
hampir tengah hari gadis yang semalaman tak sadarkan diri akibat minum minuman beralkohol mulai membuka matanya.kepalanya terasa berat bahkan matanya seakan menolak untuk terbuka.perlahan ia paksakan matanya untuk terbuka dan saat itulah dia merasa asing dikamar itu... dipegangnya kepalanya yang terasa berat itu hingga pandangannya tanpa sengaja menangkap keanehan di baju yang ia kenakan, itu bukan baju yang sebelumnya dikenakannya
"hah.... daster" dipegangnya daster berwarna kuning kecoklatan itu lalu ia pun berteriak "aaaaa......"
dani yang kebetulan sedang berjalan kearah kamarnya pun segera menghampiri giany yang berteriak itu
"ada apa Gi.... kenapa berteriak" tanya Dani khawatir
"mas Dani....!!!!" melihat Dani yang datang membuat giany semakin tersentak kaget "mas kenapa kamu ada di sini?" tanya giany yang kini duduk bersandar di hardboard ranjang itu
"kamu gak inget semalam kamu kenapa" dani pun mulai mendudukkan bokongnya di ranjang yang sama tempat giany kini duduk
"aku...a-ku.... a-ku.... tapi aku bersama Bella lalu dimana Bella mas" tanya giany matanya mulai mulai mengabsen sekitar kamar dan tak melihat sosok Bella di sana
"Bella ada dikos-an nya, katakan siapa yang membuat mu patah hati sampai berbuat bodoh seperti itu.... apa jadinya kalau Bella sampai meninggalkan mu disana" ujar dani dengan wajah serius
"tak mungkin Bella ninggalin aku sendirian di sana"
"ya untungnya tidak dan dia pun pintar,dia menghubungi ku meminta ku menjemput kalian disana"
"maaf.... makasih ya mas, lalu bajuku.... apa kamu yang me-nggan-ti-nya" tanya giany terbata-bata
"haaah .... kalau iya kenapa" goda Dani, kegelisahan diwajah giany membuat dani tak kuasa untuk tak menggodanya
giany yang mendengar perkataan dani pun mulai menangis, ditutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya,ia malu jika dani yang mengganti bajunya otomatis dis juga sudah melihat tubuh polosnya, pikir giany
"bukan....ibu yang mengganti bajumu, kamu ya Dan suka sekali menggoda anak orang lihat tuh sampai nangis" ibunya dani yang sedari tadi ikut mencuri dengar pembicaraan dani dan giany pun tak kuasa mendengar tangisan giany akhirnya ikut masuk kedalam kamar
__ADS_1
"kamu sudah bangun.... jangan didengarkan ucapan Dani,ibu yang mengganti bajumu, bajumu kotor terkena muntahan mu" ucap ibunya Dani lagi
setelah merasa cukup enakan giany akhirnya pun memilih pulang ke rumahnya.kedua orangtuanya yang sejak semalam mencarinya pun banyak mencecar tanya pada putrinya itu tapi giany beralasan menginap di tempat Bella dan ponselnya tertinggal di mobil
🌹🌹🌹🌹
Dila yang resah dengan sikap suaminya pun memutuskan untuk menemui mantan madunya itu, Dila meminta ijin kepada Galang untuk menemui keluarganya yang kebetulan satu kota dengan alika.tak mungkin dia mengatakan tentang rencananya kepada Galang pasti Galang akan melarang
Galang pun mengijinkan dila berkunjung ke tempat kedua orangtuanya tanpa didampingi olehnya.
hari beranjak sore, Dila yang baru sampai tengah hari di kota itupun menitipkan kedua anaknya kepada pak adji dan bu Rini.
kini dila sudah berada di depan resto milik Alika,dila sangat yakin kalau wanita yang ingin ditemuinya pasti berada di sana.dihembuskannya nafas panjang sebelum ia melangkah ke dalam.ada sesak yang dirasakannya, berjumpa dengan masalalu bukanlah inginnya tapi itu harus dilakukannya sebagai seorang istri demi bisa melihat senyum bahagia diwajah suaminya
perlahan dila masuk ke resto itu,ia tak menuju kursi kosong melainkan menemui gadis penjaga meja kasir yang juga heran melihat kehadirannya
"saya tidak ingin memesan makanan, saya ingin bertemu pemilik resto ini" jawab dila
"maaf ada keperluan apa ya mbak.... apa sudah membuat jan-ji?" tanya Dewi
"mbak tolong sampaikan saja kepada mbak Alika Pratiwi kalau Dila ingin bertemu dengannya"
"oh.... tapi maaf hari ini mbak Alika tidak datang ke resto, beliau sedang fitting baju pengantin di butik"
"apa.... fitting baju pengantin, apa saya tidak salah dengar" tanya dila memastikan pendengarannya tak salah
Dewi mengangguk menandakan itu benar adanya, Dila yang terkaget itupun akhirnya mendudukkan bokongnya di kursi,
__ADS_1
"apa yang harus kulakukan sekarang" antara bingung dan bahagia kini dirasakan oleh Dila.wanita masalalu suaminya ternyata akan menikah itu berarti dia sudah move on dari Galang.
perlahan Dila pun melangkahkan kakinya keluar dari tempat itu,ia berjalan menunduk.pikirannya masih bingung hingga tubuhnya bertabrakan dengan tubuh seorang wanita didepannya
bugh...
"maaf... maaf" Dila yang menyadari kalau dia salah telah berjalan menunduk pun melontar kata maaf kepada wanita didepannya yang juga terjatuh tanpa melihatnya
"mbak Dila..... ngapain kamu disini" tegur wanita yang tadi bertabrakan dengannya
"ah.... mbak Mala, maaf mbak tadi aku tak sengaja" ucap dila gugup, sesungguhnya dila tak ingin bertemu dengan sahabat Alika itu karena terakhir mereka bertemu sikap Mala sangat tak baik kepadanya
"ngapain kamu kesini lagi....mau ganggu Tiwi lagi ya!!" Mala yang memiliki sifat sedikit pemarah itu pun langsung melontar kata yang ada di pikirannya
"tidak mbak.... saya tadi mau memesan makanan dari tempat ini tapi tak jadi" bohong Dila,dia tak punya keberanian untuk mengatakan tujuannya kesini kepada Mala
Dewi yang melihat Mala berteriak pun akhirnya ikut nimbrung kesana
"mbak Mala.... tadi mbak ini mencari mbak Alika, tapi mbak Alika nya kan sedang pergi fitting baju pengantin" ucap Dewi
"tu kan bener dugaan ku kamu mau gangguin Tiwi, udah deh urus aja urusan mu gak usah lagi sangkut pautkan Tiwi lagi ,dia udah bahagia dengan kehidupannya yang sekarang ,apalagi dia juga mau nikah sebulan lagi jadi aku mohon dengan sangat mbak dila jangan ganggu Tiwi lagi.... dan satu lagi jangan pernah katakan kalau Tiwi akan menikah kepada suamimu itu aku gak mau sahabat ku menangis lagi, cukup sudah penderitaan yang dialami Tiwi saat kalian bersama" ucap mala panjang lebar
"mbak Mala maaf tapi bukan cuma mbak Alika yang merasa menderita akupun sama bahkan sampai saat ini mas Galang masih menyimpan mbak Alika dihatinya meskipun raganya bersama ku" ucap dila sendu
Mala terdiam,dia tau kalau dia hanya melihat tanpa ikut merasakan yang terjadi di masa lalu, bahkan Alika pun berulangkali kali mengatakan jangan pernah menyalahkan siapapun karena semua itu sudah menjadi ketetapan Nya
"permisi mbak....aku ucapkan selamat atas pernikahan mbak Alika semoga dia mendapatkan kebahagiaan yang hakiki, semoga kebahagiaan rumah tangga yang diimpikan olehnya bisa terwujud" ucap dila lalu mulai beranjak meninggalkan tempat itu
__ADS_1