Wanita Kedua

Wanita Kedua
firasat


__ADS_3

Hari ini telah tiba, acara seratus harian Kevin pun diadakan di panti asuhan yang di asuh oleh bu Lastri.


Segenap doa terbaik di panjatkan khusus untuk mendoakan bocah kecil yang tak memiliki umur panjang itu


Hari itu pula Mala dan Dani hadir sebagai sahabat Alika dan juga menyampaikan niat baiknya untuk menyusul sang sahabat untuk naik di pelaminan


Ucapan syukur pun dipanjatkan oleh bu Lastri atas keinginan Mala yang ingin menikah itu


*


*


saat apa yang kita inginkan dapat kita rengkuh maka takkan dibiarkan itu terlepas


Ya itu yang sekarang coba dilakukan oleh Teguh.


Wanita yang begitu dicintainya kini telah bersanding dengannya dan bahkan sudah ada benih cinta yang kini menghuni rahim wanitanya itu


"aku mencintaimu....." bisik teguh ditelinga Alika lalu kini ia beralih pada perut istrinya yang sudah terlihat membuncit di usia kehamilan delapan bulan


"cantiknya papa jangan nakal ya nanti kalau papa pergi... jagain mama kamu... jangan buat mama kamu sedih atau marah ya... karena kalau mama marah tuh keliatan galaknya" ucap Teguh sambil terkekeh


"memangnya papa mau pergi ke mana?" tanya Alika menirukan suara anak kecil


Teguh memandangi wajah istrinya itu lalu mencubit pucuk hidung istrinya itu dengan gemas


Seharian ini Teguh seakan tak mau lepas dari samping istrinya itu, Alika pun merasa suaminya itu berbeda sekali hari ini

__ADS_1


Pukul lima sore teguh berpamitan kepada Alika untuk pergi ke restoran miliknya, hari ini akhir bulan seperti biasa Teguh sendiri yang akan memberikan uang gajian itu kepada para pegawainya


sebelum pergi teguh mendaratkan ciuman ke setiap inci wajah istrinya itu tak lupa juga dengan kandungan istrinya itu bahkan ia sampai mewanti wanti mbok sum agar jangan sampai lalai menjaga Alika saat dirinya pergi


Sudah dua bulan ini teguh mempekerjakan seorang art untuk mengurus rumah dan menjaga Alika sewaktu ia tinggalkan untuk bekerja


"mbok kok perasaan saya gak enak ya..." ucap Alika seraya menyelonjorkan kedua kakinya di kursi panjang yang berada di depan meja TV


"Ndak usah mikir aneh aneh mbak.... Mungkin itu bawaan bayi gak mau ditinggal tinggal sama bapaknya" mbok sum kini tengah memijit pelan kaki Alika yang terlihat sedikit bengkak itu


"tapi mbok seharian ini tingkah kak Teguh itu aneh... Kak Teguh itu manja banget hari ini gak kayak biasanya"


Bukannya membalas mbok sum malah tertawa kecil mendengar ucapan majikannya itu


"apanya yang lucu sih mbok kok ketawa gitu" cicit Alika


"mbak Alika kalau mbok sum boleh kasih saran jangan manggil mas Teguh dengan kata 'kak' , masak iya mbak hamil sama kakaknya kan gak lucu nanti kalau kedengaran orang apalagi orang yang baru kita kenal"


Malam pun telah menyapa ditemani rintik hujan yang sedari tadi masih betah menemani sang awan membasahi bumi


Berkali kali Alika menghubungi nomor ponsel teguh tapi nihil tak ada jawaban beberapa saat lalu telpon itu masih menyambung meski tak diangkat tapi kini justru telpon yang coba ia hubungi itu di luar jangkauan


Alika tak menyerah ia mencoba menghubungi nomor telepon restoran tapi nihil telpon itu pun terputus


"ada apa ini .... Kak kenapa kamu susah sekali dihubungi....kamu kemana" Alika resah sang suami tak memberinya kabar sejak tadi biasanya Teguh tak henti menghubunginya hingga ia merasa jengkel karena seperti diteror oleh suaminya itu


Tepat pukul delapan malam sebuah mobil mercy merah memasuki halaman rumahnya, tak berapa lama sepasang pengantin baru yaitu Mala dan Dani keluar dari sana

__ADS_1


Dani berjalan tergesa-gesa tapi lain halnya dengan Mala yang justru terus menunduk sambil melangkahkan kakinya gontai, Dani pun akhirnya merangkul bahu sang istri dan berjalan mensejajarinya menemui Alika


Alika yang berada di teras bersama mbok sum pun hanya memperhatikan sahabatnya itu hingga beberapa saat setelahnya kini Mala dan Dani telah berada persis di depan Alika


"mal...kamu kenapa, kenapa matamu sembab seperti habis menangis.... Dan kamu apakan Mala sampai dia seperti itu "


bukannya menjawab tanya Alika, Mala justru menangis lalu merangkul tubuh Alika. Mala sesenggukan tanpa mampu berkata-kata


Alika yang merasa perutnya sedikit tertekan dengan pelukan Mala pun berusaha mendorong pelan tubuh Mala " mal ada apa.... jangan begini lihat nih ponakan mu kan ikut kejepit"


Tubuh Mala luruh ke lantai mendengar kata"ponakan " tangis nya makin menjadi


"Dan ada apa ini katakan ada apa kenapa Mala bisa sehisteris ini" dani yang kini mencoba membantu istrinya itu untuk berdiri tak berani berucap kata


Perasaan Alika makin tak karuan melihat keadaan Mala


"kamu harus kuat Yang, kalau kamu tidak kuat lalu siapa nanti yang akan menguatkan Alika " bisik dani di telinga Mala


Setelah beberapa saat kemudian akhirnya mala sedikit tenang


"mal kamu kenapa jangan bikin aku bingung.... Sekarang aku juga sedang bingung nunggu kabar dari kak Teguh dari tadi sore gak bisa dihubungi....oh ya kamu tau gak dimana kak Teguh " cecar Alika


Mala dan Dani saling tatap hingga akhirnya Mala pun sekuat tenaga berusaha mengatakan keberadaan Teguh


"Wi.... Kamu harus kuat ya....ada aku selalu disamping kamu.."


"apaan sih Mal...."

__ADS_1


"Wi.... Kak Teguh, suami mu..... sudah berpulang ke Rahmatullah "


Duarrr


__ADS_2