Wanita Kedua

Wanita Kedua
tangis Anaya


__ADS_3

Galang berteriak memanggil anak buahnya hingga datang tiga orang ke dalam kamar dan salah seorang diantaranya adalah keponakan jarwo yang juga sebagai mata mata Dani dan jarwo


Mereka bertiga terdiam di sana saat melihat Galang menindih tubuh Alika pikiran mereka bertiga tentu mengarah ke hal yang lain melihat juga Alika yang terus meronta serta berteriak "lepas... lepaskan aku"


"kenapa diam di sana.... cepat kemari" sontak mereka bertiga pun perlahan berjalan mendekat ke arah Galang


"ada apa bos" tanya seseorang dari mereka pada galang


"cepat ambilkan kotak obat di dekat meja dapur lalu bersihkan kamar ini, cepat" mereka bertiga pun melakukan perintah Galang


Satu dari mereka pergi untuk mengambil kotak obat sedang dua lainya mengambil sapu untuk membersihkan lantai yang penuh dengan pecahan beling tersebut


Galang meminta salah seorang anak buahnya itu untuk menuang sedikit obat bius ke sapu tangan agar bisa membuat Alika diam dan tak lama setelah Galang menempelkan sapu tangannya ke hidung Alika, kesadaran ibu satu anak itu pun mulai menghilang


Lalu setelahnya Galang pun mengobati tangan Alika yang berdarah dengan membersihkan darahnya lalu setelahnya ia pun memperban luka Alika yang sedikit memanjang itu


Tanpa sepengetahuan Galang, keponakan jarwo pun merekam video saat ia di kamar itu.... apa yang terjadi dengan Alika saat itu pun videonya ia kirim ke jarwo


Galang menyandarkan punggungnya ke headboard ranjangnya...ia merasa lelah karena tingkah Alika yang tak mampu ia kontrol sesuai keinginannya


Usai membersihkan pecahan piring yang berserakan di lantai kamar itu mereka bertiga pun akhirnya meninggalkan Galang berdua saja dengan Alika yang tengah tak sadarkan diri itu


Alika kini tengah terlelap akibat menghirup obat bius... perlahan Galang merapikan rambut Alika yang berantakan juga membersihkan sisa make-up Alika sore tadi....


Wajah cantik Alika tampak pucat mungkin karena lelah pikiran juga hati


melihat baju Alika yang basah karena keringat pun Galang tak sungkan untuk menggantinya

__ADS_1


Ia melepaskan dress warna navy yang dikenakan oleh Alika hingga terpampang tubuh Alika yang hanya mengenakan bh dan ****** *****


Sorot mata Galang tertuju pada bh Alika yang basah... tanpa ragu ia membuka penutup dua gunung kembar milik Alika itu... matanya terbelalak saat melihat rembesan air warna putih keluar dari pucuk gunung kembar itu


"ASI.... jadi sedari tadi ASI nya keluar!!!! Pasti kamu tersiksa kan sayang...." ucapnya seraya meraba pipi mulus mantan istri keduanya itu


Lelaki yang sudah hilang kendali itu pun tak punya malu menyesap ASI yang masih merembes keluar....ia seperti mendapatkan asupan dahaganya


Dulu sebelum poligami nya diketahui oleh Alika... hampir setiap hari dia mengecap pucuk dahaga itu.


Alika yang masih terpengaruh obat bius pun tak menggeliat sedikit pun dengan apa yang dilakukan oleh Galang.... usai puas meneguk ASI milik Anaya itu, Galang pun segera memakaikan Alika baju....ia takut kebablasan dan akan membuat Alika semakin membencinya meskipun tak mampu dipungkiri olehnya jika benda tak bertulang di tengah selangkangannya itu sudah mengeras sedari tadi....


Galang meninggalkan Alika sendirian di kamar....ia pun segera masuk ke kamar mandi untuk menuntaskan hasrat yang tak mampu di dapatkannya malam ini...mau tak mau dia harus melakukannya sendirian


...----------------...


Sedangkan di tempat Dani


Video di kirim jarwo ke beberapa orang yang berada di sana agar tidak terfokus di Dani saja


Mala berderai air mata, ia membungkam mulutnya tak percaya dengan tindakan Galang pada Alika....pun saat Galang memberikan obat bius pada Alika masih bisa terekam meski tak begitu jelas


"kurang ajar kamu Galang..... mas cepat tolong Alika jangan menunggu sesuatu yang buruk terjadi padanya" Mala menggoyangkan tubuh Dani dengan kasar....ia tak sanggup melihat Alika yang terlihat begitu kacau itu....


Dani dengan terpaksa membawa Mala ke kamar karena dia dan juga para polisi itu sudah punya rencana sendiri untuk bisa meringkus Galang beserta anak buahnya


Susah payah Dani membujuk Mala agar bisa mengendalikan diri karena melihat kondisi Alika

__ADS_1


"aku pastikan besok Alika akan berkumpul lagi dengan kita ya sayang...." ucap Dani pasti


.................


Dirumah sakit


"kemana sih mbak Alika ini.... dari tadi dihubungi kok gak bisa sih" oceh Giany karena merasa kesal sekaligus khawatir karena sedari tadi ia tak bisa menghubungi nomor telepon Alika


Tanpa disadari olehnya jika bu Ratna sedang berdiri di belakangnya


"siapa Gi..... Alika," suara bu Ratna mengagetkan Giany hingga spontan anak pertamanya itu membalikkan tubuhnya menghadap sang mama


"ah.... apa ma?"


"kamu tadi sebut nama Alika kan ....mama yakin mama tidak salah dengar" tegas bu Ratna


"oh itu....ini Alika temen aku ma,oh ya ma tadi papa nyariin mama, ayo kita masuk " Giany mencoba mengalihkan perhatian mamanya lalu segera mengajak bu Ratna untuk masuk ke dalam ruang rawat pak Hendra


*********"


Malam kian larut.... bahkan sang bulan pun sudah beradu dengan gelapnya malam tapi suara tangisan Anaya seolah memecah keheningan malam itu


Mbok sum juga Mala seperti kewalahan dengan tangis Anaya


Bayi perempuan Alika itu terus menangis sejak sejam lalu.... segala usaha sudah mereka coba untuk menenangkan bayi perempuan itu tapi nihil


Seolah dia pun ikut merasakan kesedihan juga penderitaan yang kini tengah dirasakan oleh mamanya

__ADS_1


Mala dan mbok sum pun ikut menangis tanpa suara melihat tangis Anaya.... jika sebelumnya Dani bisa membuat Anaya berhenti menangis maka mereka pun harus menunggu untuk Dani agar bisa menggendong Anaya karena dani sedang berdiskusi dengan para preman suruhannya juga para polisi...


Rencana sudah mereka susun matang untuk esok.... karena untuk bisa menembus benteng anak buah Galang mereka menggunakan keponakan jarwo sebagai pemandu


__ADS_2