
"sayang.... bagaimana keadaan mu?" lugas tanya itu terlontar dari bibir Galang yang melihat wanita keduanya masih menunduk setelah selesai sarapan
"bik sum... tolong bereskan piringnya dan buatkan kami teh hangat" ucap mama ratna
netra Galang tak lepas memandang wajah cantik Alika, wajah cantik yang sudah dua Minggu ini tak dilihatnya kini wajah itu terlihat makin tirus dan terlihat lingkaran hitam dibawah kelopak matanya.raga itu mendekat hendak meraih jemari istrinya itu tapi belum lagi jemarinya bertautan sebuah kalimat lirih terucap dari bibir wanita keduanya
"stop.... singkirkan tangan mu itu"
"sayang...." ucapnya memelas lalu setelahnya ia beranjak dari kursinya dan berlutut di samping kursi yang diduduki Alika "sayang aku sungguh tak sengaja....akupun sangat merasa kehilangan.dia anak yang sangat aku harapkan hadirnya"
"tapi perlakuan mu berkata lain mas"
"Galang duduklah di tempatmu...." ucap papa hendra tegas.melihat anaknya berlutut di depan matanya membuatnya iba
"tapi pa.... Alika" ucapnya dengan wajah mengiba menghadap papanya dan dibalas anggukan kecil oleh papa hendra
"Galang... mama dan papa sudah berbicara dengan istrimu, lebih tepatnya membujuknya untuk memberimu kesempatan sekali lagi, sekarang tinggal bagaimana kamu menggunakan kesempatan itu" lugas papa hendra
"benarkah.... terimakasih ma pa, terimakasih sayang" matanya berbinar mendengar ucapan papanya, sedangkan Alika masih enggan melihat suaminya itu
__ADS_1
tak menunggu lama Galang segera mengajak istrinya itu pulang ke rumah mereka, saat dimobil Alika memalingkan wajahnya tapi sesekali dia juga mencuri pandang kearah Galang
dilihatnya wajah suaminya itu yang tak seperti biasanya, dia lebih kurus bahkan bulu bulu halus terlihat di area dagunya.ia masih betah melamun bahkan hingga tertidur
*
*
*
Alika mulai membuka matanya perlahan tapi yang dilihatnya saat ini bukanlah tempat yang familiar untuknya, ya dia masih ingat dimana tadi dia tertidur
"kita dimana..." tanyanya dengan suara parau
"eeemmmm..... dimana ya!!!" Galang mulai menggoda istri keduanya itu " tadi papa memberikan kunci kamar hotel ini,kamunya sih tidur aku bangunin susah banget"godanya lalu mencubit hidung gemas hidung Alika
Alika hanya diam tak mau menanggapi lebih godaan suaminya itu
"sayang kenapa diem... bicara dong!!! tak cukupkah mendiamkan suamimu dua minggu ini.aku bersalah ya aku memang salah tapi aku sungguh tak sengaja" netra itu masih menatap lekat wajah cantik istri keduanya
__ADS_1
Alika mulai terisak, kini iapun menatap suaminya...ada setitik rindu dihatinya tapi tak lebih besar dari rasa kecewanya.setelah beberapa saat menangis akhirnya ia mulai membuka kata
"jika saat ini aku mau kembali bersamamu maka itu tak lebih dari sebuah perjanjian ku dengan orangtuamu" ucapnya masih terisak
"apa maksudmu sayang" mata itu membulat mendengar ucapan Alika
"ya.... papa mu sangat yakin jika kamu masih begitu mencintai ku, dia meminta ku memberimu satu kesempatan jika kali ini kamu kembali melukai perasaan ku maka tidak akan ada yang bisa mencegah ku pergi" tuturnya
"terserah apapun itu yang penting bagiku sekarang kamu ada bersamaku dan mengenai percakapan kita waktu itu......aku memenuhi pintamu tidak akan mensahkan pernikahan ku dengan dila" Galang menunduk mengucap kata itu, sebenarnya ia tidak tega membayangkan nasib anaknya kelak,anak itu akan lahir dari pernikahan yang tidak dicatatkan di hukum negara
"mungkin aku egois tapi aku wanita yang menolak adanya poligami tapi sayang nasibku sungguh buruk, lelaki yang begitu kucintai menjadikan ku wanita kedua dihidupnya"
********
*maaf ya bab ini agak bingung nulisnya
nah di bab selanjutnya kita lihat perubahan Alika ya....
bagaimana sikap bumil yang kehilangan janinnya..ok
__ADS_1
*selalu ku tunggu like and coment, apapun itu kritik pun kuterima 💖💖💖💖