Wanita Kedua

Wanita Kedua
tidak ingin disisi mu lagi


__ADS_3

seharian Galang uring-uringan di rumah, Alika benar-benar membuatnya kelabakan.bahkan ponselnya pun sudah 3 kali dilempar ke sofa.


"mas minumlah dulu, mungkin mbak Alika sedang pergi bersama teman temannya berfikirlah positif" diarahkan segelas jus jeruk ketangan kanan Galang dan langsung diterima Galang lalu diteguk nya hingga tak bersisa


"tidak biasanya dia seperti ini, bahkan sebelum kami menikah dia akan meminta ijinku dulu jika ingin pergi kemana pun itu" didudukkan bokongnya ke kursi yang berada di teras


"kamu sudah menghubungi mbak Mala mas, mungkin dia di restonya, ini kan hari Sabtu biasanya resto begitu ramai" ucap dila


"ya....aku akan kesana sekarang, dia pasti ada disana" Galang lalu beranjak dari kursi dan berjalan ke dalam rumah hingga beberapa saat ia sudah kembali dengan membawa kunci mobilnya


dila mendekatkan tubuhnya dengan tubuh suaminya setelahnya ia berujar "mas apapun yang terjadi jangan kasar kepada nya , ingatlah apa yang terjadi waktu itu saat kamu emosi"


"ya aku mengerti,aku hanya ingin tahu dia ada dimana??!!" lalu diciumnya kening dila lalu ia beralih ke perut dila, Galang mencium perut itu berkali-kali


saat Galang menciumi perut dila terdengar suara langkah kaki mendekat ke arah mereka


"ohh... sweet banget, maaf ya mengganggu keharmonisan kalian" wanita itu pun berdiri tepat di samping mereka


Galang mendengarnya langsung menoleh kearah sumber suara itu...ya, istri yang dinantikan olehnya sedari tadi berdiri disampingnya dengan membawa beberapa tas belanjaan.galang pun berdiri dan berjalan kearah Alika

__ADS_1


"kamu dari mana...aku menghawatirkan mu dari tadi dan ponsel mu mana kenapa tidak kau angkat panggilan ku" cecar Galang, kedua tangan nya memegang pundak Alika


"khawatir....huh lucu," ejek alika


"lucu!!! aku benar-benar menghawatirkan mu!!!"


"suamiku tersayang.... kalau memang kamu khawatir dengan ku tidak mungkin kamu meninggalkan ku tengah malam" dilepaskannya kedua tangan Galang dari pundaknya lalu sedikit didorongnya tubuh kokoh Galang agar dia bisa berjalan melewati nya


baru saja dua langkah, Galang sudah menggenggam tangan Alika dengan kasar


"dil masuklah ke kamar..." Galang melontar kata untuk dila tapi tatapannya masih tak beralih dari Alika.


sesampainya di dalam kamar mereka, Galang baru melepaskan tangan Alika.merasa kesakitan alika pun menggosok tangannya yang merah itu


"apalagi sekarang... lampiaskan semuanya.baru tangan ku yang terluka dan anak ku yang meninggal, pukul aku sesukamu" Alika mendekati raga Galang lalu meraih kedua tangan Galang dan memukulkannya ke tubuhnya


Galang melepaskan tangannya lalu meraih tubuh Alika dan mendekapnya.alika diam tak membalas hingga beberapa saat baru galang melepaskan pelukannya


"sayang kenapa kamu seperti ini.... ini bukan Alika ku,ini bukan kekasihku yang dulu, kenapa kamu berubah?"

__ADS_1


"kamu yang membuatnya berubah.... kamu sudah menghancurkan hubungan kita"


"apa maksudmu sayang,aku mencintaimu sama seperti dulu, sangat sangat mencintaimu"


"kalau memang kamu mencintaiku tidak mungkin ada wanita kedua di rumah tangga kita.dan hati ini apa kamu yakin hanya ada aku disini" Alika meletakkan telunjuknya di dada Galang dan tersenyum getir


"nyatanya lelakiku sudah membagi raga dan hatinya untuk wanita lain.... bahkan kamu sudah sanggup mengasari ku demi menuruti keinginan wanita itu"


Alika berbalik sambil bersendekap enggan menatap suaminya


"sayang.....


"pergilah.... mungkin wanita mu itu sedang menunggu mu,aku sudah terbiasa sendiri"


"tidak ada yang akan membiarkan mu sendiri,aku selalu ada di sisi mu....


"tapi aku tidak ingin disisi mu lagi.....aku tidak mau poligami


********

__ADS_1


*happy reading 😘😘😘😘😚😚


__ADS_2