
giany dan Alika saling berpandangan saat mobil yang di tumpangi oleh keduanya berhenti tepat di depan rumah lama Alika, rumah yang dulu di tinggali oleh Alika dan Teguh dan demi menghindari Galang terpaksa rumah itu ia tinggalkan dan hanya dibersihkan oleh seorang tetangga Alika yang memang sengaja ia bayar
"kamu gak ikut turun Gi....." tawar Alika pada Giany yang masih betah menatap muka rumah itu dari dalam mobil, sesungguhnya Alika pun tau kalau giany masih memendam rasa untuk mendiang suaminya
"gak mbak.,....aku mau pulang dulu naruh koper terus langsung ke rumah sakit, aku pengen langsung liat kondisi papa" jawab giany lalu ia pun beralih menatap Alika yang tengah mengendong Anaya di pelukannya
Usai membaca pesan dari bu Ratna di ponsel Giany tadi, Alika pun segera membangunkan Giany untuk memberitahu nya tentang kabar dari mamanya
Giany memutuskan untuk segera pulang ke rumahnya juga Alika, ia ingin melihat keadaan mantan mertuanya itu.... baginya pak Hendra bukan hanya sekedar mantan mertua tapi juga seperti seorang ayah baginya karena dia selalu berusaha untuk menjaga dirinya
Alika dan Giany langsung memesan tiket pesawat secara online dan kebetulan mereka mendapatkan jadwal penerbangan pagi. Alika membawa serta Anaya juga mbok sum ikut pulang bersamanya bahkan ia pun lupa mengabari Mala tentang kepulangannya
Mbok sum turun dari mobil lalu di bantu oleh supir menurunkan dua koper yang berukuran sedang untuk dibawanya sedang Alika masih ada di dalam mobil bersama Giany dan Anaya
"Gi.... tolong secepatnya kamu kabari mbak ya jika sudah sampai di rumah sakit...,"
"iya mbak...." setelah mendapat jawaban dari Giany segera Alika turun dari mobil dengan mengendong Anaya.... Giany menatap nanar wajah Anaya, kembali ke kota ini juga rumah ini membangkitkan kenangannya dulu saat masih berusaha mengejar ngejar teguh
Sungguh mata putri kecil Alika itu sangat mirip dengan teguh, mata yang selalu membuatnya ingin selalu melihatnya. netra Giany mulai mengembun dengan segera dia pun menguasai perasaannya lalu setelahnya ia pun pergi meninggalkan mereka bertiga di teras rumah Alika itu
*******
Perlahan Alika mulai memasukkan batang kunci ke tempatnya. "ceklek" pintu rumah terbuka lebar kini, rasa itu masih ada di sana.... Alika merasa seperti disambut senyum oleh sang suami, perlahan ia melangkah masuk ke dalam rumahnya. Rasa nyaman langsung menelusup ke sanubarinya
Celoteh riang Anaya menemani langkah Alika memasuki rumahnya. Bayi perempuan Alika dan Teguh itu terlihat sangat senang saat berada di rumahnya, seolah dia juga tau dimana tempat tinggalnya yang asli
"aku pulang kak....." ucap Alika saat pertama kali memijakkan kakinya masuk ke dalam rumahnya
__ADS_1
Dua jam setelah kedatangannya ke rumah, Alika pun kini sudah bersiap untuk menemui Mala
Ia ingin memberi kejutan untuk sahabatnya itu sebelum dia pergi ke rumah sakit untuk melihat keadaan pak Hendra yang tengah di rawat di sana
"sudah siap mbok...." tanya Alika pada mbok sum yang tengah menunggunya di kursi ruang tamu
"siap dong mbak....mbok juga sudah kangen sama mbak Mala" jawab mbok sum dengan sumringah
"oke... kita berangkat sekarang, kita beri dia kejutan...." ucap Alika lagi lalu kemudian beranjak ke taxi online yang menunggunya di depan rumahnya
tak kurang dari lima belas menit mereka bertiga pun sampai di restoran milik Mala, Alika sudah menghubungi Mala tadi menanyakan keberadaannya dan di sinilah Alika akhirnya kini berada
Alika memasuki restoran dengan senyum manisnya, para pegawai yang melihatnya pun mulai mendekatinya satu persatu. Alika dan Mala memang terkenal ramah pada para pegawainya jadi tak heran mereka pun bisa bersikap biasa saja pada Alika juga Mala bukan seperti bos bos yang lain yang lebih dominan terkenal angkuh
Usai berbasa-basi sebentar dengan para pegawai, Alika pun mulai mendekati ruangan Mala yang pintunya masih tertutup itu
Diketuknya pintu ruangan Mala tersebut tak menunggu lama dari dalam terdengar sahutan. "masuk...."
Mala yang masih berkutat dengan beberapa lembar kertas bon pembayaran pun seketika menoleh ke depan saat melihat Alika tersenyum padanya
"surprise......" teriak Alika pada Mala, mala langsung berdiri dan menghambur ke sahabatnya itu..... mereka berpelukan erat cukup lama
"kok gak bilang sih mau kesini....." gerutu Mala pada Alika yang hanya tersenyum menanggapi ocehan sahabatnya itu
"emang gak boleh ya....aku kangen mal"
Mala terdiam sejenak, antara senang karena bisa berjumpa dengan Alika juga khawatir terjadi sesuatu kepadanya jika berada di sini mengingat Galang sedang berusaha mencarinya
__ADS_1
"hei....kok diam sih, gak suka ya aku disini" ucap Alika saat melihat Mala yang terdiam terpaku menatapnya
"oh.... Anaya mana, aku kangen" Mala mengalihkan pembicaraan, lalu setelahnya ia pun mencari Anaya yang masih ada di depan dengan mbok sum juga pegawainya yang lain
Tak memperdulikan Alika, Mala pun mulai mencari Anaya dan saat sudah ketemu
"eh..... kerja..... kerja.....sini ponakan tante" dengan gaya dok judes Mala mengambil Anaya dari gendongan salah seorang pegawainya, bukannya di takuti justru tingkah Mala mendapat gelak tawa dari mereka mereka pegawainya
"iiih mbak Mala.... kita kan juga mau gendong Anaya" protes salah seorang pegawainya
"enak aja.....gak bisa dong," Mala menjulurkan lidahnya pada para pegawainya lalu dengan segera membawa Anaya masuk ke ruangannya
Mala menciumi pipi gembul Anaya....ia meluapkan rasa kasihnya pada bayi perempuan Alika itu
Sedangkan Alika terlihat sibuk dengan laptop milik mala yang menyala itu, Alika tengah melihat cctv restorannya yang juga terhubung ke laptop milik Mala itu
Matanya menyipit saat melihat Dani tengah duduk menyilangkan sebelah kakinya di atas meja dan Dewi berdiri seperti seorang terdakwa di depannya
"kenapa Dani seperti sedang meng interogasi Dewi....mal" tanya Alika dengan mode serius
mala yang sedang berkutat dengan Anaya pun menghentikan aktifitasnya sejenak lalu setelahnya ia pun meminta Alika untuk mengaktifkan mode suara yang berada di ujung tampilan layar laptopnya, dengan segera Alika menuruti perintah Mala. Ia mengklik tombol suara yang berada di ujung layar laptop itu
(aku mendengar semuanya Dewi..... percakapan kalian di dalam pun aku sudah mendengarnya, jangan berbohong lagi) terdengar suara Dani
(kalau bapak sudah mendengarnya lalu kenapa harus bertanya lagi dengan saya.... saya juga sudah lelah pak selalu di ancam oleh pak Galang, andai saya bisa ingin saya lepas dari tekanan pak Galang) suara Dewi terdengar menyahuti suara Dani
(tapi kamu menikmatinya kan Dewi.... saya tau kamu juga tau kalau saya bersembunyi di balik mobil Galang"
__ADS_1
Alika segera mematikan layar laptop milik mala itu,lalu kemudian mencari jawaban pada Mala atas apa yang sedang di bicarakan oleh Dani dan Dewi di sana