
"Nah bener kan ...." ucap mbok sum seraya memegang amplop putih yang disimpan Dila di susunan bawah rantang yang ia bawa
Dila pucat pasi saat mbok sum melihat wajahnya, ia berharap tidak akan ada yang tau tentang uang itu tapi sayang pembantu Alika itu sangat teliti
mbok sum yang tadinya duduk di kursi yang berada di depan Dila pun seketika berdiri dan beralih duduk di samping Dila yang kini sedang menunduk
"gak usah takut mbak.... saya gak makan orang kok, saya masih doyan nasi dan ikan asin" ucap mbok sum diselingi tawanya hingga membuat Dila tersenyum tipis
"maaf mbok berikan uang itu pada mbak Alika, bilang padanya aku masih bisa cari sendiri...." ucapnya pelan
"apa mbak Alika bilang kalo mbak Dila gak bisa cari uang sendiri... gak kan!!" Dila mengeleng pelan
"jangan selalu menyalah artikan pemberian orang mbak... mbak Dila tau kenapa mbak Alika tidak memberikan uang ini secara langsung sama mbak Dila kemarin?" Tanya mbok sum dan dijawab gelengan kepala dari Dila
"karena mbak Alika tau jika dia memberikannya langsung sama mbak Dila pasti mbak Dila gak akan mau, dia takut menyinggung perasaan mu mbak.... dia tulus memberikan uang ini untuk kamu mbak Dila... tolong diterima " ucapnya lalu menaruh amplop berisikan uang itu secara paksa ke tangan Dila
"saya tidak bisa menerimanya mbok...." tolaknya
"kenapa.... apa mbak Alika itu orang yang jahat, atau orang yang suka mengungkit pemberiannya sampai sampai mbak Dila enggan menerima pemberiannya "
"saya hanya....."
"mbak jangan selalu berburuk sangka sama seseorang yang memang tulus sama kita....masa lalu biarlah jadi masa lalu diambil saja hikmahnya.... jangan menutup diri, semua orang tidak luput dari salah dan dosa....sebaik apapun orangnya pasti pernah melakukan kesalahan,,,, kalau kita bisa berteman kenapa harus jadi musuh...."
"mbok...." ucapnya lirih disertai lelehan air mata yang menetes dari pelupuk matanya
Akhirnya Dila pun menerima kembali uang tersebut, lalu setelahnya ia pun mengambil sepeda miliknya dan di bawa pulang
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"seriusan Al.... kamu gak bohong" tanya Leo saat ia mengetahui jati diri Dila dari Alika
"ngapain bohong.... gak ada untungnya buat aku," ucap tegas alika
"makanya kemarin pas aku anterin dia.... dia itu kayak orang lagi nahan mau nangis...." ucap Leo sambil menyeruput secangkir kopi kesukaannya
__ADS_1
"ya sudahlah mau gimana lagi aku gak bisa terlalu ikut campur urusannya dengan mas Galang...."
"jujur jawab pertanyaan aku Al.... kamu masih punya rasa gak sama Galang.... secara kalian dulu kan pasangan paling romantis sampai sampai teguh aja frustasi karena hubungan kalian"
"rasa....rasa sakit mungkin Yo....pas baru beberapa bulan cerai aku gak bisa mungkiri sih masih ada rasa gak percaya bisa sampai pisah sama mas Galang tapi lama kelamaan jadi gak ada rasa apa apa.... apalagi saat kak Teguh selalu ada saat suka maupun senang nya aku...." lugas kata itu terucap dari bibirnya
"beneran...." ledek Leo
"beneran.... malahan aku kira waktu itu mas Galang itu udah beneran cinta sama mbak Dila.... secara pas kita pernah ketemu sama pasangan masing masing mas Galang itu perhatian sama anak dan istrinya.... jadi aku sempet gak nyangka juga kenapa saat kak teguh meninggal mas Galang bisa langsung puter haluan ngejar aku lagi....kan aneh "
"yah itu namanya cinta lama belum kelar Al...."
Alika dan leo terus membicarakan tentang hubungan cintanya Galang, Alika dan Dila hingga beberapa saat setelahnya terdengar dering telepon milik leo berbunyi
"ya honey....."
".................."
"lagi jalan sama temen.... masih ngurusin soal asuransi yang kemarin aku ceritakan sama kamu...."
"..................."
"...................."
"iya.....oke nanti aku telpon lagi ya honey "
"............"
tak berapa lama leo pun meletakkan handphone miliknya di meja
"pacar baru nih ....." tanya Alika
"udah jalan hampir empat bulan Al..... rencananya sih mau aku ajak ke pelaminan kalau dia mau...."
"wiih hebat.... siapa namanya.... anak mana....sini dong kenalin sama aku"
__ADS_1
"dua minggu lagi dia kesini kok.... nanti deh aku kenalin sama dia....."
Waktu pun berlalu terasa begitu cepat.alika yang tadi juga sudah mendapatkan kabar dari mbok sum kalau Dila sudah mengambil sepedanya saat dirinya tak berada di rumah pun akhirnya meminta tolong leo mengantarkannya ke rumah Dila.... karena leo sudah mengetahui rumah Dila
Alika yang tadi pagi pergi membawa Anaya pun terpaksa membawa Anaya pulang dulu ke rumah untuk dijaga mbok sum juga Dahlia
Memilih untuk sejenak membersihkan tubuhnya lalu memakai riasan tipis diwajahnya Alika pun bersiap pergi ke rumah Dila
Mengenakan jeans warna hitam lalu dipadupadankan dengan blouse warna senada membuat Alika terlihat sangat menawan
"gimana gak klepek klepek tuh si Galang.... kamu tu gak berubah.... tetep cantik dan menawan padahal udah jadi janda dua kali...." puji Leo malah dihadiahi timpukan tas dari Alika
"jangan bawa bawa janda ya Yo...."
Kini mereka berdua sudah berada di mobil yang mengarah ke rumah Dila, tak berapa lama mobil yang dikendarai oleh Leo pun berhenti di depan rumah yang kemarin tempat leo menurunkan Dila
Ada seorang lelaki paruh baya duduk di bangku yang berada di teras rumah itu
Alika membuka pintu mobil di sisinya, Leo pun sama.... jika kemarin dia tak ikut turun dari mobil kini ia mengikuti langkah Alika karena ia ingin mengetahui apa yang akan dilakukan Alika disini, pasalnya dari tadi Alika enggan untuk memberi tahu leo alasannya ingin menemui Dila
"assalamualaikum...." ucap salam Alika pada lelaki paruh baya tadi yang tak lain adalah bapaknya Dila
"waalaikum salam.... Cari siapa ya mbak? Tanya pak adji
"saya cari mbak Dila pak.... apa mbak Dila ada?"
"mbak siapa ya.... saya kok kayaknya pernah lihat " tanya pak adji yang sedari tadi menelisik wajah Alika karena merasa pernah melihatnya tapi ia tak ingat dimana
"perkenalkan pak saya Alika.... pasti bapak sudah pernah mendengar nama saya dari mbak Dila " ucapnya ramah seraya mengulurkan tangannya kearah pak adji dan disambut hangat olehnya
"oh.... jadi ini toh yang namanya mbak Alika.....pantes sampai Galang tergila gila....wong mbak Alika memang cantik " pujinya tulus
Fada Alika berdesir mendengar ucapan pak adji dia bukan merasa tersanjung malah merasa sungkan atas ungkapan itu
💞💞💞💞💞💞💞
__ADS_1
Ayo dong yang banyak like nya.... udah nyoba dobel up terus nih......
Gak bosan bosan aku ingetin mampir yuk ke "penantian Larasati"..... masih sepi banget,