Wanita Kedua

Wanita Kedua
sangat bahagia


__ADS_3

"kak... ayo bangun, udah mau lewat waktu subuh" digoyangkan tubuh teguh yang sedang tertidur pulas itu. matahari kian naik dari ufuk timur tapi raga tegap yang dulu rajin beribadah, kini tampak susah sekali untuk dibangunkan


"kak... aku tidak suka dengan sikap mu akhir akhir ini ya, hilangkan sikap malas mu ini.... ayo bangun!!!" ditariknya kini tangan suaminya yang tengah asik tertidur pulas itu tapi tetap saja suaminya itu tak mau bangun


dengan kesalnya Alika pun pergi meninggalkan teguh yang masih betah berlama-lama dengan bantal guling itu. lalu setelahnya ia pun menunaikan ibadah wajib nya seorang diri.


nasi goreng kecap plus martabak telur dan beberapa potong tempe telah tersaji di meja makan. menu wajib yang harus disiapkan Alika untuk sarapan teguh


huek.... huek.... huek.....


mendengar teguh muntah muntah, Alika yang sedang sibuk menata piring di meja makan pun segera meninggalkan aktivitas nya lalu berjalan kearah kamar mandi kamarnya


tok ...tok ....tok....


"kak ... kamu kenapa? kak buka pintunya!!" teriak Alika di depan pintu kamar mandi tak lama setelahnya terdengar suara air mengalir dari wastafel kamar mandi itu


kreek...


"kamu masak apa? kenapa bau sekali sampai membuat aku muntah" cibik teguh dengan kesalnya setelah keluar dari kamar mandi


"hah... bau, bau harum ya!!"


"bukan.... tapi bau banget sampai aku muntah"


"kak... kamu kenapa sih, akhir akhir ini kamu marah marah terus.... tiap pagi sulit banget dibangunin dan sekarang aku masak makanan kesukaan kamu, kamu malah marah" Alika yang kesal itupun memilih pergi meninggalkan kamar


"iya ya, kenapa aku jadi sering marah begini" teguh yang menyadari kesalahannya pun beranjak pergi mencari keberadaan Alika, istrinya.


dicarinya sang istri yang ternyata tengah berdiri bersendekap dada di depan jendela ruang tamu rumahnya itu


"sayang.... maaf" dilingkarkan kedua tangannya ke pinggang istrinya itu

__ADS_1


"aku tidak memberi maaf untukmu.... belakangan ini kamu banyak berubah" keluh Alika masih enggan membalas pelukan teguh


"maaf, aku tidak tahu kenapa aku seperti ini.... " teguh yang tengah membujuk Alika tiba-tiba berlari ke wastafel yang ada di dapur...


huek... huek.... huek....


lagi lagi teguh memuntahkan cairan yang ada di tubuhnya. Alika pun mengikuti kemana perginya teguh yang tengah membujuknya lalu membantunya membersihkan wajah nya dari keringat dingin yang membasahinya


"kita ke rumah sakit.... aku gak mau ada penolakan, aku tidak mau kakak sakit" selesai membantu teguh, Alika pun membawa tubuh teguh yang sudah lemas itu ke rumah sakit yang kebetulan tak jauh dari tempat tinggalnya


"suami saya sudah beberapa hari terakhir tiap pagi muntah terus dok, saya takut ada yang tidak beres dengan perutnya!" jelas Alika saat dokter menanyakan keluhan yang dirasakan oleh teguh terhadap tubuhnya


"saya akan mulai mual saat saya mencium aroma nasi dok, entah itu nasi putih ataupun nasi goreng dan hanya mau makan buah yang rasanya asam dok" lanjut teguh mempertegas keluhannya kepada dokter laki-laki yang kini berada dihadapan mereka berdua


dokter laki-laki itu tersenyum mendengar ucapan teguh, lalu kemudian ia berujar "apa anda sangat mencintai istri anda pak?" tanya dokter itu


"maksud dokter apa!!! tentu saja saya sangat mencintai istri saya bahkan saya sampai menunggunya menerima saya setelah bertahun-tahun" ucap teguh sedikit meninggi, dia merasa pertanyaan dokter yang berumur sekitar empat puluh tahunan itu melenceng dari tujuannya datang kesini.


"maksud dokter apa? saya sehat, tidak merasakan apa-apa, kenapa harus saya yang melakukan pemeriksaan?"


"begini, sekarang saya akan berbagi sedikit pengalaman saya kepada kalian berdua yang saya yakini adalah pasangan baru. saya sendiri sangat mencintai istri saya dan bahkan saya tidak ingin dia merasakan sakit sekecil apapun, bukankah bapak juga begitu?"


teguh mengangguk "tentu saja saya tidak ingin wanita yang berada di samping saya ini merasakan kesakitan ataupun kesulitan apapun. saya bersedia menggantikan posisinya" lugas teguh


Alika yang mendengar ucapan teguh merasa sangat bahagia. bahkan kini pipinya sudah merona merah karena malu. dalam hatinya ia berkata "ternyata aku tidak salah menautkan hatiku kepada mu kak"


"nah itulah yang sekarang terjadi, diagnosa awal saya kemungkinan besar istri anda sedang hamil dan yang merasakan efeknya atau istilah nya ngidam ini anda"


"tapi saya tidak merasakan apapun di tubuh saya Dok" sahut Alika


"begitulah, dulu saat istri saya hamil pun bukan dia yang mengalami ngidam tapi saya bahkan saat hamil kedua anak saya pasti saya yang akan mual, uring-uringan dan makanan pun sangat pemilih" lanjut dokter itu menceritakan pengalaman pribadinya

__ADS_1


setelah sesi bertukar pengalaman usai, kini dokter umum itu pun lantas memberikan alat tes pack kepada Alika. beberapa saat setelahnya Alika keluar dari toilet rumah sakit dengan wajah berbinar


"bagaimana, apa benar kamu hamil" tanya teguh memastikan, melihat wajah berbinar istrinya itu hatinya merasa yakin bahwa benih yang ia tanam di rahim Alika telah bersemi


"Wi.... jawab, kenapa diam" tanyanya lagi, Alika mengangguk dan tersenyum setelahnya.


teguh yang sangat bahagia mendapat jawaban Alika pun langsung memeluk tubuh istrinya itu, lalu diciumnya seluruh inci wajah cantik istrinya hingga membuat Alika geli. kecupan demi kecupan dia berikan diseluruh wajah cantik itu, hingga sebuah deheman menghentikan aktivitas itu


"heem... hemm.... saya juga manusia bukan nyamuk ya!!!" ucap dokter itu lalu tersenyum kearah keduanya


Alika tertunduk malu, wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus. dan teguh pun sama, rasa bahagia yang mereka rasakan membuat keduanya lupa tempat dan sekitarnya.


dengan penuh kasih teguh mengandeng tangan Alika keluar dari ruang kerja dokter laki-laki itu. mereka berdua pun tersenyum bahagia hingga tak sengaja tubuh Alika menabrak tubuh wanita lain didepannya


bugh....


"maaf.... maaf...." ucap Alika tanpa menoleh kearah wanita yang ditabraknya


"kamu tidak apa-apa Wi.... apa perutmu kena" ucap teguh yang mencoba membantu Alika berdiri


"tidak kak, cuma pundak ku yang tadi tak sengaja terbentur mbaknya" ucap Alika


"mbak Alika...." ucap wanita yang tak sengaja bertabrakan dengannya


"mbak Dila.... kamu, maaf aku tak sengaja"


"tidak apa-apa, aku juga tadi kurang fokus... eeemmm sepertinya kalian berdua sedang sangat bahagia"


"tentu kami sangat bahagia, karena istriku ini sedang mengandung anak pertama kami" tutur teguh, teguh pun langsung merangkul pundak Alika dihadapan dila, dia ingin mengatakan lewat bahasa tubuhnya kalau saat ini mereka benar-benar bahagia.


"maaf mbak, siapa yang sakit kok mbak Dila ada disini"

__ADS_1


__ADS_2