Wanita Kedua

Wanita Kedua
suamimu itu kekasih Gi.....!!!


__ADS_3

melihat gadis yang sudah ia anggap seperti adiknya sendiri itu mengeluh tangannya sakit, Alika yang sedari tadi diam melihat suaminya menarik tangan giany pun mendekati dua raga yang saling berhadapan itu.


"Gi....tanganmu kenapa?" Alika pun mulai meraih tangan giany lalu melihat nya dengan seksama, perban putih itu kini mulai berwarna merah


"kak ... kepala ku....." giany yang sesungguhnya belum pulih benar pun mulai kehilangan kesadarannya, tubuhnya luruh ke lantai


dengan penuh kekhawatiran Alika menepuk-nepuk pipi giany agar gadis itu segera tersadar,tapi nihil.... tubuh giany lemah.saat Alika menepuk pipi giany tanpa sengaja ia melihat anting yang dikenakan oleh giany sama persis seperti anting yang ditemukan nya tadi.


"kak .... jangan diam saja,ayo kita bawa Gi ke klinik" Alika yang melihat teguh hanya diam mematung ditempatnya pun berteriak memanggilnya


teguh bergeming, ia tak percaya dengan giany, baginya kini gadis itu hanya bersandiwara.alika pun menarik tangan teguh dengan sedikit keras


"kak....ayo tolong dia,aku mohon...." pinta Alika dengan wajah mengiba membuat teguh luluh melihatnya


"dia hanya bersandiwara Wi.... sudah tinggalkan saja dia disitu" ucap teguh ketus


"kak ... please, tolong giany dulu setelahnya nanti baru kita bahas lagi"lugas Alika


teguh menarik nafas panjang setelahnya ia pun berujar "ok aku tolong dia.... tapi tolong percayalah aku tidak pernah menyentuh wanita lain selain kamu istriku"


"iya aku percaya kak...." ucap Alika terpaksa, sejujurnya dia masih bimbang siapa disini yang berbohong padanya.karena nyatanya anting yang dicari giany memang sudah ditemukannya.terlebih giany adalah gadis yang baik dimatanya, apa mungkin gadis yang baik ini akan tega melukai hatinya.


dengan terpaksa teguh pun membawa giany yang tak sadarkan diri ke klinik terdekat ditemani istri yang begitu dicintainya, Alika.di klinik itu pula Galang yang saat itu terkena sayatan pisau yang dipegang giany mendapatkan pertolongan.


setelah giany ditangani oleh petugas kesehatan yang ada disana, teguh pun lekas membawa Alika duduk di kursi tunggu.


ditatapnya wajah cantik yang sudah mendiami hatinya sejak lama itu setelahnya diraihnya kedua tangan Alika.alika pun kini juga menatap wajah tampan suaminya itu,ia menunggu kata demi kata yang akan diucapkan oleh suaminya itu.


"Wi tolong percayalah aku tidak pernah berhubungan dengan giany, apapun itu.dan hari itu sehari sebelum kita menikah giany datang kerumah ku meminta ku membatalkan rencana pernikahan kita" teguh menarik nafas dalam-dalam setelahnya pun ia mengatakan apa yang terjadi di hari itu, tentang kedatangan Galang dan juga pak Hendra yang juga mengatakan akan menjaga acara pernikahannya agar tidak diganggu oleh kedua bersaudara itu

__ADS_1


Alika sampai menutupi mulutnya dengan telapak tangannya mendengar cerita teguh, bagaimana hal sebesar ini disembunyikan dari nya.teguh pun mulai meraih kepala istrinya dan menyandarkannya ke dadanya.wajah cantik itu kini sudah basah oleh air matanya.


Alika tidak pernah tahu kalau giany menyukai teguh, memang giany pernah berkata padanya bahwa dia sedang mengagumi seseorang tapi dia tidak pernah mengatakan siapa lelaki yang dikaguminya itu


Alika terus menangis didada teguh hingga membuat kaos yang digunakan suaminya itu pun ikut basah terkena air matanya


sepasang suami istri paruh baya datang dengan tergopoh-gopoh ke klinik itu,ya Alika tadi sempat mengabari keluarga giany saat dia masih di mobil hendak membawa giany ke klinik


"Alika..... dimana Gi" tanya bu Ratna cemas


Alika yang mendengar namanya disebut pun segera berdiri dan mengusap wajahnya yang basah itu, " mama.....gi masih didalam ma"


bu ratna pun kini mengalihkan pandangannya ke teguh yang kini berdiri disamping istrinya


"kamu yang namanya teguh....mana janjimu untuk menikahi giany.... kamu sudah membuat anak kami sampai mau bunuh diri" ucap bu ratna lantang


teguh dan Alika yang mendengar ucapan bu ratna pun kaget, mereka saling pandang.


"kamu ini bicara apa.... memang kamu sendiri yang berjanji mau menikahi giany tapi kamu juga yang mengingkarinya" ucap pak Hendra


Alika tau ada yang tidak beres disini, tatapan mantan papa mertuanya pun tak sama.ada sedih yang membingkai wajah tegas pak Hendra.


Alika pun mendekat ke raga lelaki paruh baya itu "Pa ....ada apa?"


"ini semua benar Alika, suamimu itu kekasih Gi" ucap pak Hendra lalu memalingkan wajahnya tak mampu menatap wajah mantan menantunya itu


πŸ’”


πŸ’”

__ADS_1


πŸ’”


****flashback malam saat resepsi pernikahan Alika dan teguh*****


seorang dokter keluar dari ruangan tempat giany dirawat, dokter itu mengatakan kondisi giany kembali down.giany yang sejak dikurung oleh pak Hendra ternyata tak memakan apapun bahkan minum pun tidak.


tubuh giany sangat lemah bahkan jarum infus yang terpasang di lengannya pun sudah berkali-kali di lepasnya secara paksa


"maaf pak,bu pasien hanya memanggil nama teguh dan juga berkata dia ingin mati saja.kami sudah berusaha memberikan suntikan penenang tapi belum lagi kami bisa menyuntiknya pasien dengan segala tingkahnya membuat jarum suntik itu patah" ucap dokter itu frustasi, baru kali ini dia mendapat pasien yang tak bisa disentuhnya


"biarkan saya dan istri saya yang masuk dok" ucap pak Hendra lalu menggandeng tangan bu ratna masuk kedalam tempat giany dirawat


nampaklah giany yang duduk sambil membawa sebuah pisau medis yang diarahkan kepada orang dihadapannya


"Gi.... tenang dulu ya sayang, kita bicara baik-baik ya sayang...." ucap pak Hendra lalu berusaha meraih pisau yang dipegang oleh putrinya itu tapi ditepis oleh giany


"tidak.... papa jahat... papa lebih sayang wanita jahat itu daripada Gi anak papa sendiri.... Gi mau mati saja.... Gi gak mau hidup kalau kak teguh tidak bisa Gi dapatkan" ucap giany dengan pandangan matanya yang kosong


"Ok.... papa menyerah, Gi bisa lakukan apapun yang Gi mau..... tapi tolong letakkan itu ya sayang.... papa tidak mau Gi terluka"


"papa bohong, papa hanya bujuk Gi saja kan..... Gi mau mati saja" giany mulai mengarahkan pisau medis itu kearahnya


"jangan Gi..... papa janji akan menuruti semua keinginan Gi" ucap pak Hendra akhirnya,ia menyerah, beliau tak sanggup lagi melihat putrinya dalam kondisi yang sangat tidak baik seperti itu


giany pun akhirnya menurut, dia meletakkan pisau medis itu dimeja.pak Hendra pun membujuk giany agar mau dirawat semalam saja untuk mendapatkan pengobatan agar dia bisa cepat pulih


giany menurut... pagi sekali dia sudah terbangun, nampaklah disana mama dan papanya, juga Galang.giany segera memanggil mereka semua lalu meminta mereka berbohong didepan Alika nanti, kalau mereka ingkar maka giany mengancam akan mengakhiri hidupnya saja.tentu mereka semua tidak mau itu terjadi, dengan berat hati mereka bertiga pun menuruti keinginan bodoh giany


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼

__ADS_1


πŸ’”πŸ’”πŸ’” eits jangan lupa tinggalkan like and coment ya guys


πŸ’”πŸ’”πŸ’” kita lihat Alika patah hati dulu ya setelahnya baru kita kawal kebahagiaannya ya....πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


__ADS_2