
menjadi seorang single parents tengah dijalani oleh dua wanita muda yang dulu pernah berbagi ranjang dalam satu atap
Beda nasib... itu kata yang pantas untuk menggambarkan keadaan keduanya kini
Alika yang sejak kecil terbiasa hidup keras,dia tau bagaimana rasanya kesusahan dan bagaimana rasanya mencari uang demi sesuap nasi.karena hidup di panti asuhan tidaklah seenak yang dibayangkan orang.mereka bergantung pada donatur yang tak setiap saat memberikan donasi untuk panti
Sedangkan Dila yang sejak kecil tumbuh dengan kasih sayang utuh dari kedua orang tuanya, meskipun bukan dari kalangan berada tapi ia tak pernah merasakan kelaparan sejak kecil.menjadikannya wanita yang mau tak mau setelah dewasa lebih banyak bergantung pada orang di sisinya kini ia harus siap dengan jalan kehidupan yang dijalaninya
**********
hari berlalu terasa begitu cepat.
Dila yang sedang merintis usahanya itu merasa jalan ditempat.tak ada kemajuan yang berarti sedangkan biaya hidup di jaman sekarang ini tak sedikit. Ada Albi yang sudah bersekolah sedangkan thalia sebulan lagi harusnya waktunya untuk masuk TK
"kue...kue....kue....." Dila terus berteriak di sekitaran deretan rumah tempat biasanya dia menjajakan kue dagangannya
"kue....kue....kue...." hampir setengah jam belum ada pembeli sama sekali.ia tak putus asa,ia terus berteriak menawarkan kue kepada setiap orang yang ditemuinya di jalan... hingga pada akhirnya....
"mbak....kue..." teriak seorang perempuan yang berusia sekitar dua puluh lima tahunan
segera Dila menghampiri perempuan itu yang berada tak jauh di belakangnya
"mau kue apa mbak? Tanya Dila seraya membuka penutup keranjang kuenya dan terlihat semua jenis kue yang dibawanya
"wah banyak macemnya ya mbak...." ucap wanita itu
"iya mbak... semua dua ribuan "
"mbak aku beli kue lapis, donat...emmm apa lagi ya...oh ini kue lumpur kan ini"
"iya mbak itu kue lumpur kentang "
"sama risoles dan lumpia goreng nya ya mbak,masing masing tiga biji...."
Dengan senang hati Dila membungkus semua kue pesanan pembelinya itu..."pelaris" kata Dila sambil memasukkan uang hasil dagangannya ke tas kecil yang dibawanya
"mbak boleh minta nomor teleponnya... beberapa hari lagi majikan ibu saya mau ada acara barangkali dia mau beli kue dari mbaknya..." ucap perempuan itu lagi seraya menghidupkan handphone miliknya
__ADS_1
"oh ya mbak boleh...." setelahnya Dila pun memberikan nomor teleponnya kepada perempuan yang saat ditanya oleh menyebutkan namanya Dahlia
*******
esok harinya di jam yang sama seperti kemarin perempuan yang bernama Dahlia itu kembali menunggu Dila untuk membeli lagi kue kuenya
"mbak... majikan ibu saya mau pesan kue buatan mbaknya, katanya rasanya enak....dia mau pesan kue donat, lumpia, risoles, dadar gulung , lapis dan apem ya mbak masing masing enam puluh biji"
"banyak sekali mbak.... memang mau ada acara apa mbak?" tanya Dila antusias
"selamatan seratus harian suaminya....dan ini untuk DP-nya ya mbak sisanya besok kalau kuenya sudah sampai di saya, gimana mbaknya bisa kan?" tanya Dahlia memastikan seraya menyerahkan empat lembar uang berwarna merah ke tangan Dila
"bisa mbak...bisa,ini buat besok sore kan?"
"iya acaranya habis Maghrib tapi saya minta habis ashar kuenya sudah siap ya mbak... dan satu lagi saya minta kuenya masih fresh ya mbak bukan kue sisa...." ucap Dahlia sambil terkekeh
"iya mbak saya pastikan besok sore kuenya masih fresh baru buat,....oh ya saya antar kemana ya nanti kuenya...."
"itu mbak rumah cat hijau yang ada pohon belimbing nya.... besok langsung aja masuk lewat samping ya mbak... saya ada disana...." Dahlia menunjuk rumah yang tak jauh dari rumahnya, hanya berjarak empat rumah dari rumah Dahlia
"baik mbak.... terimakasih atas orderannya, besok saya antar habis ashar kuenya "
"apa Dil tiga ratus enam puluh biji kue.... Alhamdulillah" ucap bu Rini saat Dila mengatakan mendapatkan pesanan kue untuk besok.ia menangkupkan kedua tangannya kenwajahnya
"besok kamu jualan apa gak Dil....kan siangnya kita harus selesaiin pesanan ini" ucapnya lagi
"gak tau juga buk.... apa aku jualan sedikit saja ya bu biar cepat pulangnya nanti "
wanita paruh baya itu mengusap bahu Dila "lebih baik besok libur dulu ya... kita selesaikan pesanan kue ini saja dulu, lagian kamu juga capek kan...sekali kali libur juga gak papa nak...."
"ya buk... oh ya tadi thalia rewel lagi gak buk ..." tanyanya seraya mengedarkan pandangannya mencari keberadaan putri kecilnya itu
"ya begitulah... sekarang dia ada di kamar mungkin tidur, belum makan sejak tadi pagi...ibu dan bapak sudah membujuknya tapi dia tetap tidak mau makan, katanya dia gak suka makan sama sayur bening dan bakwan jagung " ucap bu Rini lesu,dia sungguh kewalahan dengan sikap thalia yang teramat manja
"maafkan aku ya buk....itu juga salahku dulu terlalu memanjakannya, selalu menuruti kemauannya tanpa berpikir esok roda terus berputar" ia sandarkan kepalanya di bahu ibunya yang berada di sampingnya
"ya sudah toh juga sudah terjadi.... kamu bujuk sana barangkali dia mau makan, kasian perutnya belum keisi nasi cuma makan donat saja tadi habis dua"
__ADS_1
Dila pun bergegas menghampiri putrinya yang berada di kamar, tampak olehnya sang putri tengah bermain dengan boneka Barbie kesayangannya
"bunda....hore bunda pulang " gadis itu Langsung berteriak saat melihat bundanya memasuki kamar
"lagi apa sayang...." ia pun lalu memangku putrinya itu
"main sama Barbie Bun...."
"lia belum makan ya.... kenapa sayang kok gak makan sama nenek...."
"gak enak... cuma sayur gak ada ikannya "
"ada kok ... tadi bunda belanja tempe sama bakwan jagung .... enak lho...lia belum coba kan"
Gadis kecil itu lantas menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya saat Dila berucap tadi
"kenapa kok ditutup gitu mulutnya...."
"gak enak...."
"udah di coba....." gadis kecil itu mengeleng "enak sayang... itu enak coba deh nanti bunda suapi "
"gak mau... gak enak "ucap thalia sedikit berteriak
"terus mau lia apa....mau pulang sama ayahmu....ya sudah sana pergi sama ayahmu.... gak usah kamu cari bunda lagi,sini biar bunda beresin bajumu biar bunda anter kamu ke rumah ayah mu itu...." Dila yang merasa frustasi itupun tanpa sengaja membentak thalia hingga putrinya itu menangis ketakutan
"Lia mau sama bunda....." ucap thalia disela tangisnya
"kalau lia mau sama bunda ya nurut .... jangan seperti ini terus "
Bu Rini dan pak adji yang mendengar Dila berteriak pun segera masuk ke dalam kamar Dila.pak adji lalu mendekap thalia yang menangis ketakutan itu, sementara itu bu Rini memeluk tubuh putrinya yang juga bergetar hebat menahan sesaknya dada
"istighfar Dila.... istighfar... apa yang kamu lakukan, lihat anakmu sampai ketakutan seperti ini " ucap bu Rini pelan seraya terus mengusap lembut bahu Dila
🤲🤲🤲🤲🤲🤲
Hai guys jangan lupa mampir ke novel terbaru ku ya "penantian Larasati"
__ADS_1
Jangan lupa like and coment ya guys, setiap like and coment yang kalian berikan itu jadi motivasi untuk kami para author
Happy reading 💞💞💞💞💞