
"kalian siapkan barang kalian....aku akan menggendong Anaya" seru Dani pada Mala juga mbok sum
"kita mau kemana mas?" tanya Mala
"ke suatu tempat yang aman karena Galang kemungkinan akan menculik Anaya juga.... bagaimana pun sekarang anaya lah kelemahan Alika"
"setega itu Galang mas...?" tanyanya lagi sedang mbok sum terus berkutat dengan barang barang Anaya
"huuffh.... sayang tadi jarwo mengabari kalau besok Galang akan menikahi Alika secara paksa dan untuk memuluskan rencananya tentu ia butuh Anaya agar Alika tidak bertindak macam macam"
"tolong Alika mas....aku mohon!!!"
"sudah sekarang kamu bersiap cepat agar tidak keduluan anak buah Galang"
Mala pun segera bersiap juga mbok sum sudah siap dengan satu tas besar berisi perlengkapan Anaya
Tak lama mereka berempat pun meninggalkan rumah Alika itu dan menuju ke suatu tempat yang sudah di siapkan oleh Dani dan jarwo
Setengah jam kemudian mereka pun sampai di rumah minimalis dengan banyak lelaki berperawakan sangar di depan rumah itu. Mala memegang lengan Dani dengan kuat karena takut dengan apa yang dilihatnya
"mereka semua ada di pihak kita sayang.... jadi jangan takut" ucap Dani saat melihat raut kekhawatiran dari wajah istrinya itu
"yakin mas??" tanya Mala ragu
Dani mengangguk lalu setelahnya mereka pun turun dari mobil dan berjalan menuju rumah itu
Dani, Mala dan mbok sum yang sedang mengendong Anaya pun berhenti di depan seorang lelaki berjaket kulit hitam dengan kumis tebal di bawah hidungnya
"malam pak Dani...." sapa lelaki itu
"malam pak...ini istri saya" tunjuk Dani pada Mala. "lalu itu mbok sum juga Anaya anaknya mbak Alika"
Lelaki itu pun menganggukkan kepalanya tanda perkenalan lalu di balas anggukan pula oleh Mala dan mbok sum
__ADS_1
"anggota kami sudah memantau lokasi pak dan ternyata di sana juga banyak anak buah pak Galang yang berjaga dan kita tidak bisa gegabah dalam menjalankan misi kita "
"saya mengerti dan tadi saya mendapat kabar jika putri dari mbak Alika ini juga menjadi target selanjutnya jadi saya minta pengawalan untuk mereka ini pak"
"baik pak kami akan berusaha semaksimal mungkin "
Dani pun segera mengajak Mala dan mbok sum masuk ke rumah itu karena udara malam tak baik untuk Anaya
Sesampainya di dalam segera Mala melontar tanya kepada suaminya itu
"kenapa tadi orang itu bicaranya formal sekali mas, dia siapa?"
"polisi..."
"hah.... katanya kamu gak mau libatin polisi terus kenapa sekarang kamu...."
"jangan banyak tanya ya.... tidurlah dengan mbok sum dan Anaya mumpung Anaya juga sedang tidur nanti kalau dia sudah rewel kamu pasti juga ikutan bawel" Dani mencubit hidung Mala dengan gemas lalu mencium istrinya itu setelahnya ia pun meninggalkan mereka bertiga lalu keluar untuk membuat rencana dengan para preman suruhannya juga dengan para polisi tersebut
Sementara itu di tempat Galang
"kita sudah ke dua tempat yang bos sebutkan tapi tempatnya kosong bos"
"apa mungkin mereka sudah tau kalau Alika aku culik tapi mustahil ini baru tiga jam aku membawa Alika.... mustahil kalau mereka tau Alika di culik" ucapnya seraya melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya
Galang pun segera memerintahkan para anak buahnya untuk menyewa dekorasi untuk pernikahannya esok.... Galang ingin pernikahannya esok dengan Alika juga dihias seindah mungkin meskipun dilakukan tertutup agar tidak ada yang tau tentang apa yang dilakukannya saat ini
Usai berdiskusi dengan beberapa anak buahnya tentang dekorasi juga tentang penghulu yang harus disiapkan oleh para anak buahnya akhirnya Galang pun kembali ke dalam melihat Alika
Sesampainya di dalam Galang pun segera membuka pintu kamar tapi justru ia di buat marah dengan pecahan piring juga makanan yang berserakan di lantai tak hanya itu alat alat rias yang ia letakkan di meja rias pun tak luput berceceran usai diobrak abrik oleh Alika
"apa yang kamu lakukan Al.... bukankah aku menyuruhmu makan... kenapa justru berserakan seperti ini" teriak keras Galang pada Alika yang masih berdiri membelakanginya
"berhenti di sana mas.... jangan melangkah sedikitpun" ucap Alika dengan suara tak kalah lantang dari Galang
__ADS_1
Kaki Galang yang sempat mengayun itu pun berhenti seketika saat mendengar suara Alika
Perlahan Alika pun berbalik menghadap tubuh Galang dengan sebuah pecahan piring yang ia bawa di tangan kanannya.... pecahan piring itu ia arahkan ke area lehernya
"apa yang kamu lakukan Al.....buang itu berbahaya" pinta Galang ia seolah akan berlari mendekati raga Alika
"berhenti Galang Hendriansyah" teriak Alika
"atau kamu ingin melihat aku mati sekarang" ancamnya pada galang. Galang mematung di sana ia sedang berpikir bagaimana caranya agar wanitanya itu tidak sampai melakukan hal nekat yang bisa membahayakan keselamatannya
"Al.... ingat kamu masih ingin bertemu Anaya kan.... jatuhkan beling itu.... kamu tentu tidak ingin kan Anaya hidup sepertimu tanpa orangtuanya" bujuk Galang tapi justru tawa sumbang yang keluar dari mulut Alika
"yakin mas.... jika aku bisa keluar disini bersamamu maka Anaya masih bisa aku peluk.... setelah semua sikap mu ini gak mungkin aku bisa percaya lagi sama kamu....kamu sudah gila mas"
"aku gila karena kamu Al.... harusnya kamu tau jika yang ku cintai selama ini itu kamu"
"bulshit....semua hanya omong kosong jika kamu memang mencintai ku tidak mungkin ada Dila di pernikahan kita, tidak mungkin kamu tega mendorong ku sampai keguguran.... jika kamu memang mencintai ku tidak mungkin kamu percaya dengan sandiwara yang ku buat agar kita berpisah waktu itu"
Galang hanya mampu memejamkan matanya saat mendengar ucapan Alika setelahnya ia pun bersiap dengan sandiwaranya agar Alika mau membuang pecahan piring yang dibawanya itu
"cukup Al....buang itu sekarang atau kau mau Anaya mu ku siksa...." ucap Galang dengan senyum menyeringai membuat Alika melebarkan matanya
"apa maksudnya mas...."
"Anaya sudah bersama anak buah ku.... jika kamu masih ingin dia bisa melihat dunia ini maka berhenti membuat ku marah"
"bohong kamu bohong kan...."
"apapun bisa aku lakukan untukmu sayang...." Alika menjerit histeris pikirannya kacau ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada putri sematawayangnya itu tanpa disadari oleh Alika kini Galang sudah berada di dekatnya dan dengan cepat Galang merebut pecahan piring itu dari tangan Alika hingga membuat tangan Alika berdarah
Alika terus berontak namun Galang dengan tenaganya yang kuat mampu membopong tubuh Alika lalu ia letakkan di atas ranjang
Posisi Alika yang terlentang membuat Galang menindih tubuh Alika dengan tubuhnya agar wanitanya itu bisa dikendalikan
__ADS_1