Wanita Kedua

Wanita Kedua
talak tiga


__ADS_3

"apa ini...mana mungkin mbak Alika berbuat seperti itu.... ini bohong pasti dia berbohong" gumam dila


"tidak...ini tidak benar...." Galang kini menatap tajam kearah Alika


"Tiwi sayang... kamu istirahat ya, jaga anak kita baik-baik,ayo ku temani ke kamar" ucap teguh masih merangkul pinggang Alika lalu perlahan melangkahkan kakinya menuju rumah


baru langkah ketiga, Galang sudah mencengkeram lengan Alika


"berhenti....aku melarang kalian masuk ke rumahku"


"ini rumah ku mas... jadi aku juga berhak membawa kekasih ku menginap di sini" sahut Alika


"cukup....aku tidak bisa lagi mentolerir perilaku mu lagi.Al-ika Pra-tiwi mulai detik ini aku Galang Hendriansyah menjatuhkan ta-lak ti-ga untuk mu, diantara kita sudah tidak ada hubungan apapun dan secepatnya aku akan mengurus perceraian kita" ucap Galang dengan suara bergetar, kata-kata yang tidak pernah ingin diucapkan olehnya kini berbalut emosi kata itu terlontar.dada itu bergemuruh beberapa saat lalu bahkan ia merasa sesak melihat wanitanya tanpa malu di rangkul oleh lelaki lain


Dila melihatnya, melihat tubuh madunya sedikit goyah saat suaminya menjatuhkan kata talak itu tapi ditahan oleh tubuh lelaki disampingnya.dila sangat yakin bahwa apa yang terjadi saat ini hanya kebohongan Alika. Dila pun akhirnya menghampiri suaminya itu


"mas.... apa yang kamu katakan, sadarlah mbak Alika hanya berbohong.tarik kata-kata mu tadi" dila menggoyangkan lengan suaminya tapi Galang bergeming ia masih terpaku ditempatnya dengan tatapan kosong.ia sendiri masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan nya, hingga beberapa saat setelahnya ia tersadar dari lamunannya

__ADS_1


"cukup dil jangan katakan apa-apa lagi.... dan kalian berdua pergi dari sini, SEKARANG!!!!


"bukan aku yang pergi tapi kalian.... apa kamu lupa rumah ini milikku dan kamu masih ingat bukan jika kita bercerai maka rumah,apartemen dan salah satu anak perusahaan mu itu menjadi hak ku..."


Galang terdiam sesaat kemudian dia tersenyum getir, Galang mulai berpikir kalau Alika hanya ingin hartanya saja


"ternyata ini sifat asli mu ... memang benar orang bilang orang miskin seperti kalian hanya akan mengincar harta kami saja....dila cepat bawa Albi kita pergi dari sini....


"tapi mas.....


dila dengan segera menjemput Albi yang tengah bermain di dalam, setelahnya ia pun keluar bersama Albi hanya dengan membawa tas selempang kecil untuk menaruh dompet dan ponselnya


sesampainya di luar dila pun mendekati alika dan berdiri tepat di depannya, setelahnya ia menyuruh Albi untuk menunggunya di mobil bersama Galang.


Dila masih ingin berbicara dengan madunya itu


"mbak aku tau kamu berbohong.... tolong hentikan mas Galang, kita bertiga pasti bisa hidup rukun bersama... ayolah mbak katakan ini hanya sandiwara mu saja..." cecar dila

__ADS_1


"tidak ada kebohongan... dan bukankah ini menguntungkan untuk mu, jika kami berpisah kamu bisa menjadi istri sahnya mas Galang kan.... tidak akan ada lagi penghalang diantara kalian"


Dila terdiam mendengar ucapan Alika, kini ia mulai berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Alika.keinginannya untuk menjadi istri sah serta status anaknya akan didapatkannya


tiiin.....tiiinn..... tiiin....tiiiinn....tiiiinnn


Galang yang masih dilanda emosi dengan tidak sabarnya menunggu dila pun akhirnya membunyikan klakson mobilnya bertubi-tubi.dila akhirnya berjalan kearahnya dengan memegang perutnya karena memang dia berjalan dengan terburu-buru


tak lama setelahnya mobil yang dikemudikan oleh Galang pun tak terlihat lagi


Alika yang sedari tadi mencoba untuk kuat pun akhirnya luruh ke lantai,ia menangis sejadi jadinya dipelukan teguh


tami yang juga ikut menyaksikan perdebatan antara Galang dan Alika pun ikut meneteskan air mata.karena tami sebenarnya tau apa yang sebenarnya terjadi


******


💖😂🌹🌹 happy reading guys 💐💐💐

__ADS_1


__ADS_2