
Hari pertama masuk sekolah membuat Dila sedikit kerepotan karena mengurus dua anak sekaligus, terlebih Dila selalu menyiapkan sendiri untuk keperluan anak-anaknya
Thalia yang rewel karena harus bangun pagi-pagi juga Albi yang mendadak kehilangan kaos kaki dan juga bukunya mewarnai pemandangan pagi ini.... padahal saat sebelum mereka istirahat malam kemarin semua sudah siap tersedia
"kak... Albi, ayo nak jujur dimana kaos kakinya.... bukannya kemarin sudah bunda siapkan...."
Albi terdiam sambil memainkan jari jemari tangannya lalu Dila mendekati Albi dan membawa Albi ke dalam pangkuannya
"kak.... dimana kaos kakinya" Dila mengulang pertanyaannya dengan menyapu rambut Albi dengan tangannya,,, Albi akhirnya mengatakan dimana dia menyembunyikan kaos kaki juga bukunya. Sebenarnya Albi takut untuk ke sekolah.... dia tidak mau jadi korban bully lagi... Dila yang mengerti kekhawatiran anaknya pun akhirnya mengantarkan Albi ke sekolah terlebih dahulu sedangkan thalia ia titipkan pada ibunya sembari mengantarkan Albi
jarak sekolah yang lumayan dekat dengan rumahnya membuat Dila dengan cepat sampai di sekolah. Tak lagi mengunakan sepeda ontel kini dengan uang pemberian Alika waktu itu dia pun membeli sepeda motor bekas dengan harga yang tak sampai lima juta dengan kondisi mesin yang masih lumayan bagus
Dila mengandeng Albi masuk ke gerbang sekolah lalu menuju kelas Albi....
Didepan ruang kelas masing-masing sudah berdiri para wali kelas yang mendampingi muridnya untuk mendapatkan tempat duduk tanpa harus berebut seperti biasanya yang terjadi saat ada hari pertama masuk sekolah usai kenaikan kelas
"pagi Albi...." guru perempuan dengan name tag Wulandari menyapa Albi dengan senyum ramah lalu mengulurkan tangannya kearah Albi agar diciumnya sebagai tanda hormat kepada guru juga mereka yang lebih tua... Albi pun meraih tangan Wulandari lalu menciumnya
"pagi mamanya Albi...."
"pagi bu.... maaf untuk yang kemarin tolong di tindak lanjuti ya bu.... hari ini saja Albi hampir tidak mau sekolah karena takut...." ucap lembut Dila pada Wulandari
"iya bu segera.... nanti saat anak anak sudah masuk kelas semua saya pasti akan bahas itu dan tanyakan juga pada anak anak yang lain"
"terimakasih.... saya titip Albi ya bu Wulandari.... tolong kabari saya jika terjadi sesuatu pada Albi...."
"iya bu siap...."
__ADS_1
Dila pun akhirnya berpamitan pada Albi.... awalnya albi enggan untuk ditinggalkan oleh bundanya tapi setelah di bujuk Wulandari akhirnya ia pun mengijinkan Dila pulang
Segera Dila men-starter sepeda motor miliknya untuk pulang lalu menjemput thalia.... sebenarnya sekolah Albi dan Thalia berdekatan tapi karena jam masuknya yang berbeda akhirnya Dila memilih untuk mengantarkan satu persatu anak anaknya
saat Dila sampai di rumah ternyata di depan rumahnya sudah ada lana dan lani yang juga akan bersekolah di tempat yang sama dengan thalia. Segera Dila memarkir kendaraannya di samping tumpukan batu bata yang akan di gunakan untuk membuat toko sembako miliknya itu...
"assalamualaikum.... bunda" sapa lana dan lani bersamaan lalu satu persatu mencium punggung tangan Dila
"waalaikum salam.... "
"bunda kita berangkat bareng ya.... nanti di anterin ayah" ucap lana membuat pertanyaan yang ada di kepala Dila pun terjawab saat melihat mereka berdua di rumahnya
"emmmm.... nanti Lia dianterin bunda pakai sepeda motor itu ya Lana...." tunjuk Dila pada sepeda motor miliknya yang terparkir itu
"tapi lana dan lani maunya bareng sama bunda dan Lia....." rengek lana lagi
Dila terdiam tak mau menjawab keinginan lana dan lani sesungguhnya ia juga kasian pada mereka berdua karena tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu
Thalia pun keluar dari rumah bersama bu Rini juga Bu Narti ibunya Arman
"sudah pulang Dil...." tanya bu Rini
"sudah bu...ini mau jemput Lia" Dila pun segera meraih tangan thalia untuk berada di sampingnya
"nak Dila.... berangkat sama lana lani saja naik mobil nanti diantar Arman...." tawar bu Narti
"maaf bu.... saya dan thalia naik sepeda saja...ya kan Lia...." thalia cemberut gadis kecil Dila itu ingin naik mobil karena sejak kepindahannya ke sini dia tidak pernah lagi naik mobil... Dila melirik tajam thalia memberi isyarat untuk menuruti perintahnya
__ADS_1
"iya...." ucapnya terpaksa
"ih... gak asik ah Lia.... enakan naik mobil sama aku gak panas lia... nanti kalau naik mobil pasti kamu gak kepanasan...." ucap lani memanas manasi thalia agar mau berangkat dengannya
terdengar deru mesin mobil mendekat ke rumah Dila, mereka semua pun sontak menoleh ke sumber suara... terlihat Arman turun dari mobil tersebut
Mengenakan kemeja biru dengan tambahan motif garis-garis juga rambut yang ia sisir rapi membuat Arman terlihat tampan
Arman kini sudah berada di antara mereka semua lalu setelahnya lana dan lani merengek padanya tentang Dila yang enggan berangkat bersamanya
Arman menatap Dila sejenak kemudian berujar "mari mbak Dila kita berangkat bersama... saya rasa tidak ada salahnya berangkat bersama toh juga ibu saya juga ikut dengan kita.... menyenangkan hati anak anak kan tidak ada salahnya, lagipula Lia pasti juga tidak keberatan kan berangkat dengan lana lani "lugas Arman
Dila menatap manik mata Lia yang penuh harap agar diperbolehkan berangkat bersama lana dan lani. Tak tega akhirnya Dila mau berangkat bersama mereka mengunakan mobil Arman
Lana, lani juga thalia segera berlari ke mobil lalu masuk ke kursi penumpang setelahnya bu Narti pun pamit pada bu Rini untuk mendampingi cucu cucu mereka setelahnya Arman pun sama pamit pada bu Rini lalu masuk ke mobil di kursi kemudi tak berapa lama Dila pun menyusul... hanya kursi yang berada di samping Arman yang kosong,mau tak mau dia pun duduk di sana
Tak ada pembicaraan antara Dila juga Arman hanya canda tawa anak anak yang terdengar bahkan Dila hanya fokus melihat ke arah luar jendela mobil....
Tak berapa lama mereka sudah sampai di depan sekolah, dengan segera Dila pun anak anak turun dari mobil juga bu Narti
Banyak pasang mata yang melihat ke arahnya, Dila memang belum lama tinggal di sana tapi ia pun sudah banyak di kenal orang apalagi dia juga pernah jualan kue keliling
Pasang pasang mata itu memandang penuh selidik pada dua orang dewasa berbeda status itu....
Semua tau siapa Arman....duda dua anak yang sudah lama ditinggal pergi istrinya.... banyak wanita juga gadis mencoba mendekatinya tapi semua ditolak nya
Jawaban Arman saat itu selalu tergantung lana dan lani, siapapun yang dipilih lana lani untuk menjadi ibunya nanti maka Arman akan mengabulkannya
__ADS_1