Wanita Kedua

Wanita Kedua
ending


__ADS_3

Galang melayangkan tangannya ke udara hendak membalas tamparan wanita yang dicintainya itu tapi perlahan ia menurunkan tangannya saat melihat sorot mata kemarahan dari Alika


Rasa cintanya seolah kalah dengan keegoisan dalam dirinya....


Dengan rasa kesal yang memenuhi otaknya segera Galang berjalan menjauh dari wanitanya itu.... sesaat saat ia sampai di ambang pintu ia pun berbalik menatap tajam kearah Alika


"sudah ku bilang menurut lah Al.... sebentar lagi akan ada yang datang untuk merias mu, aku ingin kamu tampil cantik di acara pernikahan kita nanti dan setelah itu aku akan mempertemukan mu dengan anakmu"


Tak lama setelah Galang pergi seorang wanita seumuran dengannya masuk ke kamar beserta seorang lelaki yang berpakaian serba hitam layaknya seorang preman


Wanita itu tersenyum ramah pada Alika lalu duduk di sampingnya dengan membawa sebuah piring berisikan roti panggang lalu menyodorkannya pada Alika


"makanlah dulu mbak.... kamu pun butuh tenaga untuk bisa pergi dari sini" ucapnya sangat lirih tapi mampu di dengar dengan jelas oleh Alika


Alika menatapnya dengan tatapan penuh tanda tanya tapi tak berapa lama wanita itu tersenyum simpul dan mengangguk pelan pada Alika


Sepotong roti panggang dengan segelas susu hangat yang dibawa oleh wanita itu tadi kini telah berpindah ke dalam perut Alika


Ibu satu anak itu benar benar merasa lapar juga lemah hingga ia tak punya pilihan lain selain memakan makanan itu. jika ia ingin kabur dari rumah ini tentu ia butuh tenaga bukan dengan tubuh yang lemah ini


Senyum mengembang dari bibir Galang saat ia melihat dari balik pintu saat Alika mau makan

__ADS_1


Beberapa saat berlalu kini Alika telah di rias cantik dengan memakai kebaya pengantin berwarna putih. Cantiknya riasan pengantin itu tak sempurna karena tak ada senyum yang terukir di wajahnya bahkan air mata tak henti mengalir di atas riasan wajah tersebut


Dengan gagah Galang pun masuk ke dalam kamar yang ditempati oleh Alika. Lelaki itu sudah siap dengan kemeja hitam layaknya seorang yang akan melangsungkan pernikahan


"kamu sangat cantik sayang....." Galang berdiri tepat di belakang Alika seraya memegang kedua pundak Alika yang nampak bergetar.


Perempuan yang tadi merias Alika pun segera dibawa anak buah Galang untuk pergi dari sana


"aku tidak akan pernah menjadi pengantin mu lagi...." ketus Alika


"kamu sekarang disini dan akan aku pastikan kita menikah sebentar lagi..... tunggulah sebentar lagi," Galang mengecup lembut pucuk kepala Alika dari belakang


Tanpa sepengetahuan Galang, penghulu dan beberapa orang yang ikut dengannya adalah polisi yang sedang menyamar.


Diluar rumah anak buah Dani sedang berusaha melumpuhkan anak buah Galang yang berjaga di luar rumah tersebut.


Didalam kamar


Alika yang merasa frustasi pun tanpa berpikir panjang memecahkan gelas bekas susu yang diminumnya tadi lalu menggoreskan nya di pergelangan tangannya. Darah mengalir dari pergelangan tangan kirinya itu dan membasahi kebaya putih yang dipakainya


"aku tak sudi menikah dengan mu mas Galang" lirih Alika sebelum dia kehilangan kesadarannya

__ADS_1


Anak buah Dani telah berhasil melumpuhkan anak buah Galang yang berada di luar. Selanjutnya setelah saling berkode dengan polisi yang menyamar di dalam segera mereka masuk ke dalam dengan persenjataan lengkap.


pergulatan pun terjadi di dalam. Galang pun berusaha mencari kelengahan mereka lalu segera masuk ke dalam kamar Alika.


Netra nya terpaku saat melihat Alika terlentang di atas ranjang dengan darah yang masih menetes.


Galang berlari mendekati tubuh Alika lalu dengan segera merobek selendang yang berada tak jauh darinya untuk ia ikat di pergelangan tangan Alika yang tergores


"al bertahan, kamu pasti kuat Al...." lirih Galang ditengah kekalutannya.


Galang segera membopong tubuh Alika yang sudah tak sadarkan diri itu.belum sempat ia membuka pintu kamar ternyata pintu itu pun di dobrak dari luar. Dani muncul dengan tergesa memasuki kamar itu


"Alika.....apa yang terjadi" segera Dani mendekati Galang lalu meraih tubuh Alika, sedangkan beberapa orang polisi pun meringkus Galang


****


kemudian


Nyawa Alika berhasil di selamatkan meskipun ia kehilangan banyak darah.


Dampak dari penculikan itu pun membuat Alika dilanda depresi selama hampir dua tahun dan Galang pun merasakan penyesalan yang mendalam karena ulahnya. Dia di hukum selama 8 tahun

__ADS_1


__ADS_2