Wanita Kedua

Wanita Kedua
pemakaman


__ADS_3

"Wi...kak Teguh, suamimu..... sudah berpulang ke Rahmatullah" ucap Mala sambil terisak


Duarrr


Alika mengeleng ia tak percaya ucapan sahabatnya itu, justru ia bertepuk tangan pelan sambil menatap wajah Mala sendu "gak lucu tau Mal.... emang sejak kapan kamu pinter main drama" ucap Alika santai


"Wi....a-ku serius kak Teguh terkena serangan jantung saat tadi di restoran..... Wi......"


"gak kamu pasti bohong kan Mala.... Dani kamu jangan ikut ikutan istrimu ini bohongin aku gak lucu tau ..... Udah deh mal berhenti pu-...."


Belum sempat Alika melanjutkan perkataannya sebuah mobil jenazah berhenti di halaman rumahnya diiringi beberapa orang pegawai restorannya yang mengendarai sepeda motor


Alika terpaku di tempatnya, sorot matanya tak lepas memandang ke arah mobil jenazah tersebut


Sedangkan para pegawai restorannya itu membungkukkan tubuhnya seraya melewati Alika dan Mala yang masih terpaku disana, para pegawai itu dibantu dani dan mbok sum membereskan ruang tamu untuk kemudian dijadikan tempat pembaringan teguh sebelum dikebumikan


"kaaaakkkk......."


Alika menjerit histeris saat tubuh Teguh ditandu oleh dua orang lelaki yang berseragam rumah sakit swasta itu


Mala dengan sigap memeluk tubuh Alika yang luruh ke lantai disertai jeritan ketidak percayaannya


Saat tubuh teguh yang sudah ditutup dengan kain jarik berwarna coklat itu dibaringkan di ruang tamu, Alika pun sekuat tenaga berjalan mendekati raga tak bernyawa itu dengan tangis yang tidak bisa ditahannya


"kak.... bangun.... Gak lucu tau.....kak......" pangil Alika dengan suara parau nya


"kak bangun jangan seperti ini.....aku dan anak kita butuh kamu "


"kak.... Bangun " teriak Alika sambil menggoyangkan tubuh teguh


*sejatinya semua orang juga tahu kalau jodoh, rejeki dan maut sudah menjadi ketetapannya... terlebih maut akan datang kapanpun dan di manapun tanpa kita sanggup untuk menghindar, manusia hanya boleh berencana selebihnya Tuhan yang menentukan*


Saking shock nya Alika sampai pingsan beberapa kali


Malam kelam kini terukir di depan Alika, wanita muda yang tengah hamil delapan bulan itu terus memeluk tubuh bu Lastri yang kini sudah menemaninya


Dunia nya seakan runtuh dalam hitungan detik, lelaki yang telah mengisi hari harinya itu telah berpulang kembali kepada penciptanya


"Wi..... makan dulu ya, kata bik sum sejak sore kamu belum makan!!" ucap bu Lastri sambil mengusap lembut pucuk kepala Alika yang masih terisak itu


"ingat ada titipan teguh di dalam rahim mu kini.... apa kamu juga akan membiarkan dia kelaparan karena ibunya yang sedang bersedih" Alika mengeleng pelan

__ADS_1


"ibu tau kamu sedih.... bukan hanya kamu, ibu, Mala dan juga semua yang mengenal teguh pun ikut berduka....kamu harus kuat demi anak kalian ya!!!"


Dengan sedikit dipaksa akhirnya Alika mau makan meski hanya beberapa suap karena ia juga tau sang anak pasti kelaparan di dalam rahimnya karena sejak sore tak ada makanan ataupun minuman yang masuk ke tubuhnya


*


*


dering suara ponsel Galang memekakkan telinga dimalam itu


keluarga Galang yang saat itu masih berkumpul di ruang keluarga menemani thalia bermain pun menoleh serentak ke arah Galang yang sesaat setelah menerima telepon mengucap "inalillahi wa ina lilahirojiun,,,, terimakasih kabarnya Dan"


"siapa yang meninggal Lang?" tanya pak Hendra


"Teguh pa suaminya Alika"


"Apa.... inalillahi wa ina lilahirojiun, kapan dan kenapa?" kini bu Ratna yang ikut berucap


"sejam yang lalu ma dia kena serangan jantung dan mungkin besok pagi akan dikebumikan"


"antar mama kesana sekarang Lang... papa gak usah ikut besok saja kalau papa mau kesana , jangan bantah mama kali ini "


Pak Hendra pun diam tak mau membantah ucapan istrinya itu karena itu demi kesehatannya juga


"lang cepat....' teriak bu Ratna


"mas aku ikut ya....aku juga ingin melihat keadaan mbak Alika" pinta Dila


"besok saja ya....biar sekarang mas antar mama dulu kamu jagain anak anak dan jangan menunggu aku....aku mungkin pulang larut" ucap Galang lalu mengecup kening Dila


*


*


Dua puluh menit kemudian Galang pun sudah sampai di kediaman Alika dan Teguh tampak beberapa orang tengah mengaji di samping jasad teguh


Bu Ratna pun menanyakan keberadaan Alika, sesaat setelah ia sampai di depan kamar Alika ternyata Mala keluar dari sana


"Tante...."


" dimana Alika, bagaimana keadaannya?" tanya Bu Ratna panik

__ADS_1


"Alika ada di dalam dengan bu Lastri tante tapi dia masih shock....kami khawatir dengan kondisi kandungannya" ucap Mala pilu


" boleh saya masuk?" pinta bu Ratna


Tanya menjawab mala pun membukakan pintu kamar Alika untuk bu Ratna


Dilihatnya kini Alika yang masih menangis di peluk oleh bu Lastri, perlahan ia mendekat lalu mengusap punggung Alika dengan lembut


*


*


*


Pagi hari pun tiba, pagi yang cerah tapi seperti sebuah kegelapan bagi Alika


Pagi ini sang suami yang begitu menyayanginya akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhirnya


Tubuh yang lemah ia paksakan untuk mengantarkan sang suami ke peristirahatan terakhirnya, meskipun banyak yang melarang tapi tak ia hiraukan karena inilah kali terakhirnya bisa melepas kepergian sang suami


pemakaman teguh pun selesai ditutup dengan doa yang dipimpin ulama setempat


Alika menjerit histeris sambil meraung-raung, tangannya mencoba mengorek orek gundukan tanah merah yang baru saja menutupi tubuh suaminya itu


"kaaaakkkk......." setelahnya ia pun kembali pingsan


cairan bening mengalir dari sela kaki Alika


"astaghfirullah ini bukannya air ketuban....." ucap bu Lastri, setelah tangannya menyentuh rembesan air itu


Dani yang berdiri di samping Mala pun gegas mendekati tubuh Alika yang sudah dipangku bu Lastri


Dani mencoba mengangkat tubuh Alika tapi ia merasa sungkan


Galang yang berada tak jauh dari sana pun akhirnya mendekat lalu dengan segera mengendong Alika yang tengah hamil itu


Perasaannya tak karuan.... Sejak kemarin ia ingin sekali memeluk tubuh itu yang menangis tanpa henti,


Tangisan yang bagi Galang itu sebuah luka untuknya.


Wanita yang masih memiliki tempat tersendiri di hatinya kini berada dalam rengkuhannya, meskipun hanya sebatas menolong tapi terasa lain dihatinya

__ADS_1


"jangan menangis sayang....tangis mu seperti silet yang melukai tubuhku" batin Galang


__ADS_2