
memory tentang apa yang sudah dilakukannya dengan teguh malam itu membuat Rosa terisak. malam dimana dirinya dan teguh yang sama sama dalam pengaruh minuman beralkohol telah melakukan hubungan terlarang hingga menumbuhkan janin di rahimnya.
" nama nya Kevin... dia aku lahirkan dalam keadaan prematur, sehingga ada beberapa organ penting di tubuhnya ada yang tidak bisa bekerja secara sempurna" rosa menghela nafasnya sejenak lalu ia pun mendudukkan bokongnya di sofa empuk yang ada diruang kerja teguh itu.
teguh hanya menatap setiap pergerakan tubuh Rosa yang terlihat bergetar itu. wanita cantik yang pernah menjadi partner nya semalam itu kini terlihat menyeka air matanya
" dengan uangku, aku bisa memberikan pengobatan terbaik untuk Kevin, hingga ia dinyatakan benar benar sehat.... tapi justru kelalaian ku mengaburkan semua upaya ku untuk menyehatkan putraku.... malam itu setelah seharian aku membawa Kevin keliling mal untuk membeli mainan kesayangannya... kami kecelakaan, dan naasnya benturan keras di dada kevin merusak ginjalnya.... putraku sadar tapi beberapa hari ini dia berkata kalau dia ingin punya papa.... "
"hari itu aku menemui mu bukan dan kamu bilang kalau kamu tidak hamil dan kamu minta aku untuk melupakan kejadian malam itu karena tidak ada yang tersisa dari malam itu dan sekarang tiba tiba kamu datang dengan membawa cerita sedih tentang putramu yang belum tentu dia adalah anakku" ucap teguh
"ya kamu benar aku memang tidak mengatakan kalau aku hamil.... tapi saat itu dengan segala keegoisan ku, aku ingin menggugurkan kandungan ku hingga bu Lastri datang menemui ku dan memberikan nasehat agar aku membatalkan niatku"
dengan anggunnya kini Rosa berjalan kearah teguh yang masih berdiri di samping meja itu
"aku wanita biasa Guh, yang tentu akan malu jika digunjing orang karena hamil tanpa suami sedangkan kamu.... apa saat itu jika aku datang padamu dan mengatakan kalau aku tengah hamil anakmu kamu akan mau bertanggung jawab sedangkan kamu tengah sibuk untuk mendapatkan cinta Alika, wanita yang baru saja menyandang status janda...."
tanpa disadari keduanya diambang pintu tengah berdiri seorang wanita hamil Dan ibu asuhnya, ya dia adalah Alika dan bu Lastri yang hendak menemui teguh dengan urusan berbeda
"cukup Ros.... jangan bawa bawa nama istri ku dalam masa lalu kita, sekarang katakan apa maumu?" tegas teguh sambil terus menatap tajam manik mata Rosa
"datanglah ke rumah sakit, temui putramu... hanya itu, dia juga berhak mendapatkan kasih sayang mu...."
"tidak.... sudah kubilang belum tentu dia anakku..."
plaaaaakkk
"Wi....." pekik teguh
Alika yang sedari tadi menyimak percakapan suami dan juga temannya itu pun langsung menampar pipi teguh yang mengelak tentang keberadaan putranya itu
"Wi... aku bisa jelasin, Rosa hanya berbohong...."
"tidak ada yang perlu dijelaskan kak, bahkan sebelum pernikahan kita aku sudah tau semua kisah mu dengan rosa... dan tentang anak itu...." Alika pun kini memutar tubuhnya dan kini wajahnya dengan wajah Rosa telah saling berhadapan
"maaf... aku tidak ingin mengganggu rumah tangga mu, tapi anakku butuh kehadiran papanya, dia juga ingin seperti teman temannya yang punya mama dan papa di sisinya" lirih Rosa, kini pelupuk matanya sudah berair saat menceritakan tentang putranya yang begitu dikasihinya itu
"apa benar dia anak kak teguh" tanya Alika dengan tatapan mengintrogasi
Rosa mengangguk tanda benar kalau putranya itu adalah benar darah daging teguh
__ADS_1
"baiklah, aku pastikan besok kak teguh akan datang untuk menemui putranya... tuliskan saja dimana dan kamar berapa dia dirawat" Alika menyodorkan sebuah kertas beserta bolpoin kepada Rosa, Rosa pun mengambil kertas itu dan memberikan alamat rumah sakit tempat putranya dirawat
"Wi.... apa yang kamu lakukan, jangan percaya Rosa" ucap teguh tapi Alika masih bergeming, ada rasa berkecamuk dalam hatinya tapi ia tahan sebisa mungkin
setelah selesai menuliskan alamat yang diinginkan oleh Alika, kini Rosa pun beranjak pergi dari tempat itu, ia berjalan dan berhenti tepat di depan bu lastri lalu kemudian ia mencium tangan wanita paruh baya yang juga telah tau tentang kisah hidupnya. bu Lastri pun kemudian memeluk tubuh rosa dengan penuh kasih
Rosa pun pergi meninggalkan mereka bertiga di ruangan itu
beberapa saat setelahnya, bu Lastri pun berujar "selesaikan masalah kalian berdua dengan kepala dingin" selesai mengatakan itu bu Lastri pun pergi meninggalkan Alika dan teguh
lama mereka berdua diam hingga akhirnya teguh pun berucap
"Wi....."
"kita bicarakan nanti dirumah..." ucap Alika dingin,lalu pergi meninggalkan suaminya yang masih terpaku di tempatnya itu.
*
*
*
hening....
"aku pernah terluka..., pernah berbagi raga suamiku dengan wanita lain.... apa sekarang aku harus berbagi lagi dan lagi lagi saat aku tengah hamil" keluh Alika
"Wi... aku bukan Galang yang akan membagi ragaku dengan wanita lain" tegas teguh
"mungkin bukan wanita kedua yang akan membagi ragamu nanti kak ... tapi darah daging mu dengan wanita di masa lalu mu itu" kini Alika menatap tajam ke arah teguh yang masih belum berani menatap wajah istrinya itu
"aku mencintaimu Wi, dan kamu tau itu.... dan tentang anak itu sungguh aku tak tau apapun...."
"sungguh kak aku tak ingin lagi berbagi..." ucap Alika lirih
"tidak....istriku tidak akan membagi apapun" ucap teguh tegas lalu memegang kedua tangan istrinya itu
belum selesai mereka berbincang ponsel alika berdering dan nampak di layar ponselnya nama bu Lastri tertera disana
*
__ADS_1
*
*
*
* tiga puluh menit kemudian
Alika dan teguh datang ke rumah sakit tempat anak rosa dirawat atas permintaan bu Lastri
"ada apa ros... kenapa kamu meminta kami datang kesini sekarang" ucap Alika,
"kevin....kevin ...." ucap rosa disela tangisnya
"ada apa dengan putramu ros.... katakan yang jelas" ucap Alika sambil melempar pandangan kearah suaminya
"guh...aku mohon kabulkan permintaannya, sekali ini saja....dia ingin bertemu papanya" ucap rosa dengan sayup mata memelas,
Alika menatap wajah teguh lalu mengangguk meminta suaminya itu untuk menemui kevin dan teguh pun akhirnya masuk kekamar rawat Kevin
*didalam kamar rawat kevin
"pa...pa..papa...." ucap Kevin terbata
teguh masih memandang lekat wajah bocah lelaki itu yang memang memiliki kemiripan dengan wajahnya sewaktu kecil
teguh memegang telapak tangan kevin yang mungil itu,lalu mencium keningnya.... teguh merasakan ada sesuatu gejolak di dadanya....
"hai jagoan" sapa teguh membuat kevin tersenyum
"pa...papa...evin mau foto" pinta kevin
Alika dan rosa pun ikut masuk ke kamar rawat setelahnya...
"Kevin mau foto sama papa ya?" sahut rosa sambil menatap wajah putra kecilnya itu
"sama mama papa..." jawab kevin
Alika segera mengambil ponsel dari tangan rosa dan meminta teguh untuk menuruti keinginan kevin, awalnya teguh menolak karena dia tak enak hati dengan istrinya itu tapi Alika pun berusaha meyakinkan teguh bahwa dia harus menuruti keinginan kevin
__ADS_1
mereka bertiga pun akhirnya foto bersama, teguh disisi kanan dan rosa disisi kiri Kevin....
🌹🌹🌹🌹🌹