
Alika mengusap pelan pipi Giany yang semalam di tamparnya... tak terlalu keras tapi cukup perih dirasa Giany malam itu
Usai menjalankan kewajibannya sholat subuh Alika pun membaringkan lagi tubuhnya di samping Anaya. Anaya masih tidur dengan pulas nya setelah semalam begadang sampai hampir jam dua dini hari
Alika mengambil handphone miliknya yang sedari semalam diabaikan nya....ia pun membuka aplikasi berwarna hijau tempat biasanya dia menelpon juga mengirim pesan pada mereka yang dikenalnya
diantara deretan pesan yang lain, pesan dari Mala menjadi prioritas nya.... Alika yang lebih dulu mengirim pesan itu kemarin tapi karena ada kejadian Giany dia jadi lupa mengecek pesan balasan dari Mala
(ada apa Wi...)23:38 balasan Mala
Alika melihat chat dari Mala lalu dilihatnya kini sahabatnya itu sedang online segera Alika menghubunginya
(assalamualaikum.....) ucap Alika saat Mala mengangkat telponnya
(waalaikum salam.....ada apa Wi...) tanya mala dari seberang sana
(mal.... semalam aku kepikiran sama kamu... perasaan ku gak enak.... kamu baik baik saja kan?" cecar Alika pada Mala membuat Mala tersenyum di seberang sana, hatinya menghangat mendengar Alika menghawatirkan nya
(gak kok Wi....aku baik baik saja.... gak kenapa napa, kamu nya aja mungkin suasana hatinya lagi gak baik" Mala sengaja menyembunyikan perihal yang terjadi pada dia dan suaminya
(oh.... ya udah deh setidaknya aku bisa tenang kalau kamu baik baik saja....)
(oke.... Wi, sudah dulu ya aku mau siapin sarapan untuk suamiku... wassalamu'alaikum)
(waalaikum salam)
Alika meletakkan handphone miliknya di meja tepat di samping tempat tidurnya lalu setelahnya ia pun pergi ke luar kamar untuk melihat mbok sum memasak
"mau masak apa mbok...." tanya Alika saat melihat mbok sum membuka pintu kulkas yang mengotak atik nya mencari bahan untuk dimasak nya
"eh mbak Alika kirain belum bangun...." Alika hanya tersenyum mendengar ucapan mbok sum
"ini mbak.... bingung mau masak apa di kulkas juga ikannya sudah habis tinggal telur...."
"ya sudah gak usah repot-repot kita beli nasi kuning aja di gang depan.... nanti agak siangan kita ke pasar aja beli ikan sama sayur"
__ADS_1
Mbok sum menurut ia pun membeli tiga bungkus nasi kuning untuk mereka bertiga
Pukul tujuh pagi mereka semua sudah berkumpul di ruang tamu milik Alika, Giany tersenyum senang melihat Alika memperlakukannya dengan baik bahkan sosok penyayang yang dulu pernah dirasakan olehnya dari Alika pun kini dirasakannya lagi
Mbok sum segera ke pasar diantar oleh Ferdi yang memang bekerja sebagai tukang ojek
Kini tinggal Alika dan Giany disana juga Anaya yang sibuk ngempeng dengan dot nya
"mbak...aku mau tanya" ucap Giany membuat Alika langsung menoleh padanya
"tanya lah Gi.... selagi mbak bisa jawab pasti mbak akan jawab" senyum tulus terukir diwajahnya
"mbak... Leo belum tau tentang aku yang pernah diperkosa juga hamil....aku harus bagaimana mbak" ucap Giany sendu,ia memainkan jari jemarinya untuk menutupi kegugupannya
"sekarang mbak tanya.... kamu serius sama Leo"
"aku mencoba membuka hati untuk leo mbak....." jawabnya
"kenapa harus mencoba... berarti kamu tidak sungguh-sungguh sama dia.... padahal dia benar benar mencintai mu Gi...."
"karena leo bilang sendiri sama mbak...."
"sebenarnya saat papa kirim aku ke luar negeri aku sudah melakukan operasi selaput dara mbak.... berharap siapapun nanti yang jadi jodohku dia tidak akan tau tentang masa lalu ku...."
"lalu bagaimana jika suatu saat dia tau dan merasa kamu bohongi.... Gi.... dibohongi itu saat menyakitkan apalagi oleh orang yang kita sayangi, terlebih saat tau kebohongan itu terungkap dari orang lain pasti rasanya akan sangat sakit.... karena mbak pernah merasakannya sendiri...."
"tapi aku takut leo akan ninggalin aku setelah aku jujur sama dia mbak...."
"saran mbak....mending kamu jujur dari sekarang tentang masa lalu kamu.... nanti disitu kamu akan tau seberapa besar lelaki itu menyayangi mu Gi...."
"maksud mbak apa....?"
"jika leo memang sangat mencintai mu dia akan kesampingkan masa lalu mu tapi jika cintanya hanya terucap di bibir maka yang terjadi sebaliknya"
Giany menunduk mendengar ucapan alika, pikirannya melayang membayangkan apa yang akan terjadi dengan hubungannya dengan Leo
__ADS_1
Alika meraih tangan Giany lalu setelahnya "Gi.... jangan takut kehilangan.... yakinlah jika dengan kehilangan itu nanti kamu akan menemukan yang terbaik....."
...****************...
Dila menemani thalia di hari pertama sekolahnya.... thalia sangat mudah akrab dengan teman teman sebayanya tapi berbanding terbalik dengan lana dan lani, dua kembar yang terbiasa ceria itu justru sedikit rewel saat di kelas
Lana dan lani seolah sengaja merepotkan Dila.... mereka berdua selalu merengek meminta di temani Dila yang notabene hanya sebagai tetangga mereka.
Sedangkan Arman pun merasa sungkan dengan Dila, lelaki itu tak meninggalkan kedua putrinya di hari pertama sekolah. Meskipun ada bu Narti nenek si kembar tapi ia sendiri pun tak mau lepas kewajiban pada lana dan lani
"lana lani jangan gangguin bunda terus.... kasian bunda, bunda kan bundanya aku.... bukan bundanya kalian" bentak thalia lalu memaksa meraih tangan Dila yang sedang di pegang oleh oleh lani
"ini juga bunda aku lia....lia gak boleh jahat" lani pun berusaha melepaskan tangan thalia dari Dila.
Thalia dan lani bertengkar memperebutkan tangan kanan Dila sedang tangan kirinya Dila sedang dipegang erat oleh lana membuat Dila kesusahan harus melerai thalia dan lani
"lia....lani hentikan nak,...." jerit Dila tapi kedua anak tersebut sudah saling dorong mendorong
para ibu ibu yang melihat kejadian itu berusaha melerai bahkan satu diantaranya melepaskan paksa tangan lana yang memegang erat tangan Dila
Arman yang sedang menelpon seseorang pun tak mengetahui perihal keributan itu sedangkan bu Narti ia sedang ke kamar mandi
suara tangis thalia,lana dan lani pun saling bersahutan membuat suasana menjadi sedikit rusuh
Arman segera mematikan teleponnya saat mendengar suara tangisan lana dan lani, ia tergopoh-gopoh mendekati mereka
Tampak di depan Arman,lana dan lani menangis meronta-ronta sedangkan Dila mengendong thalia yang juga menangis bahkan terlihat Dila juga mengusap usap lengan thalia yang terlihat bekas cakaran
Arman segera meraih anak anaknya ke dalam pelukannya lalu bertanya pada Dila apa yang terjadi pada mereka
"maaf pak Arman.... tolong beri pengertian pada anak-anak bapak bahwa saya bukan ibu mereka, lihat apa yang dilakukan lani pada putri saya" ucap Dila tegas lalu menunjukkan bekas cakaran di lengan thalia
Kesabaran Dila serasa habis saat itu karena tingkah si kembar yang terus memonopoli dirinya...
Sesungguhnya ia juga tau mereka berdua kurang kasih sayang dari ibunya tapi juga tak baik jika membiarkan mereka berdua menganggap dirinya sebagai ibunya
__ADS_1
Dila segera menjauh dari Arman dan kedua anaknya lalu ijin pulang terlebih dulu pada gurunya thalia, mengingat thalia yang terus menangis juga suasana hatinya yang tiba-tiba berubah buruk itu