Wanita Kedua

Wanita Kedua
berusaha menerima Dila


__ADS_3

suka duka kehidupan sejatinya sudah diatur sedemikian rupa oleh sang maha pencipta, entah bagaimana nantinya kita menyikapinya. Dan percayalah kalau Tuhan kita tidak akan menguji kemampuan hambanya melebihi batas keimanannya


hari ini Galang dan Dila akan pergi pulang ke rumah mereka yang sudah lama ditinggalkannya, ya rumah yang Dila tinggalkan saat menjelang pernikahan Alika dan Teguh waktu itu


"tolong lah Lang jangan tinggalkan rumah ini....mama dan papa hanya sendirian di sini.... Giany sudah pergi sekarang kalian pun mau meninggalkan kita?" rengek mama Ratna saat melihat Galang membawa dua koper besar di teras rumah


"Galang kan sudah bilang kemarin sama mama dan papa kalau Galang akan bawa istri dan anak Galang ke rumah kita sendiri ma....maaf ma, Galang hanya ingin mempertahankan rumah tangga Galang dan Dila.dan sampai sekarang kan mama masih belum bisa menerima Dila dan Albi kan" mama Ratna melengos mendengar ucapan Galang sedangkan pak Hendra hanya melihat saja percakapan antara ibu dan anak itu


"ma sekarang Galang sudah menjadi kepala rumah tangga di keluarga kecil Galang, jika anak dan istri ku merasa tak nyaman maka lebih baik kami pergi.... kalau saja mama mau membuka hati mama untuk istri dan anak sambung ku mungkin akan lain ceritanya. Dengarkan Galang ma... Dila tidak pernah mengeluh sedikitpun tentang sikap mama padanya selama kami tinggal di sini tapi dengan menatap wajahnya saja aku sudah tau apa yang dirasakannya.... Alika hanya masa lalu ma dan sekarang masa depan Galang adalah Dila, Albi dan Thalia.... jangan suruh aku untuk memilih karena itu mustahil...." ucap Galang panjang lebar


bu Ratna hanya diam tapi air matanya luruh tanpa bisa ditahan. Bu Ratna pun melepaskan genggaman tangannya dari putra kesayangannya itu lalu berbalik menghampiri Dila yang berdiri tak jauh dari Galang yang sedang mengandeng Thalia


Takut Thalia akan diambil paksa oleh mertuanya itu reflek Dila pun menggendong thalia dan berjalan mundur hingga raganya tanpa sengaja terbentur dinding


Salah.... perkiraan Dila salah bu Ratna justru memegang bahu Dila "maafkan mama Dila... maafkan mama tolong jangan tinggalkan rumah ini.... rumah ini sepi tanpa celoteh Thalia dan Albi.... mama janji mama akan berusaha menerima kehadiran kalian.... tolong jangan tinggalkan rumah ini....giany sudah tidak disini... tolong ijinkan di hari tua mama ini untuk ikut merawat cucu mama.... tolong Dila bujuk Galang untuk tetap tinggal di rumah ini " netra Dila dan Galang saling beradu lalu setelahnya Dila pun mengangguk tanda setuju untuk tinggal di sini


Akhirnya Galang dan Dila batal keluar dari rumah mewah keluarga besar Hendriansyah tapi dengan syarat kalau mamanya harus mulai menerima Dila dan Albi, bu Ratna pun setuju karena dia tidak ingin kehilangan cucu perempuan yang sangat disayanginya itu.


#


#


#


"maafkan aku ya Dil kita tidak jadi pulang ke rumah lama kita" ucap Galang


"gak papa mas...tapi kita juga lihat dulu apa mama itu benar-benar bisa nerima aku atau hanya sekedar agar kita tidak pergi dari rumah ini "


Dila pun merebahkan tubuhnya di ranjang king size itu , ia begitu lelah karena kemarin harus mengemas baju bajunya dan anak anaknya tapi kini baju itu kembali ia letakkan di dalam lemari

__ADS_1


Sementara itu Albi dan thalia sedang diajak ke mall oleh oma dan opanya


Dila memejamkan matanya di atas ranjang itu hingga beberapa saat setelahnya ia merasakan ada menciumi lehernya


"Aaakh....mas....."


Dila membuka matanya memastikan siapa yang sedang menyentuh tubuhnya itu


Galang dengan nafas memburu berusaha untuk mencumbui leher istrinya itu, Dila pasrah apapun yang dilakukan oleh suaminya itu ia hanya mengikuti permainan suaminya


Dengan penuh hasrat Galang mencumbui leher Dila lalu beralih ke wajah sang istri yang tengah terpejam menikmati setiap pergerakan sang lelaki


Galang pun segera membuka baju Dila lalu membuka pengait bra berwarna putih itu, kini seluruh baju yang dikenakan Dila telah ditanggalkan oleh Galang....ya Dila kini telah polos tanpa sehelai benangpun menutupi seluruh tubuhnya


Diremasnya kini dua gunung kembar milik istrinya itu, Dila menggelinjang menikmati kenikmatan yang dirasakannya.....usai meremas dua gunung kembar milik Dila kini tangan Galang beralih ke bawah dengan perlahan dimasukkan oleh nya jarinya ke va-gina sang istri hingga Dila begitu menikmatinya


Aaaaakkkhhhh


#


#


#


Di mall


"halo...kamu dimana.....oh ok tunggu disitu ya...."


"gimana istriku, dimana sekarang Mala?" tanya teguh pada Alika usai sang istri menelpon Mala sahabatnya

__ADS_1


"dia udah nungguin kita dilantai tiga kak" jawab Alika


Teguh dan Alika pun menaiki tangga eskalator menuju lantai tiga tempat dia janjian dengan Mala


Menoleh ke kanan dan kiri Alika mencari keberadaan Mala ditengah banyaknya pengunjung di food court tempat Mala menunggu, hingga sebuah lambaian tangan mengalihkan pandangannya


Teguh dan Alika pun menuju tempat Mala duduk lalu saat sampai di sana mereka berdua pun ikut mendudukkan tubuhnya di kursi kosong depan Mala itu


Mata Alika tak lepas memandang sosok lelaki yang bersama Mala sahabatnya, ia merasa seperti pernah bertemu sebelumnya....ia mencoba untuk mengingat hingga setelahnya ia pun berucap


"sepertinya saya pernah melihat anda sebelumnya tapi dimana ya....?" tanya Alika


"kamu udah kayak detektif aja sih Wi" oceh Mala


"perkenalkan saya Dani.... mungkin kita pernah bertemu di kantor pak Galang.... saya asistennya" Dani pun mengulurkan tangannya kedepan kearah Alika lalu disambut oleh Alika dengan ramah,


"kok kamu gak bilang sih kalo jadi asistennya Galang, kamu mau bohongin aku ya...." cecar Mala pada dani kekasihnya


"kan kamu gak nanya...aku juga gak bohong kerjaan ku kan memang asisten.... ya bisa kebetulan aja gitu kalo kamu sahabatan sama mantan istri bos ku"


"udahlah Mal gak usah dibahas itu juga udah masa lalu...."


" iya Mal Tiwi benar mereka kan hanya masa lalu...kan juga Dani ini gak ada sangkut pautnya sama kehidupan pribadi Galang " ucap Teguh menengahi


" ya deh....oh ya hari ini aku mau kenalin mas Dani ini sama kalian sebagai calon suami aku, rencananya sih mungkin lusa kita mau ke panti buat ngomong sama Bu Lastri "


"kok mendadak sih Mal baru saja kamu kenalin ke kita udah buru buru aja mau nikah.... udah kebelet ya lo" jawab Teguh


" enak aja kalo ngomong " jawab Mala sambil melempar tisu kearah Teguh "sebenarnya itu udah dari dua bulan lalu tapi karena kalian sedang dalam suasana duka jadi ya aku pending dulu"

__ADS_1


"maaf ya mal, oh ya lusa kan aku dan Rosa ngadain acara seratus harian Kevin di panti... sekalian aja selesai acara atau sebelum acara kamu bisa ngomong sama Bu Lastri " ucap Alika


"Kevin.... siapa Kevin? Setauku kalau suami mbak Alika kan singel ya kan???"


__ADS_2