Wanita Kedua

Wanita Kedua
kamu sudah gak waras


__ADS_3

Plaaakkk


"kamu memang benar benar sudah gak waras mas... kamu pikir kami para wanita itu apa, bisa seenaknya kamu atur sesuai keinginan mu.... dimana mas Galang yang dulu heh.... kamu gak waras mas" teriak Alika lantang setelah menampar pipi kiri Galang


Emosi Alika tersulut saat Galang terang terangan mengatakan kalau dirinya ingin mempersiapkan pernikahan mereka "Dila sudah pergi Al, dia tidak akan menghalangi kita jika kita ingin menikah.... menikahlah denganku sekali lagi aku janji akan memperlakukan kamu dan Anaya dengan sangat baik,aku akan menganggap Anaya seperti anak ku sendiri...." ucap Galang saat itu seraya meraih tangan Alika


Galang mengusap pipinya yang terasa perih bekas tamparan keras dari tangan Alika, ia menatap tajam wanita yang begitu dipuja nya


"belum 40 hari kak Teguh meninggal, tanah kubur nya pun masih basah tapi kamu dengan mudah mengatakan menikah... dengarkan aku Galang Hendriansyah....aku Alika Pratiwi tidak akan pernah mau menikah dengan mu lagi meskipun tinggal kamu satu satunya lelaki di dunia ini...." tegas Alika


"jangan munafik Al... sebenarnya kamu juga masih mencintai ku kan, kamu menikah dengan Teguh hanya karena kasihan kan sebab dia dengan setia menunggu jandamu....aku bisa memberikan segalanya untuk mu dan Anaya, pikirkan tentang Anaya mu.... cukupkah hanya dengan penghasilan dari restoran mu untuk mencukupi kebutuhannya kelak.... kamu butuh topangan dan hanya aku yang bersedia menikahi mu yang statusmu yang janda dua kali" Galang terus membanggakan dirinya di hadapan Alika membuat Alika tak habis pikir dengan semua perubahan sikap Galang


Lelaki yang dulu dikenalnya sebagai sosok yang baik dan penyayang kini berubah menjadi sosok yang sangat mengerikan di matanya, perangainya berubah 180 derajat

__ADS_1


"pergi... dari rumah ku sekarang mas, aku tidak ingin melihat wajah mu lagi...."


"aku akan pergi Al tapi esok dan esok dan seterusnya aku akan kembali lagi....aku tidak akan berhenti sampai kita menikah untuk yang kedua kalinya...."


"mimpi kamu mas..... pergi.... cepat pergi...." Alika menyilangkan kedua tangannya di dada lalu berbalik membelakangi Galang. Seolah matanya enggan melihat lelaki yang pernah menjadi pemilik hatinya dulu


setelah Galang meninggalkan rumah Alika, Alika pun lantas menjatuhkan bobot tubuhnya ke kursi yang berada di dekatnya


"ini di minum dulu mbak...." setelah kepergian Galang mbok sum segera mendekati raga Alika dengan membawa segelas air putih untuk di berikan pada Alika


Alika meminum air putih itu hingga tandas ... bukan karena haus tapi lebih ke rasa lelah yang mendera hatinya


"mbak Alika yang sabar ya....." ucap tulus mbok sum

__ADS_1


"aku bisa gila mbok jika begini terus bahkan rasanya aku tidak boleh berduka atas kematian suamiku "


"maaf mbak.... apa gak lebih baik mbak pindah saja dari rumah ini " ucap mbok sum hati hati


"rumah ini dibangun kak Teguh dengan jerih payahnya sendiri mbok, di rumah ini pula terukir kenangan kami.... suka duka dalam menjalani kehidupan berumah tangga kami jalani di sini.... kalau aku pergi dari rumah ini aku takut di alam sana kak Teguh akan kecewa dengan ku mbok" mata Alika mengembun mengingat tentang teguh yang sangat penyayang itu


"tapi kalau mbak Alika tetap tinggal di sini pasti mas Galang itu akan setiap saat menemui mbak Alika....."


"maksud mbok sum aku harus pergi dari kota ini begitu?" netra Alika menatap tanya ke wajah mbok sum itu


"maaf ya mbak.... menurut saya dimana pun mbak Alika berada asal mbak Alika merasa tenang dan nyaman pasti mas teguh di alam sana juga berasa tenang daripada mbak Alika disini tapi mbak Alika merasa tertekan." mbok sum menasehati semampu dan sebisanya berharap wanita yang kini berada di hadapannya mampu menimbang usulnya


"kemana ya mbak Dila mbok.....aku kasian padanya, aku tak enak hati dengan apa yang dialami nya....mas Galang kini benar-benar berubah, dia yang dulu penyayang dan lelaki yang sangat baik kini seperti aku sudah tak mengenalinya lagi...."

__ADS_1


__ADS_2