
"Gi.... kamu ada di sini?" sebuah kata pun terlontar begitu saja dari mulut Dila saat melihat Giany menyingkap tirai berwarna biru dengan motif bunga-bunga itu
Tanpa menjawab pertanyaan Dila, Giany pun lantas duduk bersebrangan dengan kedua mantan iparnya itu, ia menatap wajah mereka intens.... beberapa pertanyaan muncul di benaknya, bagaimana bisa dila yang katanya pergi dari rumah orangtuanya dan menghilangkan dirinya bisa berada di kota yang sama dengan Alika yang juga pergi untuk menghindari Galang kakaknya
"kenapa Giany bisa ada di sini mbak Alika?" tanya Dila pada Alika tanpa mengalihkan pandangannya pada Giany yang juga masih menatap wajahnya dengan penuh tanya
"giany ini ternyata pacarnya leo mbak...." jelas Alika
"Leo.... Leo yang waktu itu mengantarkan saya pulang?"tanya Dila dan Alika pun mengangguk menjawab tanya Dila
"ku kira Leo itu pacar kamu mbak Alika.... ternyata...." ucapnya lagi
Alika pun terkekeh mendengar ucapan Dila, bagaimana bisa dila berpikir leo itu pacarnya jika hatinya masih belum sembuh karena kehilangan suami yang begitu dicintainya
"kamu ini ada ada saja mbak.... Leo itu teman ku juga Mala dan mas Galang, kita semua saling kenal dan tentang Giany....aku juga baru tau kalo dia pacarnya leo, dan sementara Gi ada di kota ini maka leo menitipkan Gi di sini." jelasnya, tapi raut wajah heran masih kentara di wajah Dila.... lalu ia pun akhirnya bertanya lagi kepada mantan madunya itu
"mbak Alika maaf tapi....setauku hubungan kalian kan....tak baik? Tanya Dila hati hati
"sudahlah mbak Dila itu dulu, sekarang ya seperti ini.... hubungan kita Alhamdulillah sudah membaik mbak" senyum tulus terukir di wajah Alika. Ia tau pasti banyak tanya yang ada di benak para wanita yang kini berada di ruang tamu miliknya itu
Perlahan Alika pun menjelaskan tentang hubungannya dengan Dila pada Giany, begitupun dengan Dila... Alika juga menjelaskan tentang hubungannya dengan Giany yang terjalin selama beberapa hari ini
Saling bertanya kabar pun akhirnya terucap dari bibir Dila juga Giany... bahkan Giany juga mengatakan tentang penyesalan mendalam yang diucapkan oleh pak Hendra papanya atas kepergian Dila dari rumahnya karena ia merasa gagal membimbing anaknya untuk menjadi imam yang baik dalam rumah tangga
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Di sebuah rumah tengah terjadi perdebatan antara seorang lelaki juga perempuan, mereka tidak lain adalah Galang juga Dewi
Galang dengan ancamannya terus meminta Dewi untuk mendapatkan informasi tentang Alika, karena dari Dani....ia tak mendapatkan informasi apapun
Seluruh usahanya gagal, Dani selalu bisa lolos saat anak buah Galang mengincarnya sedangkan dengan Mala.... Galang tak ingin melukai atau pun mencari informasi tentang Alika darinya karena ia juga tak ingin jika Alika malah semakin murka padanya jika terjadi sesuatu kepada sahabatnya itu
"berapa kali pun pak Galang bertanya tetap jawaban saya kalau saya tidak tahu dimana mbak Alika sekarang berada...." jelas Dewi lagi
"kamu tidak takut Dewi jika aku menyebarkan video mu ini...." ancam Galang lagi
"kalau pak Galang menyebarkan video itu berarti pak Galang juga buka kartu bukan...."
"maksudmu apa Dewi.... wajah ku sudah di blur jadi tak ada sesiapapun yang akan tau siapa lawan main mu" ucap Galang menyeringai menatap wajah Dewi yang juga tampak tak takut padanya sejak pertemuannya tadi dengannya
"jika video itu tersebar tentu media akan mencari saya pak Galang dan jika itu terjadi maka jangan salahkan saya jika sampai nama pak Galang pun akan aku sebut dan tentunya itu akan menambah nilai buruk Anda di mata mbak Alika...." ucap Dewi dengan santainya lalu meminum segelas air putih yang ia ambil dari dispenser tadi
"sepertinya anda juga lebih tau bagaimana karakter mbak Alika kan pak Galang...." Dewi mengambil tasnya yang tergeletak di meja lalu segera berjalan keluar tanpa menghiraukan lagi ucapan Galang yang terus memangilnya
"Dewi.... berhenti.... Dewi....." Galang mengejar Dewi yang terus berjalan keluar,
Netra Galang tak sengaja melihat tubuh seseorang sedang bersembunyi di balik mobilnya, segera Galang menarik pergelangan tangan Dewi dan menariknya untuk didekatkan ke tubuhnya
Kini tubuh mereka berdua tak berjarak, jantung Dewi berdegup kencang saat mendapat perlakuan mengejutkan dari Galang... Galang kini memeluk tubuhnya dengan erat....nafas mereka saling beradu, lalu Galang membisikkan sesuatu pada Dewi tepat di samping telinganya
"jangan bergerak Dewi.... ikuti arahan saya,ada seseorang di belakang mobil ku" lirih Galang,Dewi mengangguk perlahan. Ini bukan pertama kalinya dia sedekat ini dengan Galang.... tapi jika biasanya dia berdekatan dengan Galang karena menjual tubuhnya kini lain, tak dipungkiri oleh wanita itu jika Galang memang lelaki yang tampan, bahkan kini ada sedikit rasa yang ia simpan di relung hatinya untuk lelaki yang beberapa kali mengunakan jasanya untuk menuntaskan birahinya
__ADS_1
"mau kemana sayang....aku masih kangen, jangan buru buru pulang" Galang berbicara dengan sedikit berteriak membuat seseorang yang berada di balik mobilnya itu pun perlahan mundur karena ia takut jika Galang akan keluar mengunakan mobilnya
Galang terus berucap mesra pada Dewi sedang Dewi hanya diam sambil terus berusaha menetralkan degup jantungnya yang terasa berpacu lebih cepat dari biasanya
Tak lama seseorang itu pun telah menjauh dari sana, dan Galang segera melepaskan pelukannya dari Dewi... saat melepas pelukannya dari Dewi tak sengaja Galang melihat sesuatu yang aneh dari raut wajah Dewi...
"bagaimana kalau malam ini kau layani aku dew...."
Dewi terdiam, antara mau dan tidak....ia takut jika Galang merekam lagi saat mereka tengah meneguk surga duniawi yang diharamkan karena dilakukan tanpa status itu
"aku akan membayar mu Dewi...." ucap Galang lagi
Dewi yang tengah memendam hasrat itupun segera membawa Galang menuju kenikmatan bersamanya,
sofa empuk di ruang tamu menjadi tempatnya kini memuaskan Galang... tanpa menutup pintu ataupun menghiraukan tentang seseorang yang tadi sempat menguntitnya mereka berdua larut dalam kenikmatan sesaat itu....
*******
Handphone milik Giany terus berbunyi tepat pukul tiga dini hari, Giany yang tengah tertidur pulas pun serasa enggan untuk mengangkatnya.... sedangkan Alika yang tidur bersamanya pun mencoba mengambil handphone milik Giany itu,
handphone sudah berhenti berdering tapi sebuah chat masuk ke handphone milik Giany itu
(Gi....kamu dimana, cepat pulang papa mu jatuh di kamar mandi sekarang sedang di rawat di rumah sakit)
Sebuah foto pun masuk setelah chat itu tak sengaja dibaca oleh Alika
__ADS_1
Foto sang mantan mertua yang tengah berbaring di ranjang dengan selang infus berada di sampingnya