Wanita Kedua

Wanita Kedua
aunty Gi


__ADS_3

Plaaakkk....


"mbaakk...." pekik mbok sum


Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Giany hingga menimbulkan rasa panas di sana . giany meringis menahan perih di pipinya,ia sedikit terhuyung saat wanita yang sedang mengendong Anaya itu menamparnya begitu saja....


Dada Alika berdenyut saat ia harus memberikan sebuah tamparan ke pipi wanita muda yang dulu pernah menjadi bagian dalam hidupnya....


Sungguh sebenarnya hatinya tak ingin tapi ia harus melakukannya


Kenapa???


harusnya tanya itu terlontar dari mulut Giany kenapa wanita yang terbiasa kalem itu kini menamparnya bukannya harusnya wanita di depannya itu memeluknya memberi kekuatan atas kejadian yang baru saja dialaminya itu


Giany memegang pipinya yang masih terasa panas itu


"apa mau mu Gi..... kamu sudah bosan hidup" teriak Alika didepan Giany membuat Anaya menangis dalam gendongannya tapi tak ia pedulikan


"jawab kenapa diam saja.... apa jadinya kamu kalau mbak datang terlambat sedetik saja.... bukan hanya tubuhmu yang akan di jamah para lelaki hidung belang itu.... mungkin juga mereka bisa saja mem-bunuh mu untuk menghilangkan jejak, apa kamu gak mikir"


Giany hanya menangis tanpa berani melihat wajah Alika yang sudah merah padam itu


"kenapa kamu harus pergi di tengah malam begini....mau jawab apa aku sama leo besok jika tau tau kamu tidak ada di sini...."


"a..aku...ta..kut... mbak....aku takut mbak akan membalas apa yang dulu pernah aku lakukan sama kamu.... maafkan aku mbak!" jawab giany dengan sesenggukan


Seluruh persendian Alika rasanya lemas mendengar jawaban Giany, bisa bisanya dia berpikiran seperti itu

__ADS_1


"astaghfirullah.... Gi.... segitunya kamu sama mbak, sedangkal itu pikiran kamu Gi...." nada suara Alika terdengar melemah diiringi air mata yang mulai menetes dari pelupuk matanya


"maafkan aku mbak....aku salah....huhuhu...." tubuh Giany melorot, kedua tangannya mencoba untuk meraih kaki Alika tapi perlahan Alika memundurkan langkahnya


Alika memberikan Anaya pada mbok sum yang sedari tadi berdiri tak jauh dari Alika dan Giany, mbok sum segera meraih Anaya dalam pelukannya.... Anaya sudah terlihat sedikit tenang


"mbak kecewa sama kamu Gi...."


suasana jadi hening.... hanya ada suara isakan tangis yang saling sahut menyahut lalu setelahnya Alika pun menyamakan tingginya dengan Giany yang tengah terduduk itu lalu mendekap erat tubuh perempuan yang pernah menjadi adik iparnya....


Mereka berdua berpelukan hingga membuat mbok sum merasa terharu bahkan sampai ikut menitikkan air matanya


"bodoh.... kamu bodoh Gi, kamu tau tadi mbak sangat takut...takut terjadi sesuatu sama kamu, kamu itu adiknya mbak.... sampai kapanpun gak akan berubah"


"pukul aku mbak.... sesukamu jika kamu memang anggap aku adikmu....biar aku bisa sadar mbak.... tadi aku takut sekali mbak...aku takut kejadian yang dulu terulang lagi....aku takut mbak" ucap Giany, tangannya memeluk tubuh Alika erat bahkan Alika bisa merasakan tubuh Giany yang bergetar saat ini


Giany mengelengkan kepalanya pada Alika menolak perintah darinya


"kenapa...." tanya Alika, matanya menyipit melihat Giany


"aku ingin tidur ditemani kamu mbak...."


"maaf Gi.... bukan mbak menolak tapi mbak juga harus mengurus anak mbak.... Anaya"


Giany melirik ke arah Anaya yang berada di gendongan mbok sum, lalu setelahnya ia pun mengalihkan pandangannya ke Alika.... Manik matanya mengiba pada Alika


"maaf mbak gak bisa....ada Anaya.... kamu sama mbok sum saja ya.... tidur di kamar mbok sum"

__ADS_1


"tapi mbak....."


"ya udah deh....tapi kita tidurnya bertiga ya...." giany tersenyum senang akhirnya Alika mau untuk tidur dengannya


Beberapa waktu setelahnya Giany pun sudah selesai membersihkan diri lalu ia membuka pintu kamar Alika


Tampak olehnya kini Alika tengah bercanda bersama Anaya.... Alika memainkan tangan Anaya dan Anaya pun tertawa melihat tingkah mamanya


Ada desir dalam hatinya saat melihat adegan ibu dan anak itu.... ingatannya kembali ke masa lalu andai papanya tak memutuskan untuk mengugurkan kandungannya waktu itu pasti anaknya usianya tak akan berbeda jauh dengan Anaya saat ini


Perlahan ia menghapus air mata yang telah menetes di pipinya lalu perlahan berjalan mendekati raga Alika dan Anaya


"hai... aunty Gi.... mau bobok sama Anaya ya...." Alika menirukan suara anak kecil juga menggerak-gerakkan tangan Anaya seraya menyambut Giany yang kini sudah berada di samping Anaya.... Anaya kini berada di tengah Giany juga Alika


Giany menatap lekat wajah Anaya ternyata bayi perempuan Alika itu memiliki banyak kemiripan dengan teguh... sungguh beruntung Alika, begitu pikirnya Giany... meskipun teguh sudah meninggal tapi ia pun tak lupa meninggalkan kenangannya pada Alika


Malam itu tercipta kehangatan antara mereka berdua... Giany dan alika tertawa bersama bermain bersama Anaya


Mungkin inilah yang biasa di sebut di setiap masalah pasti akan ada kebahagiaan, dan kini kebahagiaan itu ialah membaiknya hubungan Alika dan Giany setelah lama hubungan itu putus.


******


Prang....prang....prang....


Suara benda benda jatuh terdengar dari dalam kamar Galang.... Galang yang kini berada di rumah yang dulu ditempatinya dengan Dila membanting benda benda yang berada di sekitarnya....ia marah dan kesal karena preman suruhannya gagal mendapatkan informasi dari Dani....


Ia sudah tidak bisa berpikir jernih lagi bagaimana caranya mengetahui keberadaan Alika.... dari siapa lagi ia harus mendapatkan informasi itu sedangkan dari Dewi pun ia tak mendapatkan informasi apa apa.... Dewi tetap kekeuh kalau dia tidak tau apapun tentang alamat Alika

__ADS_1


Galang mengepalkan tangannya lalu dengan keras ia meninjukan tangannya ke dinding sampai terlihat berdarah....


__ADS_2