
"aaa....aaaa....aaaa....."
"apa sayang..... udah sehat ya....uh sayangnya mama udah sehat" Alika menanggapi setiap celotehan Anaya
Anaya sudah tidak demam lagi bahkan Alika enggan memberikan obat untuk Anaya lagi, ia tak kuasa melihat Anaya menangis saat meminum obatnya
Anaya yang dibaringkan di ranjang miliknya itu pun tangannya terus coba menggapai Alika, bayi yang belum genap berumur empat bulan itu tersenyum seraya terus berceloteh ala bayi seumurannya membuat Alika pun merasa senang dibuatnya
"mbak... makanan sudah siap, mbak Alika makan dulu sana biar Anaya sama saya....." mbok sum menghampiri Alika di dalam kamar
"nanti saja mbok.... lagi pengen sama Anaya terus nih"
"ya ampun mbak.... maaf jangan mbantah terus dong, mbak Alika harus makan sekarang agar ASI-nya juga lancar terus"
Alika menoleh mencerna perkataan mbok sum setelahnya ia pun berdiri dan menghampiri mbok sum
Mbok sum merasa takut jikalau majikannya itu merasa tersinggung dengan ucapannya tadi
tatapan mata Alika tak bisa ditebak oleh mbok sum
"makasih ya mbok udah ngingetin aku....,titip Anaya sebentar" Alika pun segera berlalu dari hadapan mbok sum dan pergi ke ruang tengah tempat mbok sum menyajikan seluruh masakannya
Mbok sum mengelus dadanya, ia yang sempat berpikiran negatif pun menghembuskan nafasnya perlahan lalu segera mendekati Anaya yang masih ingin berceloteh itu
Melihat makanan di depannya tak membuat nafsu makan Alika bertambah tapi ia harus makan yang banyak agar produksi ASI-nya melimpah
Saat Alika tengah menyuap nasi ke mulutnya Dahlia datang dengan membawa sebuah kresek berisi kue lalu ia pun ikut duduk tak jauh dari Alika
"mbak ini tadi aku beli kue di pasar.... cobain deh" tawarnya lalu mulai menata kue itu di piring
__ADS_1
"beli di pasar atau beli di...." tanya Alika sambil terus menyuap makanan je mulutnya
"di pasar mbak....kan udah beberapa hari mbak Dila gak jualan....."
"o......" Alika tak ingin terlalu menanggapi tentang Dila jika hanya membuatnya sakit hati karena prasangka buruknya terhadap dirinya
Dan suami Dahlia pun memang sengaja tidak memberi tahu orang rumah kalau Dila sempat datang kesana, Ferdi berpikiran jika Dila datang ke sana untuk mengembalikan uang yang diberikan oleh Alika beberapa hari lalu
*****
"bagaimana Dil kamu sudah putuskan mau kamu bagaimanakan uang pemberian Alika itu nak...." bu Rini menatap penuh selidik pada Dila
"bapak lihat niatnya Alika itu sudah baik nak.... dengan uang segitu lebih dari cukup untuk kamu buat modal usaha....ya mungkin dengan jualan sembako seperti apa kata Alika waktu itu, toh halaman ini juga masih bisa buat bikin toko sembako meskipun tidak besar" lugas pak adji membuat Dila menatap dalam netra bapaknya itu
"sebenarnya aku juga berpikiran seperti itu pak.... tapi bagaimanapun malam itu aku juga bersikap tak pantas sama dia, uang ini uangnya setelah perceraiannya dengan mas Galang tapi dia memberikannya padaku..."
"cepat temui dia.... jangan ditunda-tunda lagi, lebih cepat lebih baik.... dan bapak pesan kalau nanti kalian bertemu, jaga ucapan mu jangan selalu berpikiran buruk sama orang.... bicarakan dengan kepala dingin"
"assalamualaikum...."
"assalamualaikum...." ucap lana dan lani bersamaan
"waalaikum salam....." jawab Dila
Lana dan lani segera menghambur memeluk Dila membuat Dila terkesiap dengan tingkah dua kembar ini
"hei.... jangan seperti itu," ucap Arman yang berada di belakang lana dan lani "maaf mbak anak anak saya dari kemarin merajuk ingin bertemu dengan mbak Dila" ucapnya sopan
Dila memandang nanar wajah kedua anak kembar itu,lalu setelahnya ia pun berucap tanya "ada apa kok kalian nyariin bunda,hem"
__ADS_1
"bunda aku dan lani pengen di peluk bunda, kayak lia kemarin, kemarin aku liat Lia di peluk dicium sama bunda....aku juga mau bunda" seketika dada Dila memanas mendengar ucapan lana, lalu ia alihkan pandangannya pada sosok lelaki yang berulang kali menghembuskan nafas beratnya
"maaf mbak kemarin kata neneknya pas mereka berdua lewat depan rumah ini mereka lihat Lia dipeluk dan dicium oleh mbak Dila.... tolong maafkan mbak, mereka belum mengerti kalau mereka tidak punya..... bunda"
"punya kok....ini bunda.... ayah yang salah, aku punya mainan aku bagi sama Lia jadi kalau Lia punya bunda ya harus di bagi juga sama kita ya kan lani" ucap polos lana seraya menatap tajam ayahnya, ia tak terima disebut tak punya bunda
Dua kembar itu memang tak pernah merasakan kasih sayang ibunya sejak kecil karena ibu kandung mereka memilih kabur bersama kekasihnya saat si kembar itu masih berusia tiga bulan.... himpitan ekonomi saat itu menjadi alasan ibunya lana dan lani pergi meninggalkan suami juga anaknya.... otomatis saat itu hingga sekarang nenek merekalah yang membantu merawat lana dan lani
"gak papa pak Arman kita jelaskan pelan pelan saja.... mereka masih terlalu kecil untuk mengerti kehidupan orang dewasa...." ucap Dila lalu setelahnya iapun mensejajarkan tingginya dengan lana dan lani lalu "kalian mau dicium kan....sini bunda cium, siapa yang duluan ya....." lana dan lani pun berebut untuk mendapatkan ciuman pertama dari Dila
"aku...." teriak lani
lana pun tak mau kalah "aku....aku bunda...."
Akhirnya Dila pun mencium mereka berdua bersamaan lalu setelahnya ia pun memeluk mereka dengan penuh kasih
"ayo lana lani kita pulang, bukankah sudah dituruti mau kalian.... ayo pulang ayah harus segera berangkat kerja" Arman pun hendak meraih tangan anak anaknya tapi mereka menyembunyikan tangannya ke belakang tubuhnya
"gak mau.... kita mau sama bunda dulu, masih mau disini"
"lana jangan seperti ini, ayah sudah siang ini.... waktunya kerja, kalian jangan buat ayah marah ya..."
"gak mau...."
Dila pun segera berbicara pada kedua anak Arman yang enggan untuk pulang itu"lana lani kalian nurut sama ayah kalian ya.... ayah kalian harus segera berangkat kerja, bunda juga mau pergi setelah ini.... bunda sedang ada janji dengan teman bunda.... nanti sore kalian kesini lagi ya...."
"aahhh.... bunda,kami ikut boleh "
"lani...." teriak Arman membuat lana dan lani takut lalu setelahnya ia pun mau ikut ayahnya untuk diantar ke rumah nenek mereka yang juga hanya berjarak beberapa rumah dari rumah Arman
__ADS_1
Setelah mereka bertiga pergi segera Dila bersiap untuk ke rumah Alika....
Thalia yang baru bangun tidur itupun terlihat rewel hingga akhirnya Dila memutuskan untuk mengajaknya pergi ke rumah Alika