Wanita Kedua

Wanita Kedua
Dewi


__ADS_3

duduk bersandar di kursi kayu dengan segelas air putih....ia terus menatap sejumlah uang yang tadi diberikan oleh Alika padanya


bingung.... menerima atau menolak kah yang harus ia pilih.takut setiap keputusannya nanti akan membawa dampak untuknya di kemudian hari


Pak adji yang terbangun di tengah malam itu pun tak sengaja melihat Dila yang berada di depan meja makan dengan sejumlah uang itu didepannya


"belum tidur kamu Dil...."


"pak.... belum bisa tidur"ucapnya ragu


Pak adji berjalan melewati Dila lalu mengambil segelas air putih setelahnya ia pun ikut duduk tak jauh dari Dila


"apa aku salah pak ......"


"menurut bapak memang kamu juga punya salah... jangan selalu mengartikan buruk setiap pemberian orang nak.... bapak lihat Alika tadi sepertinya memang orang yang baik.... senyumnya itu ramah, tulus " puji pak adji lalu meminum segelas air putih yang ia bawa


"bapak benar.... mbak Alika itu selalu tersenyum ramah sama setiap orang,aku pernah tinggal seatap dengannya.... juga pernah berteman dengannya "


"lha itu kamu tau.... bapak yang baru ketemu sekali saja menurut bapak dia bukan pribadi yang tak baik apalagi kamu yang pernah tinggal seatap dengannya pasti juga harusnya bisa tau sifatnya sedikit sedikit "


Dila diam memikirkan ketersinggungan Alika tadi.... memang sejak bertemu kemarin dia selalu saja berburuk sangka kepadanya


"dia itu cantik.... cantik sekali malahan.... terus pembawaannya itu juga kalem plusnya lagi dia itu baik sekali.... mungkin itu ya yang buat Galang sampai gak bisa berhenti ngejar dia " lugas paak adji, ia tulus memuji Alika


Pak adji pun meminta Dila untuk memikirkan baik baik tentang uang yang tadi dibawa oleh Alika untuknya....ia meminta Dila menata hatinya agar tak selalu salah mengartikan pemberian orang seperti apa kata Alika tadi


######


seminggu sudah Galang berkeliaran tengah malam menyusuri jalan tak jauh dari club yang pernah dikunjunginya waktu itu....ia ingin mencari seseorang wanita yang waktu itu dilihatnya, ia lupa siapa wanita itu... apalagi jaraknya yang tak terlalu dekat dengannya membuat nya tak bisa dengan jelas mengenali wajah wanita tersebut


Perlahan ia kemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang sembari matanya awas melihat disisi jalan siapa tau dia bisa menemukannya....


banyak wanita dipinggir jalan sana memakai baju yang biasa disebut orang baju kurang bahan... dengan make up tebal juga ada yang bersolek tipis

__ADS_1


Matanya jeli terus menatap sekitar hingga akhirnya ia melihat seorang wanita yang memakai dress merah maroon selutut dengan memperlihatkan sebagian bagian atasnya yang tak tertutup sempurna


Ia segera menepikan mobilnya didepan perempuan itu


Galang memakai masker hitam juga topi hingga hanya area matanya yang nampak oleh sesiapapun yang melihatnya


Segera ia buka kaca mobil lalu beberapa wanita datang menghampirinya tapi ia tolak dengan isyarat tangan lalu setelahnya wanita yang menjadi targetnya pun melongokkan wajahnya tepat di sisi jendela kaca yang terbuka, ia menawarkan dirinya pada lelaki didalam mobil itu


Galang memperlihatkan sejumlah uang padanya sekitar tiga juta


"dipakai sendiri atau rame rame tuh dengan uang segitu...." tanya wanita itu


""sendiri.... masuklah akan ku berikan lebih jika servis mu memuaskan "ucap Galang pasti


Wanita itu segera mengambil uang dari tangan Galang lalu ia pun membuka pintu mobil itu dan mulai memasukinya


Senyum menyeringai terukir di bibirnya yang tertutup masker...ia pun segera melajukan mobilnya menuju suatu tempat.... lima belas menit kemudian mereka berdua pun sampai di sebuah rumah.... rumah yang dulu pernah dihuninya bersama Dila


Mereka berdua turun dari mobil, wanita itu pun bergelayut manja di lengan Galang.... berusaha memberikan yang terbaik yang bisa dia lakukan


"beneran kan kalau kamu sendirian...." tanya wanita itu memastikan,ia tak mau rugi jikalau nanti di dalam ternyata ada beberapa lelaki lainnya


"tidak.... hanya ada kita" Galang segera memasukkan kunci rumah itu ke lubang kunci di depannya


ceklek....


Pintu rumah itu terbuka,segera Galang mencari tombol lampu dan mulai menghidupkan lampu lampu rumah itu


"masuklah kesana.... bersihkan dirimu....aku tidak suka bekas orang...." perintahnya menunjuk pintu kamarnya dulu bersama Dila


"tenang saja...aku baru keluar.... jadi belum ada yang memakai ku...." wanita itu pun melangkah menuju kamar yang ditunjuk oleh Galang


wanita itu duduk manis di pinggir ranjang menyilangkan sebelah kakinya hingga membuat area pahanya terekspos sebagian

__ADS_1


usai mengunci pintu rumahnya Galang pun segera masuk ke kamar tempat wanita itu tadi masuk.... Galang membuka topi juga masker yang menutupi sebagian wajahnya lalu membuangnya asal hingga saat ini terlihat jelas wajah Galang


Wanita itu berlonjak kaget..."pak.... Galang" pekiknya


"kenapa Dewi.... kamu kenapa kaget seperti itu, bukankah yang harusnya kaget itu aku..." ucap Galang seraya mendekati raga Dewi yang kini pun sudah berdiri karena kaget


"maaf pak.... kenapa bapak harus menyewa saya" ucap Dewi takut,ia takut Galang akan mengadukannya kepada mala ataupun Alika bosnya di restoran


"maaf pak kita batalkan saja.... saya akan kembalikan uang pak Galang" ucapnya gugup seraya mencoba mencari tas nya tempat ia menaruh uang pemberian Galang tadi tapi ia tak menemukannya sedangkan Galang terus berjalan mendekati raga Dewi yang dilanda kebingungan itu


Segera Galang mencekal lengan Dewi lalu menjatuhkan dewi tepat di atas ranjang dengan kondisi terlentang.... Galang yang semula berniat mencari Dewi untuk dimintai keterangannya tentang keberadaan Alika pun kini fokusnya buyar saat melihat tubuh Dewi bagian atas terekspos jelas dimatanya, sebagai lelaki normal tentu dia merasakan gejolak lain di tubuhnya... bahkan benda tak bertulang miliknya pun serasa menegang


"mau kemana....?" tanya Galang menyeringai


"pak.... Galang..... tolong jangan beritahu mbak Mala juga mbak Alika...." pintanya


"oke.....tapi layani aku...."


tenggorokan Dewi rasanya tercekat saat mengetahui penyewanya malam ini adalah Galang.... lelaki yang ditolak mentah-mentah oleh Alika,bos nya


Perlahan ia merilekskan tubuhnya yang sedari tadi ketakutan lalu ia pun mengatur nafasnya perlahan hingga ia merasa rileks dan siap melakukan tugasnya


"bapak yakin....." tanya lagi Dewi memastikan lalu di balas kedipan mata oleh Galang


Galang segera membalikkan tubuhnya dari tubuh Dewi....ia membiarkan Dewi yang menguasai permainan malam ini.... bahkan matanya pun hanya mampu terpejam seraya membayangkan jika saat ini bukanlah Dewi yang bersamanya melainkan Alika


*******


Pergumulan itu pun usai dilakukan oleh keduanya,


Terlihat Dewi benar benar kelelahan karena rasanya sangat sulit membuat Galang mencapai *******....


Tentu sulit karena bagi Galang kini hanya Alika lah yang terpenting

__ADS_1


__ADS_2