
"aaaa..... bunda sakit" thalia menjerit saat Dila mengusap bekas cakaran di tangannya dengan kain kasa yang sudah di tetesi dengan alkohol
"tahan ya sayang.... gak sakit kok, ini biar gak infeksi ya...." dengan telaten Dila terus mengusapkan kasa itu pada tangan anaknya meski thalia terus menjerit
Siang itu setelah thalia bangun tidur dengan segera Dila membersihkan luka di tangan thalia agar tak terjadi infeksi
Usai membersihkan luka thalia, segera Dila menjemput Albi yang sebentar lagi akan pulang sekolah sedangkan thalia dijaga neneknya di rumah
Deretan sepeda motor juga ibu ibu terlihat di sana. Dila pun tak turun dari sepeda motornya seperti yang lain, tiba-tiba ada tiga orang ibu ibu datang menghampirinya
"permisi.... dengan ibunya Albi ya?" tanya seorang wanita itu pada Dila, senyum nya terlihat ramah
"iya bu... saya bundanya Albi,ada apa ya...." tanya Dila pada wanita itu
Mereka bertiga saling melirik satu sama lain serta saling berbisik, tak lama wanita yang tadi berbicara padanya pun akhirnya bersuara lagi
"maaf ya bundanya Albi atas kenakalan anak anak kami.... tolong harap di maklumi mereka itu masih anak anak belum bisa mencerna mana kata yang pantas dan tak pantas untuk di ucapkan" ucapnya kini
Dila mencerna kata setiap kata yang terucap dari wanita bergaya modis di depannya itu lalu
"oh....itu ya, saya sangat mengerti jika mereka masih anak anak bu....tapi alangkah baiknya jika mereka juga harus di nasehati agar tak menyakiti hati temannya..." lugas Dila
obrolan pun terjadi antara mereka berempat,saling meminta maaf juga berjanji untuk menasehati anak anak mereka pun terucap.
Tak lama Albi pun keluar dari gerbang sekolah dengan wajah berbinar berbeda dari hari hari sebelumnya. Dila yang merasa bersalah pada putranya pun berulang kali mengecup kepala putranya itu karena ia sadar bahwa sejak kepindahannya ke tempat ini dia terlalu fokus cari uang juga menyembuhkan luka hatinya kini ia tak mau lagi menyesali masa lalu yang hanya akan menjadi penghambat dirinya maju di masa depan
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Matahari telah terbenam di peraduannya bergantian bulan juga bintang yang kini menghiasi langit malam
__ADS_1
bangunan baru yang dibuat Dila di depan rumahnya telah rampung di buat tinggal membersihkan, malam ini Dila pun bergotong royong dengan keluarganya berbenah disana,pak adji sibuk memasang lampu sedang Dila mulai membersihkan bekas bahan bangunan yang berserak di bawah,bu Rini kebagian membuat makanan untuk mengisi perut mereka yang nanti pasti menuntut di isi karena lapar.... lalu Albi bertugas menjaga thalia untuk menemani adik perempuannya itu bermain agar tak mengganggu para orang dewasa kerja
"Dil.... kamu sudah ke rumah Alika?" tanya pak adji disela kegiatannya memasang kabel untuk lampu
"belum pak.... bapak kan tau sendiri aku juga lagi sibuk sibuknya dengan urusan anak anak juga belanja untuk keperluan toko kita nanti...."
"ya sempetin atu Dil.... kita bisa buat toko juga karena bantuan darinya..... besok sempatin bikin kue apalah gitu buat dibawa ke sana...."
"iya pak... besok ya " Dila terus menyapu lantai keramik bakal calon tokonya itu, tak lama Albi berteriak memanggil namanya "bunda..... bunda....ada tamu...." teriak albi dari luar bangunan tokonya
"siapa ya Dil....?" tanya pak adji
"gak tau pak....biar aku lihat dulu" Dila pun keluar dari sana dan melangkah masuk ke dalam rumah, tubuhnya mematung menatap wajah lelaki yang datang bertamu ke rumahnya di malam itu....
"ada perlu apa anda kesini pak...." tanya Dila pada lelaki yang duduk di kursi ruang tamunya itu
"eh....mas Arman " bu Rini yang berada di dapur pun keluar ke ruang tamu saat mendengar suara lelaki di sana. Arman menundukkan kepalanya pada bu Rini sebagai ucapan salam pun dibalas sama dengan Bu Rini
"mbak...." Arman memanggil Dila yang masih bergeming di tempatnya, setelahnya Dila pun ikut duduk di kursi yang lain yang ada di ruang tamu
"sekali lagi saya minta maaf atas apa yang terjadi pada Lia tadi mbak...." ucap Arman lagi
"saya sudah memaafkan pak Arman tapi saya mohon berikan pengertian pada lana dan lani saya ini bukan ibunya.... saya rasa pak Arman juga cukup tau bagaimana sikap kedua putri bapak terhadap saya tadi...."
"ya mbak saya mengerti saya mohon maaf...."
"eh ternyata nak Arman to yang datang ke sini...." ucap pak adji yang baru masuk ke dalam rumah lalu Arman pun menyalami tangan pak adji dan setelahnya pak adji pun ikut duduk bersama mereka di kursi ruang tamu tersebut
"maaf ya nak Arman, bapak tadi juga mendengar semuanya.... maaf sekali lagi tolong lana dan lani diberi pengertian siapa ibunya, agar tak beranggapan jika putri saya ini ibunya.... saya tau mereka butuh kasih sayang dari seorang perempuan yang berstatus ibu tapi juga tak baik jika membiarkan mereka menganggap orang lain sebagai ibunya sedangkan dia tak ada hubungan apapun dengan kalian " lugas pak adji
__ADS_1
Sejenak Arman terdiam, iapun sesekali mencuri pandang pada Dila juga keluarganya lalu setelahnya
"pak...bu... Bagaimana jika saya menjadikan mbak Dila sebagai istri saya, maka tak akan ada salahnya jika lana dan lani menganggap mbak Dila sebagai ibunya"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam semakin larut, Alika masih betah menunggu Giany yang juga belum pulang ke rumahnya
Ia tak ingin perempuan terjadi sesuatu dengan perempuan itu
Alika sudah menghubungi mereka berdua tadi dan kata mereka sekarang mereka sedang di perjalanan pulang setelah makan malam bersama tadi
Tak lama mobil leo memasuki pekarangan rumahnya, Alika segera berdiri menyambut kedatangan mereka
Giany turun dari mobil dengan membawa dua kresek berisi seperti makanan, mungkin.wajah giany tampak merona bahagia karena usai jalan jalan berdua bersama kekasihnya
Mereka berjalan bersisian lalu setelahnya menghampiri Alika yang sudah melipat tangannya dengan ekspresi wajah masamnya
"kalau bawa anak gadis keluar tu ingat ingat waktu...ini udah malem leo.." ketus Alika pada leo, sedangkan Giany pun hanya menahan senyum melihatnya
"jangan marah marah mulu kali Al...tuh aku bawain makanan kesukaan kamu, honey kasih kan tu sama nenek lampir di depan kamu itu" leo terkekeh mengucap kata itu
Alika segera menjewer telinga Leo usai leo mengatakan itu "siapa yang nenek lampir he....rasain kamu ya" Giany tertawa terbahak-bahak melihat tingkah keduanya, tak lama setelahnya mereka bertiga pun masuk ke dalam rumah
Giany mengeluarkan isi kresek itu di meja makan
Ada tiga porsi bakso berukuran jumbo, lalu sekotak martabak telor juga
"wah kalian mau bikin aku gendut ya...." ucap Alika seraya mengambil seporsi bakso yang masih terasa hangat itu lalu menuang nya di mangkok
__ADS_1