Wanita Kedua

Wanita Kedua
pergi kemana???


__ADS_3

"sayang apa ini.... kenapa rambutmu kau ubah" tanya Galang setengah berteriak.galang pun menatap lekat istrinya itu seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya.rambut hitam panjang istrinya itu telah berganti dengan rambut pendek berwarna pirang.dia tak suka penampilan itu


Alika menghentikan langkahnya tepat di depan suaminya itu, lalu tersenyum tipis kearahnya


"kenapa.... apa aku jelek dengan rambut baru ku ini?" Alika memainkan jemarinya di rambutnya, matanya menatap sinis suaminya itu


"apa yang kamu lakukan, kamu kan tau aku sangat suka rambut panjang mu itu lalu rambut ini....!!!


"coba ulangi kata-kata mu tadi mas.... sangat suka!!! heemm jika kamu sangat suka lalu kenapa ada wanita lain di sisi mu" dipegangnya pundak Galang setelahnya ia berjalan menuju kamarnya


dengan perasaan yang masih jengkel Galang pun mengikuti langkah kaki Alika hingga mereka berdua telah berada di dalam kamar, Alika menutup pintu lalu mengguncinya setelahnya ia pun merebahkan tubuhnya di atas ranjang


"sayang.... kenapa kamu meminta dila pindah ke bawah apalagi kamar itu sangat sempit jika ditempati dila dan Albi," Galang memiringkan tubuhnya menatap manik mata indah Alika


"lalu.... bukankah dulu kamu bilang ini rumahku, lalu salah ku dimana!!" ucap Alika datar


"sayang.... memang ini rumahmu tapi kan dila itu juga...." belum sempat kata istri terucap Alika sudah mengeluarkan suaranya


"jadi kamu keberatan, kalau begitu gampang.... tinggallah bersama wanita itu dan aku akan pergi dari sini" ucapnya dengan mata terpejam

__ADS_1


"sayang.... bukan begitu, sudah kita hentikan pembicaraan ini!!!"


tak ingin melanjutkan ketegangan Galang memilih untuk diam, sikap Alika sangat berbeda.wanita yang kini tidur disampingnya seperti sosok lain yang baru dikenalnya.tampak jelas tadi cara bicaranya lebih kasar tidak seperti biasanya


pukul 2 dini hari Galang masih belum bisa tidur, dia teringat Dila.usia kandungan dila yang sudah menginjak bulan keenam membuatnya kepikiran


dengan sangat hati-hati Galang mencari kunci kamar, tapi seluruh laci sudah diperiksa nya tapi nihil barang yang dicarinya tak ditemukannya


melihat pergerakan Alika, Galang pun kembali ke ranjang pura-pura memejamkan matanya.dilihatnya istrinya itu terbangun lalu kemudian Alika pergi ke kamar mandi.saat Alika ke kamar mandi entah kebetulan atau apa lah itu kunci yang dicarinya sedari tadi tergeletak disamping bantal.dengan cepat Galang menggambilnya dan kembali memejamkan matanya.


saat Alika kembali tertidur dengan sangat hati-hati Galang keluar kamar lalu pergi ke kamar Dila.


"lho kok belum tidur.... kenapa perutmu sakit" diusapnya perut dila lalu diciumnya perut yang membuncit itu


"sedikit mas.... kamu kesini apa mbak Alika sudah tidur"


"tumben kamu memanggil nya Alika, biasanya Tiwi"


"dia melarang ku memanggil nya Tiwi bahkan mbak Tami pun dilarang memanggil ku non seperti biasanya..." ucap dila sendu

__ADS_1


"tolong mengertilah keadaannya dia masih berduka...hooaamm ini sudah hampir pagi ayo kita tidur aku sangat mengantuk" dila mengangguk karena memang dia juga sangat mengantuk


Galang pun tidur sambil mendekap perut buncit dila, mereka bertiga tidur setelahnya.


karena tidur terlalu pagi mereka pun bangun kesiangan, pukul 8.30 Galang dan dila baru bangun.hari ini hari Sabtu jadi Galang tidak harus kekantor.selesai mandi Galang lalu bersantai di depan TV,tak lama setelahnya tami datang membawa kopi dan susu untuk galang dan dila


disesapnya kopi itu perlahan lalu setelahnya Galang berujar "aku tidak melihat Alika apa dia juga belum bangun mbak Tami"


"non Alika sudah pergi dari jam 7 tadi Den"


"pergi kemana... kenapa tidak ijin aku" Galang meletakkan kopinya lalu mengambil ponselnya mencoba menghubungi Alika tapi sampai panggilan ke 5 tak dijawab


"***kenapa ini, kenapa dia seperti ini.... biasanya dia akan meminta ijinku jika pergi keluar rumah"


************


💖💖💖💖💖🤔🤔🤔🤔🤔


*kira-kira kemana ya non Alika kok gak ijin sih

__ADS_1


* love you so much reader***


__ADS_2