
malam menjelang Isyak Dila sampai di rumah kedua orang tuanya.wajah itu tampak sayu... entah harus bersikap seperti apa hatinya.antara bahagia karena wanita yang selalu masih mengisi hati suaminya itu akan menikah, itu berarti tak akan ada peluang untuk suaminya bisa bersamanya lagi.
tapi disisi lain dia pun takut bagaimana jika suaminya itu mengetahui rencana pernikahan mantan madunya itu, jelas gurat kesedihan akan membingkai wajah tampan suaminya.
dila berjalan kedalam rumah tampa memperhatikan sekelilingnya hingga netra pak adji menangkap raut gelisah diwajah putrinya itu
"Dil.... Dila kamu dari mana" panggil pak adji tapi Dila bergeming ia terus berjalan dengan segala lamunan dan kegelisahan hati hingga bu rini yang berjalan dari arah berlawanan dengan Dila pun menepuk pundak anaknya itu
"bapak mu memanggil itu lho kamu gak denger" tegur bu rini, sontak Dila terkaget ia baru sadar kalau tadi sedang melamun
"ah iya pak ada apa" jawab dila setelahnya
"sini...." ditepuknya tempat kosong disisinya untuk diduduki oleh Dila.dila pun menurut ia kemudian berjalan kearah yang diinginkan oleh bapaknya
"ngelamunin apa, sampai bapak panggil gak denger!? terus tadi dari mana masa' baru nyampe rumah kamu tadi buru-buru pergi ninggalin anak-anak gitu aja" tanya pak adji yang sangat ingin tahu kemana tujuan anaknya pergi tadi
"eeh...eeh anu pak ta-di jan-jian sama temen lama!!" ucap dila terbata
"kamu ini emang jadi anaknya bapak baru sehari ya sampai kamu pikir bisa bohongin bapak" lugas pak adji.saat ini pun ia merasa kalau ibu dua anak itu sedang menyembunyikan sesuatu darinya
"maaf pak...." dila menunduk mendengar ucapan bapak kandungnya itu
"kenapa rumah tangga mu sedang bermasalah ya"
"tidak pak....kami baik-baik saja, doakan lah pak rumah tangga kami selalu harmonis"
"kenapa.... Galang masih belum bisa melupakan mantan istrinya itu ya"
__ADS_1
deg
"Dil... sekarang dia suamimu, harus nya kamu berusaha supaya suamimu itu tetap diposisi nya,buat dia mengerti siapa dan apa yang harus di utamakan.buat dia mengerti seberapa besar arti kehadiranmu dalam hidupnya.berikan dia pengertian bagaimana menempatkan masa lalu nya dalam hatinya.sampai kapan kamu akan hidup dalam bayang bayang masalalu nya" tutur pak adji panjang lebar
mendengar ucapan bapaknya netra dila pun mulai berkaca-kaca, bagaimana bisa bapaknya tahu tentang isi hatinya.dila masih menunduk enggan menjawab ucapan bapaknya itu
"bapak cuma menasehati, jika memang kamu tidak bahagia bersama Galang maka pulanglah nak pintu rumah ini selalu terbuka untukmu dan cucu-cucu ku"
"pak .... sebenarnya bukan seperti itu"
"lalu....."
"mas Galang memperlakukan Dila dengan sangat baik bahkan nyaris tak pernah berkata kasar,mas Galang juga menjadi ayah yang sempurna untuk Albi dan thalia.hanya saja aku tahu kalau menyingkirkan nama Alika dihatinya mas Galang itu sangat susah"
"jadi benar Galang masih memikirkan mantan istrinya itu!!"
"ya sebaiknya kamu jangan katakan apapun tentang pernikahan itu kepada suamimu, bisa saja mantan madumu itu juga baru bisa melupakan Galang dan kehadiran galang bisa merusak rencana pernikahannya"
"begitu ya pak, baiklah aku tidak akan mengatakan apapun kepada mas Galang.terima kasih ya pak atas nasehat bapak,aku akan melakukan yang terbaik untuk keutuhan rumah tangga ku pak" dipeluknya pak adji dengan rona wajah yang bahagia oleh Dila.
kini dila berpikir harus fokus untuk keutuhan rumah tangganya.dia harus bisa menyingkirkan bayang masalalu suaminya itu toh kini raga itu ada bersamanya.
dila pun akhirnya menemui kedua buah hatinya yang tengah asik bermain bersama neneknya itu
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
hari terus berganti,kini pernikahan teguh dan Alika hanya tinggal menghitung jam rencananya besok akad nikah berlangsung pukul 11 siang
__ADS_1
kedua calon mempelai itu pun menjalani tradisi pingitan, sudah tiga hari mereka tak bertemu hanya melontar rindu lewat untaian kata melalui chat.tak boleh video call atau pun sekedar berbincang lewat suara di ponsel, begitulah pesan bu Lastri yang selalu dilakukan oleh teguh dan Alika
pagi ini teguh bangun dengan bermalas-malasan, rasanya ia sudah tak sabar menunggu esok hari.suara ketukan pintu terdengar dengan sangat keras,ada suara wanita yang berteriak didepan pintu rumahnya itu
"siapa sih teriak teriak keras banget..." gerutu teguh.iap pun akhirnya berjalan kearah pintu rumah yang masih diketuk dengan sangat keras itu
ceklek.......kreek
"kak.... akhirnya kamu keluar juga" ucap gadis itu dengan rona berbinar, lelaki yang dikaguminya kini sudah terlihat didepan matanya
melihat siapa yang datang teguh pun memundurkan langkahnya menjauh darinya
"kak.... please,aku sudah coba melupakanmu tapi tak bisa,aku sangat mencintaimu kak.... tolonglah batalkan pernikahan mu dengan wanita itu, menikah lah dengan ku saja,kak...."
"kamu sudah gak waras ya Gi....aku sangat mencintai Tiwi jadi mana mungkin aku membatalkan pernikahan ku.... pergi kamu dari sini" didorongnya pelan tubuh giany agar menjauh darinya.ya giany terus berusaha untuk mendekati raga teguh
"kak aku mencintaimu,aku masih perawan pilihlah aku kak.sedangkan kak Alika dia seorang janda... dia tak pantas bersanding denganmu kak,aku lebih pantas" giany terus berusaha meraih tubuh teguh
"cukup Gi.... pergi dari sini,mau Tiwi janda atau perawan aku tidak peduli, hanya dia yang aku cintai dan kamu... bahkan aku tak pernah menganggap mu lebih dari seorang adik"
kini giany dan teguh saling dorong, giany yang pikirannya tengah kacau itu pun berhasil mendorong tubuh teguh hingga teguh jatuh terduduk dan segera giany berlari kedalam rumah teguh guna mencari satu barang yang ia cari dan tak lama
"ketemu....." giany segera berjalan kearah teguh "kak jika kamu tidak mau menikah dengan ku lebih baik aku mati ditangan mu kak" giany menggenggam sebuah pisau buah ditangannya dan mengacungkan nya kearah teguh
"letakkan itu Gi.... itu berbahaya,Gi....." teguh pun terus berjalan mundur
"kenapa kak.... jangan mundur lagi kak, sini bantu aku memegang pisau ini, biarkan aku tiada asal kamu yang melakukan itu dari pada aku harus melihat mu bersanding dengan wanita lain, aku tidak mau itu terjadi...." giany mulai meracau tak karuan hingga
__ADS_1
aaaaakkkhh......