
Alika membuang muka saat Galang tersenyum kearahnya, lelaki itu kemudian berhenti dan melepaskan pegangan tangannya dari tangan Alika lalu berjalan dan mengeser kursi untuk diduduki oleh Alika.... Alika menurut ia pun duduk di kursi yang sudah di siapkan oleh Galang
Tanpa permisi, Galang yang berdiri di belakang Alika pun mencium pucuk kepala Alika sejenak membuat Alika kaget dengan perlakuan Galang tersebut
Setelahnya Galang pun beranjak, berjalan ke arah yang lain....ada yang ingin dilakukan oleh Galang saat itu
Diam diam Alika pun memperhatikan tingkah Galang tersebut
Galang mengambil handphone miliknya lalu mencari entah sesuatu apa disana hingga beberapa saat setelahnya sebuah alunan musik akustik mengalun dengan begitu merdu.... sebuah lagu yang dinyanyikan oleh Rossa feat Pasha ungu berjudul tercipta untukku terdengar begitu indah di telinga Alika
Tanpa mampu di bendung olehnya air mata Alika menetes begitu saja saat lagu itu terus terdengar di telinganya
^^^Aku ingin engkau selalu^^^
^^^Hadir dan temani aku^^^
^^^Di setiap langkah yang meyakini ku^^^
^^^Kau tercipta untukku....^^^
^^^Meski waktu akan mampu^^^
^^^memanggil seluruh ragaku^^^
^^^ku ingin kau tahu, ku slalu milikmu^^^
__ADS_1
^^^yang mencintaimu.....^^^
Galang menggenggam erat tangan Alika saat ia ikut menyanyikan sepenggal lirik lagu itu, ia berlutut di samping kursi yang diduduki oleh Alika
Alika mulai terhanyut dalam alunan musik yang mengingatkan nya dengan kenangan bersama Galang dulu sebelum menikah....lagu itu lagu favorit mereka dulu saat masih pacaran
Alika menangis tergugu di tempatnya....ia seolah tak bisa mengendalikan emosinya yang sedang tak baik itu.... bayangan Anaya yang menangis sepintas mengaburkan ingatan akan masa lalunya bersama Galang yang mulai terbentuk seiring alunan musik yang terus berputar itu
Sontak Alika berdiri dan menepis tangan Galang yang masih memegang tangannya itu lalu tanpa mampu dihentikan oleh Galang, Alika segera berjalan meraih handphone yang tadi diputar lagu oleh Galang dan melemparkannya dengan kasar hingga handphone itu hancur berkeping-keping
Galang yang tadi sempat berusaha menghentikan langkah Alika pun di buat kaget dengan tindakan Alika. Segera Galang meraih tangan Alika dan dengan kemarahannya dia menampar Alika hingga membuat Alika jatuh terduduk di lantai yang penuh dengan lilin yang menyala menghiasi ruangan itu
"apa yang kamu lakukan Al....aku bersusah payah untuk membangun suasana seperti yang kita lakukan dulu tapi kamu seenaknya merusaknya...." ucap Galang lantang
Alika yang masih merasakan nyeri di pipinya karena tamparan Galang pun masih belum bisa berucap kata....ia menangis pilu dengan perlakuan Galang yang terkadang manis juga bisa berubah kasar itu
air yang berada di dalam gelas yang sejatinya Galang sediakan untuk Alika di siramkan ke lilin yang akan menjalar ke baju Alika dengan sigap Galang pun berusaha mematikan lilin lilin yang menyala di sekitar Alika kini
Alika hanya memperhatikan tanpa mau bertanya ataupun merubah posisinya.... hatinya masih terlalu sakit dengan tamparan yang diberikan oleh Galang tadi
"kamu gak papa sayang.... gak ada yang luka" ucap Galang panik lalu dengan tangannya ia coba menyentuh tubuh Alika mencari adakah yang luka di sana....kini netra Galang terpaku melihat pipi Alika yang masih di pegang oleh empunya raga sedari tadi, perlahan Galang menarik tangan Alika yang digunakannya untuk menutupi pipinya..... bekas merah sebesar telapak tangan terukir di pipi wanitanya itu
"maaf sayang maaf.....aku tidak sengaja, sakit ya..... tunggu aku akan ambilkan air es" Galang segera pergi ke dapur mengambil wadah lalu menuang air es kedalam nya setelahnya ia pun mengambil sapu tangan miliknya untuk ia celupkan ke air es tersebut
Kini Galang membawa Alika dalam gendongannya untuk ia antar ke kamar dan segera mengompresnya....
__ADS_1
Buliran bening menetes dari netra Galang saat mulai menempelkan sapu tangan yang sudah ia rendam dalam air es tersebut
"pasti sakit ya sayang.... makanya kamu nurut ya agar aku tidak berbuat kasar lagi...." Alika meringis menahan perih saat Galang dengan telaten mengompres luka yang ditorehkannya itu
"bunuh aku mas jika dengan membunuh ku kamu bisa merasa puas.... atau kenapa kamu tidak biarkan aku mati terbakar lilin lilin mu itu agar kamu merasa puas" lirih alika membuat Galang menghentikan aktifitasnya lalu menatap tajam wanita di depannya itu
"aku gak akan biarkan kamu mati Al.... kamu hidup ku,kamu sebagian nyawaku jadi selama kamu hidup maka aku pun akan tetap hidup bersamamu "
"hentikan mas.... hentikan semua ini, apa kamu tidak sadar jika kamu menyakiti ku..... bukan hanya fisik tapi juga psikis ku..... tolong hentikan semua ini kita hanya masa lalu" ucap Alika memohon tapi Galang bergeming justru ia tertawa sumbang setelah itu
"aku akan menikahi mu besok Al.... setelah itu kamu tidak akan pernah bisa bilang lagi jika kita hanya masa lalu.... karena aku akan jadi masa depan mu dan kamu bukan lagi wanita kedua di pernikahan kita"
"aku tidak sudi menikah dengan mu mas...." tolaknya
"aku tidak butuh persetujuan mu Al.... karena besok kita akan menikah lagi sayang dan ku pastikan kamu akan bahagia, sekarang makanlah..... bukankah kamu masih ingin hidup agar bisa kembali mengendong Anaya esok,"
Alika menatap tajam lelaki di depannya itu. Setelahnya Galang pun membawakan nampan berisi sepiring nasi beserta lauknya juga segelas air putih untuk Alika, ia meletakkan nampan itu di atas meja di samping ranjang besar miliknya
"menurut lah.... jangan buat aku marah lagi atau kamu juga ingin aku menyakiti Anaya...." ucap Galang saat ia sudah berada di ambang pintu kamar
"jangan mencoba untuk kabur dariku karena seluruh rumah sudah dijaga oleh anak buah ku.... makanlah setelah itu kamu bisa istirahat....aku sudah siapkan baju untukmu" segera Galang menutup pintu dari luar tanpa menguncinya karena menurut Galang tak kan ada celah untuk Alika bisa keluar dari rumah itu
Seluruh jendela sudah ia tutup dengan papan kayu juga di setiap pintu pasti ada anak buahnya yang berjaga
Alika merutuki kebodohannya karena tak mengindahkan peringatan dari Mala.... karena tak pernah terbesit di pikirannya jika lelaki yang pernah menjadi suaminya itu bisa berbuat seperti ini. Tangisnya kembali pecah saat merasakan perih bekas tamparan Galang juga rindu pada Anaya
__ADS_1
baju bagian depannya basah karena rembesan ASI yang keluar, karena biasanya putri kecilnya itu tak berhenti untuk meneguk pelepas dahaganya itu....rasa nyeri pun ia rasakan, Alika hanya menangisi kemalangan nya hari ini. andai waktu bisa di putar ia tak ingin kembali ke kota ini lagi