamu...."


Dila lantas membersihkan tubuhnya di kamar mandi setelahnya ia pun segera berdandan ala kadarnya untuk segera ke rumah Alika....ia tidak ingin bertemu dengan alika makanya dia akan datang ke sana saat Alika tidak berada di rumah,


dengan menyewa seorang ojek akhirnya Dila pergi ke rumah Alika.... tak berapa lama ia pun sampai di sana

__ADS_1


Tampak rumah yang tak begitu luas itu sepi.... tapi pintu ruang tamu terbuka, juga tak nampak olehnya sepeda miliknya


Ia berjalan perlahan menuju pintu yang terbuka itu lalu berucap salam


"assalamualaikum.... assalamualaikum...."


"waalaikum salam..... lho mbak Dila " ucap mbok sum kaget saat melihat Dila berada di depan pintu


Dila segera meraih tangan kanannya mbok sum untuk diciumnya secara takzim


"mbak Alika nya sedang pergi e mbak.... mbak Dila mau menunggu?" tanya mbok sum


"gak usah mbok... saya mau ambil sepeda saya juga mau ngembaliin ini" ucapnya lalu memberikan rantang yang ia bawa di tangan kirinya tadi "maaf ya mbok... berangkatnya berat tapi ngembaliin nya ringan" candanya


"issh.... ngomong apa sih mbak,kan cuma lauk aja gak papa gak usah sungkan, ayo masuk dulu...."


Dila menurut ia mengikuti arah tangan mbok sum untuk menyuruhnya duduk


Setelahnya mbok sum pun masuk ke dalam sebentar dan kembali membawa segelas minuman berwarna jeruk untuk diberikan kepada Dila


"makasih mbok ngerepotin...." ucapnya setelah menerima gelas tersebut


"bukannya tadi mbak Alika minta mbak Dila kesini sore hari ya.... kenapa kesini sekarang"


"gak kenapa napa..... saya cuma mau ambil sepeda saya mbok, apa boleh saya ambil"


"oh tentu boleh.... sebentar ya" ucap mbok sum tapi dia tak beranjak dari duduknya justru ia membuka satu persatu susunan rantang yang tadi di bawa Dila


Dila merasa heran kenapa mbok sum harus membongkar susunan rantang itu karena di susunan rantang paling bawah ia meletakkan kembali uang yang kemarin di berikan oleh Alika


"nah bener kan...." ucap mbok sum seraya memegang amplop putih yang disimpan Dila di sana


Mbok sum teringat akan ucapan Alika tadi pagi "mbok kalau firasat ku benar mungkin mbak Dila akan kesini saat aku pergi, tadi aku sudah mengabarinya aku akan pergi pagi ini dan baru di rumah sore hari....mbok nanti kalau mbak Dila kesini tolong periksa apa yang dibawa oleh mbak Dila.... takutnya uang yang kemarin saya taruh di rantang dikembalikan lagi sama mbak Dila.... tolong berikan padanya jika memang begitu... jelaskan padanya kalau aku gak ada maksud apa-apa...itu tulus aku pengen bantu dia, tolong ya mbok usahakan dia mau nerima uang itu" ucap Alika pagi itu pada mbok sum


💞💞💞💞💞💞💞

__ADS_1


Happy reading guys


Jangan lupa mampir dong ke novel ku yang baru "penantian Larasati" masih sepi nih, bantuin ramein dong


__ADS_2