
mobil yang dikemudikan pak Bejo pun kini sudah terparkir di halaman rumah pak adji,sang penumpang pun juga sudah membuka pintu mobil disisi kanannya.perlahan Galang melangkah ke arah pintu rumah itu belum lagi ia mengetuk pintu sebuah panggilan terdengar di telinganya
"Galang.... kamu Galang ya!!" seorang wanita paruh baya berkerudung kuning mendekati raganya
"iya... ibu siapa ya?" tanya Galang pada wanita berkerudung kuning itu
"saya tetangganya bu rini,tu rumah saya" wanita itupun menunjuk rumah disamping rumah mertuanya
"rumah ini kosong...pak adji dan keluarga nya sudah pindah sejak kemarin bahkan rumah ini juga mau dijual" ucap wanita itu lagi
"APA... dijual, apa ibu tidak bohong" tanya Galang memastikan
"ngapain juga bohong,tuh liat ada plakat di pagar....setau saya saudaranya pak adji yang mengurusi jual beli rumah ini, permisi" wanita itu pun berlalu meninggalkan Galang yang masih terpaku ditempatnya
Galang pun mencoba menghubungi nomor ponsel Dila tapi lagi-lagi masih tidak aktif, setelahnya ia menghubungi nomor ponsel pak adji,nada itu tersambung tapi tak dijawab olehnya.
dengan kesalnya Galang beranjak dari tempat itu, lalu ia menuju rumah saudara pak adji.disana Galang mendapatkan penolakan, keluarga saudara pak adji itu tak mau memberi tahu dimana keberadaan sekeluarga yang kini dicarinya itu
Galang pun akhirnya kembali ke kediaman keluarga besarnya, karena memang di kota ini dia tak punya tempat tinggal sendiri
suasana dikediaman Hendriansyah sangat memprihatinkan.ada Galang yang terlihat galau karena kepergian istri dan kedua anaknya, dan juga ada giany yang masih ngotot untuk bisa bersanding dengan suami mantan iparnya
pak Hendra pun kini sudah tak tau lagi harus bersikap seperti apa kepada kedua anaknya itu.Galang yang harusnya sudah dewasa itu pun juga meninggalkan pekerjaannya di kota yang dulu ditinggalinya.sebuah anak perusahaan darinya ditinggalkan begitu saja dan giany, gadis yang tengah patah hati itu kini telah menjadi sosok lain di matanya.gadis itu kini penuh dengan obsesi untuk mendapatkan keinginannya.
🌹
🌹
🌹
"kak.... jangan seperti ini, nanti ada yang masuk gimana?" keluh Alika, kini suaminya itu tengah memeluk tubuh Alika dari belakang.alika yang sedang berada di ruang kerjanya di resto miliknya merasa terganggu dengan sikap manja suaminya itu.
""tapi aku ingin memelukmu Wi...." teguh tak mau melepaskan pelukannya dari tubuh Alika
"kak.... banyak data yang harus aku cek"
__ADS_1
"Wi...aku ingin makan kedondong,!!!"
Alika yang mendengar permintaan teguh merasa aneh, tak biasanya teguh suka buah yang rasanya asam itu
"Wi...." kini dilepaskannya pelukan itu, lalu beralih duduk di sofa, wajahnya memberengut karena keinginannya tak di gubris oleh orang yang dicintainya
"sejak kapan kakak suka kedondong, bukankah dulu kakak sangat benci buah itu... dulu kalau aku makan kedondong pasti kakak akan bilang.... itu asem lah,kecut lah" ledeknya sambil meniru gaya bicara teguh.diletakkannya map yang sedari tadi di cek olehnya lalu beranjak mendekati raga suaminya itu, lalu duduklah dia disamping teguh.
"iiihhh kamu....ayo cari yuk,aku pengen banget nih?" pinta teguh lalu kembali memeluk pinggang Alika yang masih berdiri di depannya
"seriusan nih mau makan kedondong" diciumnya kini rambut hitam suaminya itu
melihat ekspresi teguh yang mengiba itu membuat Alika gemas.sebulan sudah mereka resmi menjadi suami istri, sifat manja teguh pun mulai terlihat.suaminya itu enggan untuk berjauhan dengannya terlebih saat giany datang ke tempat mereka, pasti teguh akan bermanja-manja dengan alika.
setiap hari pasti gadis yang ingin menjadi wanita kedua di rumah tangga Alika akan datang untuk mencoba meluluhkan hati teguh.kedatangan giany bukan membuat Alika marah justru rasa kasihan yang dirasakannya.berkali-kali Alika mengatakan agar giany mencoba melupakan teguh tapi giany bergeming, justru semakin ia dilarang maka dia akan semakin membuat ricuh keadaan sekitarnya.
*
*
"enak....???" tanya Alika pada teguh, suaminya itu kini tengah asik memakan kedondong dengan sangat lahapnya
"kak.... udah ya makannya, nanti sakit perut... dari tadi kan perut kakak belum ke isi nasi" diambilnya sisa kedondong yang masih ada beberapa iris di piring itu.
"ah kamu gak asik" wajah itu semakin terlihat memberengut, seperti anak kecil yang kehilangan mainannya
tak mau berdebat Alika pun segera mengambil seporsi nasi goreng dan meminta teguh untuk memakannya.
wajah Alika yang terlihat marah menciutkan nyali teguh untuk berontak, akhirnya teguh pun mulai memakan beberapa suap nasi goreng itu
baru suapan keempat teguh merasakan mual yang tertahankan.secepatnya ia berlari ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya.Alika yang melihat teguh muntah pun merasa khawatir
"kak ... kita ke dokter yuk,aku takut kamu kenapa-napa" ucap Alika dengan wajah sayu, ia tak tahan melihat keadaan suaminya itu.
"aku gak papa kok Wi.... cuma lagi gak mau makan nasi aja, bentar lagi juga sudah enakan"
__ADS_1
kini teguh berbaring di sofa ruang kerja Alika dan alika pun mulai memoleskan minyak kayu putih ke perut teguh
kreek.... pintu terbuka
bu Lastri ditemani Mala masuk ke ruangan Alika.
"ya ampun pengantin baru emang gak ada tempat lain ya buat mesra mesraan" celoteh mala, saat dia membuka pintu adegan yang pertama di lihatnya ialah Alika tengah mengusap perut teguh
"ibu... Mala" ucap Alika dan teguh bersamaan
"oh ini lho bu kak teguh habis muntah muntah jadi aku kasih minyak ke perutnya" ucap Alika gugup
"lho kamu kenapa Guh" bu Lastri pun segera mendekati raga teguh yang nampak pucat itu
"gak apa-apa kok bu, tadi tuh Tiwi maksa aku buat makan nasi goreng....eh baru beberapa suap perut aku udah gak tahan mau muntah"
"seharian kak teguh gak makan nasi bu...malah tu makan kedondong segitu banyak" Alika pun menunjuk piring yang masih berisi beberapa kedondong di atas mejanya
"tumben biasanya kalau ada yang makan kedondong suka bawel....emang gak asem kak" oceh Mala
bu Lastri tersenyum membuat Alika, teguh dan Mala heran.ada orang sakit kok malah senyum senyum begitu pikirnya mereka bertiga
"Wi...kamu harus periksa deh" ucap bu Lastri setelahnya
"hah kok aku sih bu...kan yang sakit kak teguh" jawab Alika binggung
semua mata kini tertuju ke bu Lastri, tentu mereka binggung yang sakit siapa yang di suruh periksa siapa
"kalau ibu tidak salah ya mungkin istri kamu ini sedang hamil" ditepuknya pundak teguh dengan tersenyum penuh arti
"hamil.... beneran bu, Tiwi hamil" teguh pun sangat antusias kala mendengar ucapan bu Lastri
"iya mungkin.... kadang ada yang hamil istrinya tapi yang ngidam tuh suaminya, makanya ibu bilang di cek dulu" ujar lagi bu Lastri
############
__ADS_1
🌹🌹🌹 jangan lupa tinggalkan jejak like and coment ya guys
🌹🌹🌹 lagi gabut nih jadi susah banget ngerangkai kata dan cerita