
melihat luka di pelipis Alika membuat bu Lastri berpikir aneh-aneh, bagaimana bisa Alika terluka bahkan luka itu tak cukup hanya dipelipis tapi juga ada di kedua lengannya, dipandangnya Alika dari atas sampai ke bawah
"apa yang sudah dilakukan Galang kepadamu,heh..." tanya bu Lastri dengan nada sedikit kasar
"bu tadi aku kecelakaan, dan mas Galang yang membawaku ke rumah sakit...ibu jangan selalu berpikir negatif,mas Galang tidak sejahat itu!!" tegur Alika,ia tau ibu pantinya itu merasa cemas melihat kondisinya
"bagaimana ibu tidak berpikir aneh-aneh, sedari siang sampai malam begini ponselmu mati tidak ada kabar sama sekali terus pulang pulang keadaan mu seperti ini"
"maaf bu ponsel ku rusak saat aku terjatuh tadi....aku mau istirahat bu bolehkan, badanku rasanya sakit sekali" tanpa menunggu jawaban dari bu Lastri dia pun beranjak dengan sedikit tertatih menuju kamarnya.bu Lastri pun memandang nanar kepergian anak asuhnya itu
teguh yang mendengar perkataan Galang hanya diam mencerna perkataan itu.mungkin memang Galang melakukan poligami tapi teguh tau pasti seberapa besar cinta Galang untuk alika.... lalu mengapa Alika harus bersama Galang tadi, banyak tanya yang tak mungkin ia tanyakan kepada Alika dan perkataan Galang tentang "titip Alika" membuat tanya di otaknya, apakah mungkin Galang sudah tau tentang kebohongan Alika pikir Galang
🌷🌷🌷🌷🌷
sebulan berlalu setelah kejadian itu.galang menepati janjinya, dia yang seminggu lalu telah dikaruniai seorang putri cantik dari rahim Dila pun mulai menyiapkan rumah untuk didiami bersama keluarga barunya itu
penolakan pun dilayangkan oleh mama ratna, meskipun beliau belum seutuhnya menerima kehadiran dila tapi bagaimanapun bayi mungil yang kini menemani hari harinya adalah cucunya
"apakah tidak bisa kau tunda nak, mama baru saja menimang cucu sekarang kamu mau pisahkan kami" mama ratna mendudukkan bokongnya di samping Galang,kini mereka sedang berada di kamarnya Galang menemani baby thalia yang sedang tidur di pangkuan dila
bayi mungil buah hati Galang dan dila itu diberi nama Thalia Ivanka Hendriansyah, nama itu adalah nama yang dulu pernah diutarakan oleh Alika jika kelak mereka mempunyai anak perempuan... tapi Tuhan berkehendak lain, Alika belum sempat menimang bayinya.dila pun tak mengetahui bahwa nama itu adalah nama yang diimpikan oleh Alika.
__ADS_1
"tidak ma... maaf kalau mama kangen thalia mama bisa berkunjung ke tempat kami, tapi maaf aku tidak bisa tinggal lebih lama di kota ini" lugas Galang
"sebenarnya ada apa sih kenapa kamu ngotot banget mau ajak anak dan istrimu pindah ke kota lain.... apa ini ada hubungannya dengan alika?" tanya mama ratna memastikan
"haah...." Galang menarik nafas panjang setelahnya ia pun berujar " ma aku salah, benar kata mama kalau Alika tidak pernah selingkuh,dia tidak hamil dan perubahan sikapnya waktu itu hanya agar aku menceraikannya"
"jadi mbak Alika benar tidak hamil.... lalu apakah kamu akan kembali padanya mas?" Dila gusar mendengar ucapan Galang tentang Alika, dadanya terasa sesak ada ketakutan disana.rasa khawatir akan dicampakkan pun hadir di pikirannya, bagaimanapun suaminya itu masih terlihat begitu mencintai mantan istri keduanya itu
Galang menangkap raut gelisah istrinya,ia pun mendekati raga Dila lalu mencium kening istrinya itu sejenak guna meredam kegundahan hati dila.diciumnya pula thalia yang berada di pangkuan dila setelahnya ia memandang netra dila lalu kembali berujar
"apa kamu lupa kalau kami sudah berpisah,dia masalalu ku....aku harus menceritakan kebenaran ini karena aku tidak mau suatu saat jika kalian bertemu ada perasaan marah atau apalah nantinya" Galang menghela nafas sejenak kemudian ia kembali berucap
"Alika melakukan kebohongan itu agar aku mau menceraikannya setelahnya aku bisa memberikan hak mu untuk menjadi istri ku yang sah.dia tidak mau dimadu meskipun dia mencintaiku tapi dia harus memberikan hak kepada anak kita makanya dia melakukan itu semua" ucap Galang sendu
"sekitar sebulan lalu kami bertemu, Alika kecelakaan dan tak sengaja aku yang menolongnya, sudah ya ma,dil jangan bahas ini lagi dan kamu dil jangan punya pikiran macam macam sekarang aku ada bersamamu" dikecupnya lagi kening dila setelahnya ia pun beranjak meninggalkan dua wanita beda generasi itu
mama ratna yang mendengar Alika sempat kecelakaan pun tanpa sadar ikut meneteskan air matanya, iapun seperti ikut merasakan sakit yang dialami oleh mantan menantunya itu
"andai kamu tidak hadir di tengah mereka pasti sampai saat ini mereka berdua masih bersama, mereka berjuang selama 3 tahun untuk bisa bersama dan dalam sekejap kehadiran mu merubah segalanya...." ucap mama ratna,ia masih belum rela menerima perpisahan Galang dan Alika
Dila hanya menangis mendengar perkataan mertuanya itu,sebenci itukah mertuanya padanya.tak bisakah mama ratna sedikit berbicara lebih lembut padanya
__ADS_1
mama ratna pun akhirnya meninggalkan dila berdua dengan putrinya itu lalu bergegas beliau pergi menyusul putranya itu, dan ternyata Galang sedang berjalan kearah pintu, dia hendak keluar entah kemana.dengan segera mama ratna berteriak memanggil nama putranya itu
"Galang.... berhenti tunggu mama!!!" teriak mama ratna
Galang pun menghentikan langkahnya dan berbalik kearah mama ratna
"ada apa lagi ma?" tanya Galang yang melihat mamanya tergopoh-gopoh memanggilnya
"kamu mau kemana?"
"aku masih ada yang harus kubereskan ma"
"jika ada yang harus kamu lakukan itu adalah tentang Alika"
"apa maksud ucapan mama,aku tidak mengerti?"
"ceraikan Dila dan kembalilah dengan alika.... mama yakin dia pasti masih mau bersanding denganmu" ujar mama ratna lalu meraih tangan putranya itu
"cukup ma.... sekarang dan selamanya dila akan menjadi istriku, jangan berkata yang tidak tidak...terima dila aku mohon demi aku dan thalia"
mama ratna menggeleng,ia masih bersikukuh dengan pendiriannya, apalagi setelah tadi mendengar penuturan Galang kalau Alika hanya berbohong demi status anaknya Galang
__ADS_1
"lagian mama juga mengerti hukum agama bukan bahwa aku dan alika tidak akan bisa menikah lagi jika Alika belum menikah lagi setelah berpisah dengan ku.... cukup ma biarkan Alika bahagia sudah cukup aku menyakiti hatinya"