
Alika membolak-balikkan tubuhnya, rasanya hatinya tak tenang entah mengapa ia ingin menghubungi Mala sahabatnya tapi ia tak berani melakukannya,ini sudah larut malam tak mungkin ia menghubungi Mala selarut ini.... Mala bukan lagi gadis yang bisa setiap saat diganggu nya, kini mala sudah menjadi seorang istri dari lelaki bernama Dani
Kini handphone sudah digenggamnya berulang kali ini ingin menghubungi Mala tapi ia urungkan akhirnya setelah menimbang nimbang ia pun memilih untuk mengirim chat pada sahabatnya itu
(mal.... kamu sudah tidur) chat itu langsung centang dua tapi berwarna abu-abu belum berganti warna biru...
Alika kini meletakkan handphone miliknya di atas meja lalu ia beranjak dari ranjangnya dan pergi keluar dari kamarnya, ia ingin mengambil air minum rasanya tenggorokannya kering menahan rasa was-was yang tetiba menjalar di hati
Saat melewati kamar yang ditempati oleh giany ia segera berhenti depan kamar itu... pintu terbuka seolah tak berpenghuni segera ia mendekati pintu tersebut lalu melongok ingin melihat dimana giany
kamar kosong bahkan kopernya pun tak ada, segera Alika memasuki kamar tersebut, ia membuka lemari... kosong tak ada satupun baju giany di sana.... bahkan di meja pun tak ada satupun barang Giany
Segera ia keluar dari sana lalu memanggil mbok sum di kamarnya
tok...tok...tok
"mbok...mbok..mbok sum..." teriak Alika
Mbok sum tergopoh bangun dan membuka pintu kamarnya
Ceklek....
Pintu kamar mbok sum terbuka lalu nampakblah mbok sum yang tengah merapikan rambutnya
"ada apa mbak teriak malam malam" tanya mbok sum
"dimana giany mbok...."
"ya di kamar lah...mau dimana lagi,"
"gak ada mbok....aku udah periksa kamarnya tapi kosong....baju dan kopernya juga gak ada"
tanpa menjawab Alika mbok sum segera berjalan menuju kamar Giany....benar tak ada apapun disana, bahkan dia sangat ingat tadi dia sendiri yang menata baju giany ke dalam lemari
"aku bisa sendiri mbok...." cegah giany saat itu, saat mbok sum mulai menata bajunya ke lemari
"gak papa kok mbak... mbak giany ini tamunya mbak Alika juga temannya mas Leo, jadi biarkan saya membantu " ucap mbok sum
****
__ADS_1
"benar mbak tadi saya sendiri yang menata bajunya ke lemari.... lha terus sekarang orangnya kemana mbak," mbok sum terduduk lemas di ranjang
"mbok sekarang aku mau cari Giany... tolong jaga Anaya di kamar juga minta tolong telepon Ferdi untuk menyusul ku...aku akan bawa sepeda motor untuk mencari Giany..."
Alika segera keluar dari kamar Giany lalu mengambil jaketnya lalu setelahnya dia pun mengeluarkan sepeda motornya dari garasi samping rumahnya, segera ia melajukan mobilnya ke arah selatan berharap Giany belum jauh dari sana
Hari sudah larut tak mungkin ada angkutan yang lewat di jam segini meskipun itu tukang ojek
Alika terus melajukan motornya sambil awas melihat kanan dan kirinya.... segera ia menghentikan sepeda motornya saat melihat sebuah koper teronggok di pinggir jalan
Alika segera mendekatinya dan dia masih ingat betul itu adalah koper yang tadi dimasukkan oleh Leo ke mobilnya, koper Giany
Tak jauh dari sana ada sebuah gang kecil menuju areal persawahan, gegas Alika berjalan menyusuri jalan setapak itu hingga tak lama kemudian terdengar sayup sayup terdengar suara giany minta tolong juga suara tawa beberapa lelaki
****
Ferdi meminta tolong seorang temannya untuk menemaninya mencari majikan ibu mertua yang sedang mencari keberadaan tamunya itu
Ferdi berhenti di sebelah sepeda motor milik Alika lalu bersama temannya ia pun berjalan ke gang kecil tempat Alika tadi berjalan mencari Giany
*****
Alika segera melanjutkan langkahnya mendekati sumber suara
Terlihat di sana giany tengah terduduk menangis sambil memegangi bajunya yang coba disentuh oleh para lelaki itu,ada tiga orang lelaki di sana
Mereka mulai mencoba menjamah tubuh Giany ada yang memegang dagunya juga ada yang mencoba membuka paksa baju giany
"tolong.... hentikan.... tolong....." tangis menyayat giany sambil mencoba terus mempertahankan bajunya agar tak bisa dibuka oleh lelaki di depannya
Breeek....
Baju giany berhasil disobek nya sebagian hingga nampak separuh tubuh Giany yang tampak mulus itu juga *********** yang masih terbungkus oleh BH itu
"wah....mulus juga nih mangsa kita malam ini" lelaki itu sampai meneguk ludah melihat kemolekan tubuh gadis di depannya itu
"aaah... tolong lepaskan saya.... saya akan beri berapapun uang yang kalian minta tapi tolong lepaskan saya...." pinta Giany sambil ia mencoba menutupi *********** dengan kedua tangannya
"wah.... kita akan dapat dobel nih... tubuhnya juga uangnya.... hahahaha"
__ADS_1
Bugh....bugh...bugh
Alika mulai memukul mereka bertiga menggunakan batang kayu yang di bawanya tadi
Mereka kaget juga merasa kesakitan lalu setelahnya salah seorang dari mereka yang berada di belakang Alika segera menangkap tubuh Alika membuat refleks Alika melempar batang pohon yang di bawanya tadi
"lepas...." teriak Alika
Giany yang melihat Alika membantunya segera ia mengambil balok kayu yang berada di sampingnya ia pun memukul tubuh dua lelaki lainnya secara bertubi-tubi tak menghiraukan bajunya yang sudah robek juga teriakan kedua orang tersebut
Melihat Giany pun membantunya segera Alika menekuk kakinya ke belakang lalu ia coba arahkan tepat di area sensitifnya.... seketika lelaki yang tadi menangkapnya pun memekik keras menahan sakit di area sensitifnya lalu spontan melepaskan Alika
Segera Alika mengambil kayunya yang tadi sempat terjatuh dan memukulkan nya pada para lelaki itu
Ferdi beserta temannya sudah sampai di tempat Alika dan Giany lalu membantu memukuli para lelaki hidung belang itu
Giany yang menyadari bajunya robek pun minggir saat Ferdi dan temannya datang, ia membelakangi mereka semua sambil mencoba menutupi tubuhnya
Tak berapa lama ada seseorang yang memeluk tubuh Giany dari belakang seraya membungkus tubuhnya dengan jaket... Giany menoleh ke belakang, ia bisa melihat ada raut kecewa di wajah perempuan yang baru saja membungkus tubuhnya dengan jaket itu
"pakai ini...." lugas Alika,giany segera memakai jaket itu dengan benar
Alika segera menarik tangan Giany agar menjauh dari tempat itu, diikuti oleh Ferdi juga temannya
Tak berapa lama mereka berempat pun sudah sampai di tepian jalan raya tempat Alika memarkirkan motornya sembarangan
"mbak....!!!" seru Giany
"kita pulang sekarang.... disini tidak aman" ucap Alika dingin, Giany pun mengekor di belakangnya
"fer... bisa tolong bawakan kopernya" pinta Alika, Ferdi segera membawa koper milik Giany itu bersama temannya
Giany terus menangis selama perjalanan pulang, antara takut, menyesal juga rasa traumanya dulu saat pernah diperkosa bahkan tak ada seorang pun yang membantunya hingga dia harus hamil anak seseorang yang tak pernah dikenalnya
💞💞💞💞💞
Happy reading guys jangan lupa like dan coment,
big love for you guys readers setia ku🌹🌹🌹🌹💞💞💞💞
__ADS_1