
Sesampainya dirumah, Muthia langsung membersihkan diri sebelum menemui putranya.
Guyuran air shower membuatnya merasa lebih segar dan rasa lelahnya hilang.
Setelah selesai mandi, Muthia tak lupa mengambil air wudhu dan berniat menunaikan kewajiban empat rakaat nya, jarum jam menunjukkan lima belas lebih tiga puluh delapan menit, sudah memasuki waktu sholat ashar.
Dalam doanya, Muthia tak pernah lelah menyematkan doa untuk kedua orang tuanya, anak, suami dan kakak madunya, semoga rumah tangga yang dijalaninya selalu baik baik saja, tercipta sakinah dan warohmah.
Setelah selesai menunaikan kewajibannya, Muthia beranjak menemui putra kesayangannya yang sedang disuapin bibi di ruang tengah sambil menonton film kartun kesukaannya.
"Wah jagoannya bunda, makannya habis banyak ya, lagi nonton film apa itu?"
"Nonton kartun unda "(dengan bahasa anak kecil)
Muthia menempatkan dirinya duduk di samping putranya, hatinya menghangat tatkala melihat anaknya tumbuh dengan sangat baik, semoga kelak, kamu jadi anak yang Sholeh dan sukses sayang, Muthia bicara dalam hati sambil terus tersenyum menatap tingkah putranya yang menggemaskan.
Ada suara mobil masuk pekarangan rumah, pasti itu kang Aswin, batin Muthia.
Pintu depan memang sedang tidak terkunci, jadi Aswin langsung masuk kedalam tak lupa mengucapkan salam terlebih dahulu.
Mendengar salam dari sang suami, Muthia bergegas untuk menjawab dan menyambut kedatangan lelaki halalnya penuh cinta dan binar bahagia.
"Asalamualaikum..."
"Waalaikumsallm wr wb
Kang, kok jam segini sudah pulang?"
"Kenapa?
Nggak suka? Hmmmm"
"Bukannya begitu atuh kang..."
"Iya, ayah paham maksudnya bunda.
Tadi ayah sengaja pulang lebih cepat, karena jujur ayah kepikiran dengan bunda."
"Iya, bunda tau bunda sudah melakukan kesalahan, maafin bunda ya."
"Iya sayang, jangan diulangi lagi ya."
"Iya suamiku."
"Dimana jagoan ayah bund?"
"Itu lagi lihat kartun.
Bunda bikinin kopi dulu ya, dan siapin makan malam.
Ayah kalau udah hilang capeknya, bersih bersih habis itu kita makan bareng, bunda akan masakin kesukaan ayah, Pete bakar, sama ikan bumbu balado."
"Iya sayang, makasih yaa." Aswin memeluk dan mencium pucuk kepala sang istri penuh cinta, bahagia diperhatikan dan begitu di puja oleh wanita yang dicinta.
☘️☘️☘️
__ADS_1
"Hmmmm, masakan bunda memang nggak ada duanya, selalu bikin nagih." bagi Aswin, apapun makanan yang di masak Muthia selalu terasa enak di lidahnya.
"Alhamdulillah, bunda senang kalau ayah suka dengan apa yang bunda masakin." balas Muthia senang, karena suaminya selalu lahap dan suka dengan masakannya.
"Iya dong sayang, masa istri capek capek bikin ini semua nggak suka, yang ada ayah tuh ngerasa beruntung banget, punya istri kayak bunda, selain cantik, baik, jago masak lagi, nikmat mana lagi yang ayah dusta kan, hmmm." sambil menarik turunkan alisnya menggoda Muthia.
Muthia hanya tersenyum, hatinya sangat bahagia dengan semua perlakuan lembut suaminya.
Setelah selesai makan, Muthia dan Aswin duduk diruang tengah sambil menonton televisi, sedang kan jagoan kecilnya sudah bobo nyenyak di kamarnya.
"Ayah, waktu ayah kesini, teh Sandra tau kan?"
"kenapa bunda menanyakan itu?"
"Ya bunda nggak mau ada salah paham saja dengan teh Sandra nantinya."
"Bunda tenang aja, tadi ayah sudah minta ijin sebelum pulang kesini, dan Sandra mengijinkan."
"Alhamdulillah, lega bunda dengernya."
"Lega apa seneng bund?"
Hmmmmm, Aswin mengedipkan sebelah matanya menggoda Muthia.
"Dua duanya dong sayang." sambil kedua tangannya dilingkarkan ke leher sang suami dengan manja.
"Kayaknya ada yang kasih kode nih."
"Apa an sih, masih sore ayaaaah."
"Hahahaaaaa, iya iyaaa
"Iya"
"Boleh ayah tanya sesuatu?"
"Iya, apa yang ingin ayah tanyain?"
"Tadi pas bunda pergi lihat lahan, gimana?"
"Alhamdulillah, lancar dan justru pemiliknya ingin menghibahkan tanahnya untuk dibangun yayasan, bahkan siap menjadi donatur tetap nya."
"Owh ya, beneran itu bund?
Kok bisa ?"
"Kebetulan bunda kenal dengan pemiliknya."
"Wah kebetulan sekali ya bund, emang siapa pemiliknya, ayah kenal orangnya?"
"Ayah nggak kenal sama orangnya, beliau teman bunda, namanya mas Amir."
"Laki laki?"
"Ya iyalah, namanya aja Amir, masa perempuan sih?"
__ADS_1
"Udah nikah?"
"Belum katanya."
"Owh...." Balas Aswin tak suka.
"Kenapa, ayah cemburu yaa?"
"Iyaaa, tapi ayah yakin, bunda akan selalu setia untuk ayah, cemburu itu hal yang wajar sayang, agar bunda bisa melihat betapa suamimu ini sangat mencintaimu."
"Alhamdulillah, makasih sayang."
"Bund,yuuk ke kamar."
Muthia hanya mengangguk dengan pipi yang bersemu merah, Muthia paham apa yang dimaksud suaminya itu.
Untuk adegan selanjutnya skip aja mak, pasti pada udah tau kan, nanti kalau dijelasin pasti bikin kepala kliyengan.
#Pesan Cinta Author
Hening hati dalam cinta
Dalam hening hati
Ku tertegun dengan lamun ku
Menikmati semua
Rasa hati bertabur rindu
Di kehidupan
Ada cinta yang terus berkembang
Sepertinya dunia penuh warna
Dalam rentan jiwa
Ku telusuri arti cinta
Melintas namamu
Dalam rindu, ku takut sepi
Seperti ku tidur
Dalam jerami tak terurus
Lenyap kan semua tanda tanya
Begitu kurasa berbeda
Setelah cinta ini kau sentuh
Dunia yang dulu sepi kini telah berubah
__ADS_1
Bersamamu sangat berarti
..........................................