
"maaf mbak, siapa yang sakit kok mbak Dila ada disini" tanya Alika kala melihat dila dengan raut wajah gelisah
"emmm ... mbak bisa kita bicara sebentar, aku mohon sekali ini saja..." pinta Dila lalu meraih tangan Alika setelahnya
"mau bicara apa.... aku tidak mengijinkan" tegas teguh menatap tajam kearah Dila
"aku mohon, sekali ini saja.... ini tentang anakku"
"Albi...." spontan Alika menyebut nama anak sulung Dila, karena dia hanya tahu nama itu
"bukan.... Thalia, putri ku dan mas Galang"
"oh... maaf, aku tidak ingin ada urus....
belum lagi Alika melanjutkan perkataannya, Dila sudah menekuk lututnya di depan Alika sambil mengatupkan kedua tangannya "aku mohon mbak, hanya kamu yang bisa bantu aku...."
suasana rumah sakit yang ramai orang pun membuat mereka menjadi pusat perhatian karena ulah Dila.
"berdiri mbak jangan seperti ini, semua orang menatap kearah kita...."
"tidak, sampai mbak Alika mau menolong ku"
tak ingin membuat dirinya sebagai gunjingan orang akhirnya Alika menyetujui permintaan Dila. Dila pun berdiri dan akhirnya mereka bertiga kini duduk di bangku cafetaria rumah sakit tersebut.
Dila terus berurai air mata, Alika dan teguh hanya memandangnya saja. tentu mereka berdua tak ingin mengawali pembicaraan karena mereka berdua tahu ini pasti ada hubungannya dengan Galang, sedangkan teguh sangat tidak ingin masalalu istrinya itu menjadi duri dalam rumah tangganya.
Alika merasa tak nyaman, entah kenapa tapi hatinya tak tenang. dia merasa akan ada badai yang menerjang rumah tangganya jika dia membantu Dila.
__ADS_1
"mbak Alika maaf ini ada hubungannya dengan kita berlima" Dila ingin menceritakan tentang apa yang terjadi sebelum pernikahan Alika dan teguh
"maksudnya berlima?" tanya Alika binggung
"sehari sebelum acara pernikahan kalian mas Galang menemui giany, giany mengatakan bahwa mas Galang harus kembali dengan mu agar dia bisa bersanding dengan calon suamimu. hari itu aku kira mas Galang benar benar kembali denganmu mbak, karena dia pergi dari rumah tanpa pamit kepadaku"
"kami hanya masalalu mbak dan aku pun tak ingin lagi berurusan dengannya" lugas alika berucap, karena dia memang sudah mengubur dalam-dalam kenangan masalalu nya bersama Galang
"aku harap mas Galang pun berpikir seperti itu, saat mas Galang pergi ,aku yang dilanda cemburu pun memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah bersama anak-anak, semua akses komunikasi dengan mas Galang ku putus bahkan aku pun mengajak kedua orangtuaku pergi bersamaku. hingga kemarin Thalia putri kecil kami sakit dan dia terus memanggil nama ayahnya".
teguh dan Alika pun terus menyimak cerita demi cerita yang disampaikan oleh Dila. teguh gusar, ia mulai merapatkan kursi yang didudukinya dengan kursi istrinya. lalu setelahnya ia meraih tangan Alika dan mengusap-usap punggung tangan Alika ke pipinya.
Dila menyaksikan drama sepasang pengantin baru itu. hatinya getir, ternyata kini mantan madunya itu memiliki kebahagiaan yang teramat dalam hingga mungkin tak akan bisa ditembus oleh siapapun lagi.
"akhirnya aku menghubungi mas Galang kemarin, aku memintanya datang kesini dan tanpa sepengetahuan ku.... mama ikut. mama marah padaku, dia menganggap aku tidak becus mengurus anak. aku masih diam, karena bagaimanapun beliau masih mertua ku hingga semalam saat aku dan mas Galang tengah berbincang tentang hubungan kami, kami menitipkan thalia pada seorang suster dan saat kami balik.... thalia sudah tidak ada di kamar."
"lalu apa hubungannya dengan istriku jika putrimu menghilang" teguh yang mulai mengerti arah pembicaraan itu pun akhirnya bertanya maksud Dila
Alika kaget dengan apa yang dilakukan oleh teguh. teguh segera mengajak Alika berdiri.
"aku mohon jangan pergi, tolong aku. mbak tolong...." Dila berjalan mendekat kearah Alika, Alika memundurkan langkahnya.
"aku tidak mengijinkan istriku menemui keluarga Galang" teguh menarik tubuh Alika hingga kini teguh berada di depan tubuh istrinya itu
"aku mohon.... tolong ijinkan mbak Alika membantu ku membujuk mertuaku.... mertuaku pasti akan menuruti perkataan mu mbak" Dila memohon, kini dia sudah bersimpuh di kaki teguh.
Alika bergeming, antara kasihan dan binggung. sesungguhnya dia sudah cukup lelah dengan kehadiran giany disekitarnya dan kini mantan madunya itu meminta nya untuk bersinggungan lagi dengan masalalu.
__ADS_1
"mbak tolong.... bukan demi aku tapi anakku yang kini mencari keberadaan ku. aku mendengar dia menangis memanggil ku.... tapi mama menahan ku dan mas Galang untuk menemuinya" ucap Dila sambil terisak-isak
"ayo kita pergi.... itu bukan lagi urusan mu" teguh pun berbalik ingin mengajak istrinya itu untuk pergi tapi Alika justru menolak ajakan itu
"biarkan aku membantunya untuk bisa bertemu dengan anaknya, kak" dipegang nya pundak suaminya itu agar teguh berhenti
"kamu tidak mendengarkan perintah ku Wi!!! aku ini suamimu,aku tidak ingin ada hubungan lagi antara kalian" ucap teguh dengan kesalnya.
"kak.... aku akan bertemu dengan mama bukan dengan mas Galang, percayalah kak... tidak akan terjadi apa-apa dengan ku"
"sudah kubilang tidak ya tidak!!" tegas teguh, dia takut situasi ini akan dimanfaatkan oleh keluarga besar Hendriansyah untuk memasukkan giany dalam kehidupan nya
beberapa saat setelahnya teguh akhirnya mengijinkan istrinya untuk menemui bu ratna. Alika yang memohon kepada teguh itupun berhasil meluluhkan kerasnya hati teguh.
bersama Dila dan teguh, Alika pun kini sudah sampai di muka kamar inap thalia. ada seorang lelaki berbadan tambun berdiri di sana menghadang siapa pun yang hendak masuk ke dalam kamar
"katakan kepada mama kalau Alika ingin masuk" ucap Alika
lelaki itu pun mengangguk lalu setelahnya tanpa permisi masuk kedalam menemui sang majikan. beberapa saat setelahnya ia keluar dari kamar itu
"silahkan.... nyonya menunggu anda didalam" ucap lelaki itu lalu membuka sebagian pintu itu untuk memberi akses Alika masuk kedalam
"sayang.... kamu disini, mama sangat kaget saat bodyguard mama bilang kamu ingin bertemu dengan mama.... ada apa sayang, mama sangat senang bisa bertemu denganmu" ucap bu ratna tanpa jeda, ia terus memeluk tubuh Alika yang masih belum mengucap sepatah katapun
Alika mengedarkan pandangannya, dilihatnya seorang gadis kecil menangis memanggil nama bunda di atas ranjang. suara bocah itu sampai terdengar menyayat hati siapapun yang mendengarnya
"ma... aku kesini ingin meminta sesuatu dari mama" bu ratna melepaskan pelukannya lalu memandang wajah wanita yang sangat diinginkan olehnya menjadi menantunya kembali itu
__ADS_1
"ijinkan Dila untuk menemui anaknya, kasihan mereka saling merindukan" ucap lagi Alika
giany yang baru keluar dari kamar mandi pun melihat aktivitas itu lalu berujar "hai.... calon istri tua"