
Tanpa kusangka Muthia menghampiriku dan yang lebih membuatku terkejut adalah, ketika Muthia menawarkan bantuan keuangan. Apa dia pikir aku nampak begitu miskin sampai aku harus mengemis iba padanya, tapi aku akan memanfaatkan itu nanti, tunggu saja permainan selanjutnya, ini belum berakhir. Sebelum aku memutuskan untuk mundur, aku harus memastikan kalau hidupku nanti tidak akan kesulitan uang sepeserpun, dan itu akan aku dapatkan secepatnya, menguasai harta suami dan wanita pujaannya.
"Hari sudah mulai sore, sebaiknya kita pulang sekarang, kasihan anak anak." Sandra bicara dengan ekspresi datar tanpa ingin melihat ke arah suaminya.
"Baiklah." Aswin menoleh ke arah Muthia dan dijawab dengan anggukkan dan senyuman hangat, kelembutan dan sifat pengertiannya itulah yang selalu membuat Aswin merasa nyaman berlama lama berada dekat dengan Muthia.
"Sebentar, tadi aku bikin cemilan untuk anak anak." Muthia beranjak ke dapur untuk mengambil beberapa toples kue kering dan dua box brownis untuk di berikan pada Sandra sebagai oleh oleh.
Sandra menerimanya kaku dengan senyum yang dipaksakan. "Trimakasih." Dengan wajah dingin dan nampak tak bersahabat, terlihat matanya memerah dari sisa tangisan beberapa menit yang lalu, Muthia berusaha untuk memahaminya.
"Iya, sama sama teh, sehat sehat ya." Muthia meraih Sandra dalam pelukan sebelum berpisah.
"Baiklah, kami pergi dulu ya, bunda hati hati dirumah, kalau ada apa apa segera kabari ayah." pamit Aswin.
"Iya, ayah juga hati hati nyetirnya, kalau sudah sampai rumah kasih kabar." Balas Muthia dengan tersenyum meskipun hatinya sedang menahan rasa sesak.
Sandra hanya diam mematung di samping pintu mobil, batinnya sudah jengah melihat kedekatan suami dan adik madunya.
Aswin yang menyadari ketidak sukaan Sandra, langsung segera menyusul ke arah Sandra menunggu.
__ADS_1
Setelah kepergian suami dengan istri pertamanya, Muthia masuk ke dalam rumah dengan perasaan yang entahlah, pikiran dan hati Muthia diliputi perasaan aneh yang mengganggu pikirannya.
'Kenapa setelah tadi aku bicara dengan teh Sandra, perasaanku menjadi tidak tenang, aku merasa ada yang sedang teh Sandra sembunyikan, tapi apa? semoga ini hanyalah perasaanku saja.'
Saat hati tak mampu untuk menolak rasa, saat itulah jiwa terjerat ketidak berdayaan, aku sangat menyadari jika kehadiranku sudah membuat wanita lain terluka, itulah kenapa selama ini aku selalu berusaha diam dan mencoba menerima apa pun perlakuan dari maduku, aku selalu berusaha memposisikan diriku pada dirinya, tapi kenapa masih belum juga kudapatkan keikhlasannya. Jika saja dulu aku tetep bertahan untuk tidak menerima kang Aswin dengan alasan tak ingin menyakiti, mungkin hubungan ini tidak akan serumit ini. Namun pertahanan ku roboh tatkala permohonan dari seorang istri untuk suaminya, harusnya aku lebih memahami kondisinya waktu itu, jika tak ada satu orang pun wanita yang mampu untuk berbagi, bagaimanapun berusaha iklas pasti akan ada cemburu dan luka yang menghampirinya.
Ya Tuhan ampunilah aku, jika diri ini sudah melukai hati wanita lain, jika aku harus mundur demi kebaikan, aku iklas. Berikanlah hamba kekuatan dan jalan menuju kebaikan itu.
Muthia merenungi perjalanan kisahnya, menjadi wanita kedua dalam rumah tangganya, cintanya yang teramat besar pada Aswin mampu mengalahkan pedihnya ketidak adilan dalam berbagi, saat ini hanya pasrah dan berusaha iklas dalam menjalani takdir, agar jiwaku tetap waras dan sehat.
Aswin memilih diam selama perjalanan menuju pulang, hatinya masih gamang dengan apa yang sudah dilakukan Sandra, namun Aswin berusaha menyadari dan memahami sikap istri pertamanya itu, meski tak menampik ada rasa kesal dan ingin marah, namun semua itu tidak akan bisa menyelesaikan masalah,aah entahlah....
#Pesan Author
---Belajarlah cinta yang agung--
Stop menyesali sesuatu yang sudah terjadi. Karena itu akan menganggu stabilitas psikologi. Bahkan akan menghambat diri dalam memetakan aksi dan arah tujuan yang lebih baik di masa kini dan masa depan.
__ADS_1
Jika di masa lalu melakukan sesuatu tidak didasari rasa cinta. Jangan sesali. Akan tetapi jadikan pemicu untuk menciptakan ruang-ruang hidup dipenuhi dengan perasaan cinta. Jika sepakat dengan teori yang dikembangkan oleh Erich Fromm dalam "The Art of Love" bahwa Kebanyakan orang menjadi "hampa hidup karena perasaan tanpa cinta". Karena pola pikirnya hanya ingin dicintai dan tidak pernah ingin belajar mencintai.
Pola pikir hanya ingin dicintai merupakan cinta yang egois. Pola pikir yang tidak akan menumbuhkan empati atas orang yang semestinya mendapatkan cintanya. Betulkah seseorang tidak mencintai saat menikah dengan yang lain? Kalau iya, semestinya jika seseorang memiliki rasa cinta yang agung maka harus mulai belajar merasakan kedalaman hati orang yang tidak dicintainya. Bagaimana kalau itu menimpa dirinya?
Ya, dalam teorinya Erich Fromm salah satu perasaan cinta yang agung itu harus lahirnya sikap empati kepada pasangan hidupnya. Lebih dari itu kata Erich Fromm, harus lahir juga perilaku komitmen, kesadaran, tanggungjawab dan kesetiaan.
Pemilik cinta yang agung, tak ada rasa menyesal walau merasa tidak mencintai. Karena penyesalan itu pancaran cinta egois yang hanya bertumpu pada diri sendiri saja tanpa ingin belajar berbagi cinta dengan yang lain. Fromm menyebutkan cinta yang agung bisa menjadi kekuatan aktif yang bersemayam dalam diri seseorang. Kekuatan belajar berbagi yang mampu mengatasi tembok yang memisahkan seseorang dengan pasangannya.. Kekuatan yang akan menjadi inspirasi seseorang untuk belajar menyatukan diri dengan pasangannya.
Cinta yang agung adalah simbol kekuatan seseorang untuk menjalin keakraban antara dua kutub rasa berbeda dalam balutan keintiman (intimacy), di mana masing-masing saling belajar mencintai agar terjaga keutuhan bersama. Fromm mengkritik habis orang egois..Menurutnya, orang egois tidak akan mampu mencintai orang lain, mereka juga hakikatnya tidak akan mampu mencintai dirinya sendiri.
So, stop menyesal ketika merasa tidak mencintai seseorang saat akan dan sudah memasuki kehidupan rumah tangga. Jangan jadi pengecut, "engkau menikmati fisik orang mencintaimu, tapi sisi lain tak pernah belajar mencintai orang telah rela memberikan tubuhnya kepadamu"". Bob Marley seorang musisi reggae dari Jamaika.menyebutkan "pengecut terbesar adalah pria yang membangunkan cinta seorang wanita tanpa bermaksud untuk belajar membalas mencintainya"
Belajarlah cinta kepada Buya Hamka, menurutnya "cinta itu ibarat berjuang dalam. medan perang. Yakni perang yang hebat dalam rohani manusia. Jika ia menang, akan didapati orang yang tulus ikhlas, luas pikiran, sabar dan tenang hati. Jika ia kalah, akan didapati orang yang putus asa, sesat, lemah hati, kecil perasaan dan bahkan kadang-kadang hilang kepercayaan pada diri sendiri.
Bagi Buya Hamka, "cinta yang agung bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.
Belajarlah juga ke Rumi seorang sufistik mulia, menurutnya "cinta yang agung akan mengubah kekasaran menjadi kelembutan, mengubah orang tak berpendirian menjadi teguh berpendirian, mengubah pengecut menjadi pemberani, mengubah penderitaan menjadi kebahagiaan, dan belajar dicintai dan mencintai dapat membawa perubahan-perubahan yang positif bagi kehidupan siang dan malam.
Stop merasa tidak mencintai. Kata Sir Muhammad Iqbal seorang pujangga dunia, jadilah pribadi yang dinamis (insan kamil), "saat ragu dan merasa hampa atas ada dan tiada cinta dalam sebuah kehidupan, maka aku belajar untuk mencintai dan dicintai. Saat belajar, maka cinta mengumumkan bahwa aku ada untuk mencintai dan dicinta".
__ADS_1