Wanita Kedua

Wanita Kedua
bully


__ADS_3

"apa mau mu pak Galang.... kenapa anda lakukan ini padaku pak" terlihat sorot mata kemarahan di mata Dewi


Galang tak gentar,ia tersenyum puas melihat amarah Dewi. Segera Galang duduk di kursi lalu menyilangkan kakinya


"turuti kemauan ku Dewi....maka video mu aman di tangan ku" ucapnya menyeringai


"apa mau mu pak...."


"bantu aku untuk bertemu Alika...."


"kamu mencintainya pak Galang...."


"tentu aku cinta mati padanya.... akan ku lakukan apapun agar bisa bersamanya lagi...." ucap Galang penuh penekanan


"kamu tidak mencintainya pak Galang tapi kamu seorang psikopat.... kamu sudah gila " dada Dewi rasanya bergemuruh menahan amarahnya pada lelaki di hadapannya itu


"terserah apa yang kamu katakan....aku hanya ingin Alika ku kembali bersama ku...." ucapnya acuh


"lucu sekali anda... anda bilang cinta mati pada bu Alika tapi anda tidur dengan banyak wanita..... hahaha" tawanya sumbang


"aku membayar mu hanya untuk mendapatkan video ini....tak ada cinta di sana..... juga nafsu pun tak ada


"mungkin..... anda memang melakukannya tanpa cinta tapi tetap saja anda bahkan bisa mencapai klimaksnya bukan....."


"hentikan ocehan mu Dewi.... dan lakukan perintah ku, bantu aku bertemu Alika dan video mu aman.... tapi jika kamu mengadukan ini padanya maka jangan salahkan aku jika dunia Maya akan heboh dengan wajah penuh gairah mu itu" Galang berdiri lalu mengambil beberapa lembar uang berwarna merah dan meletakkannya di atas meja, ia sama sekali tak menghiraukan Dewi yang terus mencacinya.... biarlah asal keinginannya akan segera terpenuhi bertemu dengan Alika


*****


satu persatu bahan bangunan mulai berdatangan ke rumah Dila, dari batu bata,asbes juga semen dan pasir pun mulai memenuhi pekarangan rumah Dila itu


Ia akan membuat toko sembako di depan rumahnya, tak terlalu besar hanya berukuran 4x5 meter.

__ADS_1


Dila tidak mau menyewa kios di pasar karena dia tak ingin waktunya tersita di luar rumah sedangkan dia juga ingin bisa selalu bersama kedua anaknya


Selain itu jika ia membuka toko di depan rumahnya selain dirinya juga kedua orangtuanya bisa saling membantu


pembangunan toko sembako milik Dila diserahkan kepada pak adji selaku kepala rumah tangga di sana juga Dila yang mulai disibukkan dengan membeli peralatan sekolah untuk thalia


Esok thalia sudah mulai masuk sekolah taman kanak-kanak, Dila pun tak ingin melewatkan kesempatan untuk menemani hari pertama thalia masuk sekolah


"bunda nanti lia sekolah sama lana dan lani ya...." tanya thalia antusias


"ya sayang.... besok lana dan lani sekolah sama lia, Lia yakin sudah berani sekolah?" tanya Dila, thalia yang notabene anak yang manja terkadang susah untuk berteman dengan teman sebayanya....tapi entah kenapa dengan lana dan lani dia bisa akrab hingga membuat Dila pun kaget


"berani dong bunda.... kata kalak Lia harus berani terus nanti di sekolah itu banyak temannya jadi Lia bisa main sama banyak teman " ucapnya lalu perlahan duduk di atas pangkuan ibunya


Dila menciumi rambut putrinya gemas, lalu setelahnya ia pun berucap "pintar ya kakak bisa bikin adiknya gak takut berteman lagi...."


Albi yang merasa namanya disebut pun ikut mendekat raganya Dila lalu memeluk tubuh bundanya


"kenapa kak ....ini gak demam kok,"


"bunda.... kita tinggal di sini terus ya.... kita gak pulang ke rumah yang dulu ya...." sebuah tanya yang membuat Dila terkesiap, kenapa dengan putranya itu apa dia merindukan ayah sambungnya itu


"Albi kenapa....albi rindu rumah kita yang lama?


Albi mengelengkan kepalanya pasti lalu dari manik matanya sebuah tetes air mata jatuh begitu saja


Dila segera menurunkan thalia dari pangkuannya lalu mendekap tubuh Albi dengan kasih


"ada apa sayang katakan sama bunda...."


Albi kini menangis di pelukan bundanya.

__ADS_1


Dila masih memeluk putra sulungnya itu dengan sesekali mengusap rambut ikal Albi tersebut


"bun-da.... Albi di katai teman teman.... mereka bilang Albi gak punya ayah.... mereka bilang Albi anak setan karena gak pernah lihat ayahnya Albi " Albi berucap dengan terbata karena ia masih setia menangis


"siapa yang bilang begitu.... Albi punya ayah.... Albi bukan anak setan...." Dila mengelus dadanya sendiri, kenapa anak anak sekecil itu bisa berucap tak pantas pada teman sebayanya sendiri


Segera Dila mengambil handphone miliknya lalu mulai menghubungi guru kelasnya Albi. Dila meminta pihak sekolah untuk menegur anak anak tersebut jikalau albi masih terus di bully maka bukan lagi lewat telepon ia meminta para dewan guru menegur mereka tapi Dila akan minta keluarga mereka juga di panggil ke sekolah


Malam itu Albi terlelap di samping Dila juga thalia, sejenak Dila menyeka air matanya yang luruh saat ia menatap wajah Albi dan thalia.... tak pernah terbayangkan olehnya jika hari ini akan datang dalam hidupnya.... menjadi janda lagi dengan dua orang anak yang masih kecil yang masih butuh perhatian dari kedua orangtuanya....


******


"mbak...." Dewi terkesiap saat Mala dengan kasar membuka pintu ruangan yang ditempati oleh Dewi selama bekerja di restoran


"kenapa dew....kaget ....apa ada yang salah dengan kedatangan ku" ucap Mala tak mengalihkan pandangannya dari Dewi yang kini berdiri lalu perlahan menjauh dari meja kerjanya


"apa saya buat kesalahan mbak...."


"menurutmu....."


"saya rasa tidak.... saya tidak sedang berbuat salah mbak,sejauh ini semua aman dan terkendali" ucapnya yakin


"duduk dew...." perintah Mala lalu ia pun juga ikut duduk di kursi yang tadi di duduki oleh Dewi


"Dewi....ada yang ingin kamu sampaikan sama saya?"


"hah...." Dewi tak mengerti dengan arah pembicaraan Mala,ia berpikir dan berpikir tapi masih belum mengerti juga


"saya gak mengerti mbak Mala.... mungkin mbak Mala bisa menjelaskan sama saya...." tanyanya


"ada hubungan apa kamu sama Galang!!!" tanpa basa-basi lagi Mala pun menanyakannya,ia ingin mendengar sendiri penjelasan dari Dewi tentang hubungannya dengan Galang pasalnya kemarin sebelum mobil yang dikendarai oleh Dani dan Mala berbelok ke parkiran restoran ternyata mereka melihat mobil Galang juga ada di sana. Mala yang penasaran ingin turun dari mobilnya waktu itu tapi dicegah oleh Dani karena dani ingin melihat siapa yang sedang ditunggu oleh Galang.... tak lama kemudian Dewi yang sudah selesai jam kerjanya pun keluar dari restoran dan masuk ke mobil tersebut.... Mala ingin membuntuti mereka tapi dicegah oleh Dani karena ia merasa itu di luar jam kerja juga mala tak boleh masuk ke ranah pribadi seseorang menurut Dani

__ADS_1


__ADS_2