
sebulan berlalu pasca giany yang ditinggal sendirian di rumah Alika waktu itu. kehidupan rumah tangga Alika dan teguh benar benar damai tanpa ada gangguan dari giany dan keluarga Hendriansyah lainnya.
"Wi.... nanti sore aku mungkin tidak bisa mengantarkan mu untuk control rutin ke dokter kandungan" ucap teguh sembari mengancingkan kemejanya, ya dia akan pergi ke resto yang dikelolanya.
"memangnya kakak mau kemana?" Alika pun kini beranjak dari tempat duduknya dan berjalan kearah suaminya itu
"ada yang booking resto sore ini dan tidak mungkin aku pasrahkan ke Dewi karena mereka ini adalah kumpulan pengusaha muda yang akan melakukan meeting" jelas teguh lalu membalikkan tubuhnya kearah istrinya yang kini sudah berada di belakangnya
cup...
diciumnya sekilas bibir teguh oleh bibir Alika, Alika menggunakan perona bibir berwarna merah matang, sengaja itu ia lakukan untuk mewarnai bibir suaminya itu dengan bibirnya
"Wi, apa yang kamu lakukan... bibirku pasti memerah seperti bibirmu, hem" ditariknya kini hidung mancung istrinya itu
"kak... sakit"
"kamu mulai nakal ya.... hem" Alika mengalungkan kedua tangannya ke leher teguh, teguh pun tak tinggal diam. dia pun sama mengalungkan kedua tangannya di pinggang istrinya itu
"kak..." kini suara itu terdengar manja dan sangat lirih
"ada apa... kenapa kamu bersikap seperti ini"
"kak entahlah, tapi aku ingin bermanja-manja dengan suamiku yang sibuk ini" dirabanya kini pipi teguh dengan jemarinya
"maaf sayang ku tapi nanti ya, ini customer penting, aku tidak ingin ada kesalahan yang dilakukan oleh para pegawai ku" ucap teguh lalu berusaha melepaskan tangannya, kemudian ia juga mencoba melepaskan tangan Alika dari tubuhnya
"kakak tidak sayang aku, kakak jahat" Alika pun berbalik lalu berjalan mendekat kearah ranjang. kini dia duduk di sisi ranjang sambil mengusap perutnya "lihatlah nak, kamu saja belum lahir tapi papa mu sudah tidak peduli lagi dengan kita" ucap Alika dengan nada yang sendu
teguh pun mendekati raga istrinya itu, ia bersimpuh di hadapan Alika.
"bukan begitu Wi, aku sudah rapi dan satu jam lagi acara itu dimulai, sebelum acara dimulai aku harus pastikan dulu kalau semua persiapan sudah dilakukan dengan benar."
__ADS_1
Alika bergeming, ia membuang muka pada suaminya itu.
"jangan begini, aku tidak akan bisa tenang di sana jika kamu masih seperti ini"
diusapnya pula kini perut istrinya itu "nak lihatlah mamamu sedang ngambek karena papa mau berangkat kerja, tolong bujuk mama ya nak... katakan pada mama kalau papa sangat mencintai mama"
jemari teguh kini sudah berada di dagi istrinya itu "jangan seperti ini, aku tidak akan tenang jika kamu masih bersikap seperti ini. aku janji setelah acara itu selesai aku akan segera pulang, ok"
diciumnya pucuk kepala istrinya itu lalu setelahnya ia pun beranjak pergi ke resto tempatnya bekerja selama ini
sesampainya di resto, semua persiapan telah selesai dilakukan hanya tinggal menunggu kedatangan para tamu yang akan hadir di acara tersebut.
Dewi selaku bawahan serta orang kepercayaan teguh pun meminta bicara berdua dengan bos-nya itu
"pak maaf ada yang belum saya sampaikan" kini keduanya tengah duduk saling berhadapan di ruang kerja teguh
"apa Dew"
"siapa namanya?" tanya teguh penasaran
"Rosalia Angraeni" jawab Dewi dengan pasti
"rosa" gumam teguh lalu dengan sebelah tangannya meminta dewi untuk keluar
satu persatu tamu undangan yang diundang penyewa resto pun datang. teguh selaku owner pun ikut serta menyambut kedatangan mereka.
acara yang dihelat pengusaha muda itupun sukses membuat tamu undangan terkesima. teguh yang tadi sempat diberitahu Dewi kalau penyewa restonya adalah teman lamanya pun memperhatikan dengan seksama orang yang dimaksud Dewi.
wanita cantik bertumbuh tinggi, dengan rambut panjang berwarna sedikit pirang yang digerai itu tampak begitu mempesona mata setiap lelaki. tapi tidak dengan teguh karena baginya hanya Alika wanita tercantik di dunia ini. dipandangnya kini teman lamanya yang dulu biasa dipanggil Rosa olehnya, wanita itu pun membalas pandangan teguh lalu tersenyum tipis kearahnya. teguh membalas senyuman itu sebagai bentuk sebuah sapaan.
waktu terus bergulir, sembari menunggu para pengusaha muda itu usai melakukan pertemuannya, teguh pun menghubungi istrinya itu.
__ADS_1
dengan nada sedikit kecewa Alika pun menjawab setiap tanya suaminya itu. entah mungkin bawaan bayi tapi Alika ingin selalu berada didekat suaminya itu. selesai menelpon Alika, teguh pun kembali ke ruangannya. tak lama setelahnya sebuah ketukan pintu terdengar di telinganya
tok... tok... tok
"permisi pak teguh, ada yang ingin bertemu dengan pak teguh" terdengar suara Dewi dibalik pintu
"masuk Dew" teriak teguh
tak lama pintu dibuka, nampak Dewi berjalan kearah teguh diikuti seorang wanita cantik yang sedari tadi mencuri pandang kearahnya. ya wanita itu adalah Rosalia Angraeni
"permisi pak, ini tadi yang ingin bertemu dengan pak teguh" ucap Dewi, lalu sebelah tangannya menunjuk ke arah Rosa
"hai Guh, apa masih ingat aku" sapa Rosa dengan anggunnya
"keluarlah Dew, tapi jangan tutup pintunya biarkan saja terbuka" pinta teguh. Dewi yang mendengar ucapan teguh pun keluar dari ruangan bos nya itu
"sepertinya kau takut sekali berdua denganku Guh" tanpa permisi Rosa pun duduk di kursi yang ada didepan meja kerja teguh
"bukan begitu Ros, aku hanya tidak ingin karyawan ku menggunjing kita karena berdua di tempat tertutup" ucap teguh membela diri
"bagaimana kabarmu, setelah tiga tahun lalu kamu meninggalkan ku di kamar itu apa kamu tidak ingin tau bagaimana keadaan ku setelahnya" ucap Rosa to the points. dia sengaja membooking resto milik teguh dengan nama asistennya agar bisa bertemu langsung dengan teguh
"cukup Ros, malam itu aku tidak ingat apapun dan ku harap kamu juga melupakan kejadian itu. apapun yang terjadi malam itu aku minta maaf... sungguh aku tak bisa mengingat nya" lugas teguh. ia tidak ingin masalalu nya menjadi benalu dalam rumah tangga yang kini dijalaninya bersama Alika
"tapi aku tidak akan bisa melupakannya sampai kapan pun. malam itu kami pergi meninggalkan sesuatu yang tidak akan mungkin bisa hilang dalam hidup kita" Rosa pun berdiri dan kemudian mengambil selembar kertas dari dalam tas berharga puluhan juta itu. kertas itu berisi sebuah foto anak kecil berjenis kelamin laki-laki
"apa ini Ros, jangan mengecohku" sarkas teguh
"aku tidak butuh uang mu, bahkan mungkin uangmu tidak akan mampu menutupi biaya hidupnya... tapi sayangnya aku butuh kamu untuk anak ku bisa hidup lebih lama lagi" Rosa pun mulai berkaca-kaca matanya saat mengatakan itu
*"***"
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ sorry ya guys, karena judul nya wanita kedua jadi ya nikmati saja ya....