
"Wi... anak kita nanti cowok apa cewek ya...." ucap teguh, tangannya tak henti hentinya mengelus perut Alika yang masih terlihat datar itu,
"kakak maunya anak kita cewek apa cowok?" Alika pun membalik tanya kepada teguh. kini dimainkan olehnya rambut hitam teguh yang berada didepan matanya
cup... cup... cup
dikecupnya perut istrinya itu beberapa kali lalu kembali diusapnya lembut kulit perut istrinya itu
"kak... geli... " Alika menggeliat menerima perlakuan teguh, bahkan kini tubuhnya kembali menegang... ya tubuh mulus itu masih sama-sama polos seperti bayi yang baru lahir. keduanya baru usai menuntaskan pergumulan panas mereka bahkan nafas Alika pun masih belum sepenuhnya teratur.
diciumnya terus perut istrinya itu dengan penuh cinta lalu beranjak naik ke pemuas dahaga calon anak mereka, kembali disesapnya pucuk hitam itu hingga membuat alika menggelinjang. tangan teguh tak tinggal diam, diremasnya gundukan itu agar lebih memudahkan dia menyesap pucuk dahaganya. di raba olehnya kini leher jenjang istrinya itu lalu semakin naik dan kini jemari itu sudah berada di depan bibir istrinya itu. perlahan dimasukkan olehnya ibu jarinya ke dalam mulut Alika agar bisa disesap oleh istrinya itu dan alika pun melakukan apa yang diinginkan oleh teguh. semakin lama sesapan itu makin tak beraturan, terdengar ******* nafas terengah-engah dari bibir Alika yang masih menyesap jemari itu. lalu dilepaskannya oleh teguh jemarinya dari bibir Alika. disapunya kini bibir istrinya dengan bibirnya lalu ditautkan lagi bibir keduanya sekilas
"aku lapar ingin makan kamu lagi" ucap teguh dengan nafas yang sudah memburu.
tak menunggu lama kini benda tak bertulang itu sudah memasuki terowongan milik istrinya itu
*
*
*
*
pagi sekali kedua sejoli itu melakukan aktivitas yang dulu biasanya dilakukan sehari-hari yaitu jalan jalan pagi, sudah hampir dua Minggu teguh dan Alika tidak melakukan aktivitas itu
"sudah lama ya saya tidak melihat pak teguh jalan jalan pagi disini" tegur salah satu tetangga Alika yang juga melakukan aktivitas serupa
"ya bu... beberapa hari ini saya kalau pagi selalu mual jadi agak malas buat keluar" jawab teguh kepada tetangganya itu
"lho mual... memangnya pak teguh sakit apa?" tanya lagi wanita itu
"morning sicknes bu...." jawab lagi teguh dengan senyum manis membingkai wajahnya
"oh... mbak Alika hamil ya, selamat ya pak teguh... perasaan kalian pasangan baru ya tapi kok sudah hamil!!"
"ya perasaan baru sebulanan deh kalian berdua menikah kok sudah bunting aja" timpal ibu ibu yang lain
__ADS_1
"ya memang baru sebulan usia kehamilan istri saya" jawab lagi teguh, kini ia menoleh kearah istrinya itu. Alika tampak menunduk mendengar ucapan ibu ibu tadi. teguh yang melihat perilaku istrinya lalu meraih jemari istrinya dan kembali berujar
"mohon jaga ucapan ya bu, kami bukan pasangan kumpul kebo. kami pun baru melakukannya saat sudah halal jika secepat ini istri saya hamil berarti itu rezeki kami"
"ya ya pak teguh jangan diambil hati, kita juga bisa menilai kok mana wanita baik baik dan mana yang bukan, ya kan jeng!!!" seru ibu ibu tadi lalu berlalu meninggalkan kedua sejoli itu
Alika dan teguh pun melanjutkan jalan jalan pagi mereka, hingga tibalah kini mereka di depan bakulan soto ayam
"Wi... sepertinya itu enak, mampir yuk" ucap teguh seraya menggandeng tangan istrinya itu
Alika menjawab pinta teguh dengan tersenyum tak lama keduanya kini sudah menikmati sedapnya soto ayam itu
"enak kak?" tanya Alika lalu memasukkan sesendok nasi yang bercampur kuah soto dan beberapa potong irisan daging ayam itu
"enak... tumben ya tubuhku hari ini tidak rewel"
"syukurlah kak, setidaknya ada nutrisi yang masuk di tubuhmu bukan hanya buah buahan asam"
selesai menghabiskan masing masing seporsi soto ayam, kini keduanya pun duduk santai di kursi panjang itu
"kak... sebelumnya aku minta maaf ada yang harus kukatakan padamu" ucap Alika dengan wajah menunduk
"ini tentang aku yang membantu Dila hari itu"
"huuuffff.... aku tahu ada yang kamu sembunyikan dariku, apa itu...." tanya teguh tegas kini kedua bola matanya menatap tajam kearah istri yang begitu dicintainya itu
" ini tentang giany kak...."
"ada apa lagi dengan gadis gila itu" sungut teguh, dia sangat benci mendengar nama gadis itu diucapkan. dan dia sungguh tidak ingin mendengar nama itu lagi
#
#
#
#
__ADS_1
pukul 3 sore, dua raga itu kini tengah menikmati waktu santainya berdua. Alika dan teguh sudah meminta Mala untuk mengkontrol resto yang dikelolanya masing masing. Alika ingin menghabiskan waktunya bersama suaminya itu
tok... tok... tok
Alika dengan segera membuka pintu rumahnya, ia sudah tahu siapa yang datang bertamu ke rumahnya sore sore begini
kreek
pintu itu terbuka dan tidak salah lagi gadis yang memimpikan bisa bersanding dengan suaminya berdiri di ambang pintu depan sebuah koper berada di tangan kirinya
"hai.... calon maduku, sepertinya kak Alika sudah sangat siap aku datang kesini" ucap giany dengan senyum yang tersungging di wajahnya
"masuklah Gi..." Alika pun memundurkan tubuhnya agar giany bisa masuk kedalam rumahnya. tak ada raut wajah cemas di wajah Alika membuat giany pun binggung
"kak, kamu sudah bilang kan ke mas teguh kalau aku akan menginap di sini selama seminggu" ucap giany setelah menarik kopernya masuk kedalam rumah Alika
"sudah, kalau begitu duduklah... aku akan memanggil suamiku" Alika pun masuk kedalam rumahnya
sepuluh menit kemudian Alika dan teguh pun keluar menemui giany yang menunggunya di ruang tamu
giany tercengang melihat apa yang dibawa oleh teguh dan Alika. mereka berdua membawa masing masing satu koper berukuran besar
"kalian berdua mau kemana?" teriak giany yang langsung berdiri
"bukankah kamu ingin menginap di rumahku, jadi menginap lah... kamu bebas tidur dikamar manapun" lugas teguh
"kamu membohongi ku kak, ini tidak benar" giany pun mulai mendekati raga Alika tapi teguh menarik raga istrinya itu hingga berada di belakang tubuhnya
"kamu mau apa? kamu ingin menginap ya menginap lah, tidak ada keharusan kami harus tidur seatap denganmu kan" tegas teguh
"mas teguh tolong jangan pergi, berikan aku waktu seminggu saja, jika seminggu aku tidak bisa meluluhkan hati mu maka aku akan mundur" giany kini mencoba meraih tangan teguh tapi ditepis oleh teguh
"maaf Gi, tidak ada waktu ataupun tempat untuk orang lain dikehidupan kami berdua, dan aku sama sekali tidak membohongi mu... kamu ingin menginap ya menginap lah, kami akan pergi bulan madu karena kami memang belum sempat bulan madu, terimakasih sudah menawarkan diri menjaga rumah kami" ucap Alika lalu beranjak meninggalkan rumah bersama teguh
ya tadi pagi memang Alika mengatakan semua rencananya kepada teguh agar setelah giany datang kerumah mereka, mereka berdua pun pergi meninggalkan rumah
Alika tak ingin mengulang kesalahan yang sama seperti dulu, bersedia memasukkan Dila dalam rumahnya dan berakhir dengan kegagalannya
__ADS_1
**********
🌼🌼🌼 happy reading guys