
"duduk dulu mbak...." Dahlia mempersilahkan Dila dan thalia untuk duduk di ruang tamu sedangkan dia undur diri ke dapur untuk membuatkan mereka berdua minuman
Tak lama setelahnya Dahlia datang dengan dua gelas orangejus di atas nampan, lalu setelahnya ia meletakkan gelas gelas tersebut tepat di meja yang berada di depannya "silahkan di minum mbak...." lalu Dahlia mengalihkan pandangannya ke gadis kecil yang ikut bersama Dila itu "hai cantik namanya siapa...."
"lia tante...." jawabnya lalu thalia pun mencium punggung tangan Dahlia seperti apa yang disuruh oleh Dila
"wah cantiknya.... Lia udah sekolah apa belum?" tanyanya lagi
"kata bunda....dua minggu lagi lia udah masuk sekolah.... Tante Lia boleh minum es nya....?" ucap polos thalia dan dibalas anggukan oleh Dahlia setelahnya thalia pun meminum orangejus di depannya itu
"mbak Dahlia.... mbak Alika nya mana?"
"sedang menidurkan Anaya... kalau mau mbak Dila tunggu saja....,oh ya mbak nanti kalau bertemu mbak Alika tolong ya jangan buat dia tersinggung lagi.... mbak Alika gak punya niat buruk sedikitpun sama kamu....."
Dila terdiam mendengar ucapan dari Dahlia.... sebegitu tersinggung nya kah mantan madunya itu, hingga orang orang disekelilingnya sampai begitu over protektif
tak lama setelahnya Alika pun keluar menemui Dila,
Ada sedikit getar yang dirasakan oleh Dila saat Alika duduk di depannya, ia sungkan plus canggung
Alika yang menyadari bahwa akan ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh Dila pun meminta tolong Dahlia untuk menemani thalia bermain dengan boneka boneka milik Anaya di dalam
"mbak....aku minta maaf atas sikapku waktu itu" ucap Dila tulus sambil sesekali mencuri pandang melihat ekspresi lawan bicaranya
"maaf.... maaf untuk apa.... apa mbak Dila punya salah,setauku justru aku yang salah karena bersikap sok pahlawan pada orang yang hanya berpikiran buruk terhadap ku ....padahal niatku baik hanya ingin membantu tanpa butuh di puji" jawabnya tanpa memandang Dila
"ya mbak aku salah....aku minta maaf, tolong kita perbaiki hubungan ini..."
hening tak ada yang memulai lagi pembicaraan itu, setelah beberapa lama Dila pun berdiri lalu berjalan mendekati raga Alika dan setelahnya ia duduk di samping Alika....
"mbak... maafkan aku ya, kita berteman lagi mau kan," Dila menggenggam erat tangan Alika, Alika yang sedang menahan sesak di ulu hatinya itu pun akhirnya mau memaafkan Dila, mereka berdua berpelukan saling melontar maaf
__ADS_1
Ada kelegaan di hati Alika saat Dila berucap mau menerima uang pemberiannya karena bagi Alika kegagalan rumah tangga mereka itu pun juga karena dia, karena lelaki yang masih menyimpan rasa untuknya
Dila pun mengatakan pada Alika jika uang pemberian Alika waktu itu akan ia gunakan untuk membuat toko sembako di depan rumahnya karena dilingkungan tempat tinggalnya belum ada yang toko sembako lagi pun disana juga lingkungan yang ramai orang
bagaimanapun Dila juga meminta ijin kepada Alika untuk mengunakan uang tersebut
Hari itu ada hubungan baru yang terjalin antara keduanya bukan lagi saling berlomba untuk mendapatkan perhatian dari lelaki tapi hubungan yang lebih dari segalanya hubungan pertemanan yang sempat terputus. Juga kini mereka tak ingin lagi ada yang merasa sungkan satu sama lainnya karena mereka berjanji akan menjaga hubungan ini seperti layaknya keluarga
*********
(aku jemput malam ini) sebuah pesan dari Galang membuat Dewi salah tingkah,
Sejujurnya ia tak ingin lagi berhubungan dengan Galang tapi ia juga takut kalau Galang akan mengadukannya pada Mala
Tak bisa dipungkiri bekerja di restoran gajinya tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dia yang seorang janda muda dua anak juga harus menanggung biaya hidup kedua orangtuanya yang enggan bekerja
Dewi memang menitipkan kedua anaknya pada ibunya yang sehari hari hanya di rumah melakukan pekerjaan rumah, sedangkan ayahnya Dewi sudah enggan bekerja karena merasa Dewi sanggup memenuhi semua kebutuhan hidupnya, juga ada adiknya yang masih sekolah membuat beban berat berada di pundak Dewi
Mau tak mau dia harus punya pekerjaan tambahan untuk menambah penghasilannya
Malang tak bisa ditolak untung pun tak bisa diraih
Malam ini usai restoran tutup sebuah mobil SUV sudah terparkir di depan restoran milik Alika itu
Segera Dewi mendekati mobil itu lalu mengetuk kacanya pelan
Pintu mobil dibuka dari dalam lalu Dewi pun segera masuk ke sana
Tak menunggu lama mobil pun dilajukan oleh Galang menuju rumah tempat mereka bergumul waktu itu
Dewi turun setelah Galang memberinya kunci rumah itu lalu di buka oleh Dewi pintu rumah itu
__ADS_1
Dewi menjatuhkan bobot tubuhnya di kursi panjang yang berada di sana, tak lama Galang pun memasuki rumah itu
Pintu ditutup dari dalam oleh Galang
"bersihkan tubuhmu.... cepat" perintah Galang, bahkan tak ada kelembutan dari ucapannya
Dewi bergegas menuju kamar yang ditempatinya waktu itu lalu mulai membersihkan tubuhnya di kamar mandi, lima belas menit kemudian ia keluar hanya dengan handuk yang melilit tubuhnya sedangkan Galang sudah menunggunya duduk di tepi ranjang
perlahan Dewi mendekati raga Galang lalu ia pun mulai menanggalkan seluruh pakaian Galang
Dewi menautkan bibirnya pada bibir Galang lalu setelahnya ia pun mulai melakukan pekerjaan yang bukan hanya uang yang dihasilkannya juga kepuasan tersendiri untuknya
__
Dewi terkulai lemas di atas ranjang begitu pula dengan Galang.... tapi senyum menyeringai kini terukir di wajah Galang
beberapa saat setelahnya mereka berdua pun sudah selesai membersihkan tubuhnya masing-masing
"aku tunggu di luar....." ucap dingin Galang tanpa menatap wajah Dewi lalu ia berlalu keluar meninggalkan Dewi yang masih merapikan rambutnya, lalu tak lama Dewi pun menyusul Galang keluar kamar
"apa itu pak......." pekik Dewi saat melihat videonya sedang bergumul dengan Galang waktu itu
Galang tengah memutar video pergumulannya dengan dewi waktu itu.... bahkan di video itu jelas terlihat Dewi begitu menguasai permainan sedangkan Galang hanya menerima setiap permainan yang dilakukan oleh Dewi saat itu
"pak matikan...." Dewi menekan tombol power VCD player itu lalu kemudian saat keping DVD sudah berada ditangannya ia segera mematahkannya hingga pecah berkeping-keping
"huh....huh...huh...." nafasnya ngos-ngosan karena kaget dengan tindakan Galang tapi tak ada reaksi apapun dari Galang saat Dewi menghancurkan keping DVD itu lalu tak lama tawa membahana keluar dari mulut Galang secara bertubi-tubi
"hahahaha..... hahahaha..... hahahaha......" Dewi bingung dengan perilaku Galang kenapa justru ia tertawa
"apa yang lucu pak Galang....." pekiknya
__ADS_1
"kamu pikir aku bodoh Dewi....kamu pikir hanya itu yang aku punya" perlahan tapi pasti Galang mendekati tubuh Dewi yang kini serasa bergetar hebat itu "aku punya banyak Wi.... bahkan puluhan video mu hari itu.... bahkan hari ini pun sudah ku rekam"
"apa mau mu...pak Galang, kenapa Anda lakukan ini padaku"