Wanita Kedua

Wanita Kedua
hak kalian akan papa penuhi


__ADS_3

"maafin aku ya pa baru bisa jenguk papa...." ucap tulus Alika, ia tersenyum manis kepada mantan mertuanya itu begitupun pak Hendra, ia pun merasa senang dengan kedatangan Alika


"kamu tau dari mana kalo papa ada di sini?"


"itu gak penting pa.... papa cepat sehat ya,!" pak Hendra mengangguk lemah


"maafin anak papa ya Al.... dia selalu mengganggu mu sampai sampai kamu harus pergi jauh agar bisa merasa lebih nyaman " lugas pak Hendra, ada rasa tak enak hati pada Alika atas kelakuan Galang padanya bahkan ia sudah berkali-kali meminta Galang berhenti mendekati Alika tapi anak lelakinya itu sangat sulit untuk mau mengerti keadaan


"aku tau papa pasti juga sudah berusaha menasehati mas Galang kan.... tapi dasar mas Galang yang keras kepala itu sulit untuk dinasehati" pak Hendra mengangguk membenarkan ucapan Alika


"pa.... tentang mbak Dila "


"papa tidak tau dia ada di mana Al.... papa ingin memberikannya beberapa aset tapi papa kehilangan kontak dengannya "sorot mata pak Hendra menerawang ke atas, menata hatinya yang juga merasa bersalah pada Dila juga keberadaan cucunya yang ia tak tau ada di mana kini


"papa ingin memberikannya aset?" tanya Alika memastikan, pak Hendra pun mengerakkan tubuhnya yang lemah itu juga ia dibantu oleh Alika untuk duduk bersandar di tumpukan bantal yang baru saja Alika tata di belakang punggung pak Hendra itu


"ya....sama seperti mu dulu, hak kalian akan papa penuhi....kini tinggal aset setelah perceraian Dila dan Galang yang belum bisa papa berikan.... papa sudah menyita properti untuk Dila hanya tabungannya yang papa tidak bisa ambil tapi akan papa ganti dengan tabungan papa sendiri... entah kemana Dila pergi membawa cucu cucu papa?"


"papa rindu thalia?" pak Hendra tersenyum simpul ke arah Alika. Alika pun segera membuka tasnya untuk mengambil handphone miliknya.... handphone sudah ia pegang tapi ada sedikit keraguan di hatinya apakah tak akan menimbulkan masalah jika dia menghubungi Dila nantinya


"kamu mau menghubungi siapa Al....." Alika yang tengah melamun pun tersentak mendengar ucapan pak Hendra dan akhirnya ia pun mengatakan pada pak Hendra jika dia tau dimana Dila berada.....pak Hendra pun segera meminta Alika untuk menghubunginya karena rasa rindu pada thalia juga rasa bersalah pada Dila membuatnya ingin segera bersua dengannya


Alika pun melakukan panggilan video pada Dila dan tak menunggu lama panggilan pun terjawab


Wajah Dila yang terlihat bermandikan keringat pun terlihat jelas di layar ponselnya

__ADS_1


"assalamualaikum mbak Dila" sapa Alika


"waalaikum salam mbak.... gimana apa mbak Alika sudah sampai di sana... lalu bagaimana kondisi papa, apa beliau sehat" rentetan pertanyaan di ucapkan oleh Dila pada Alika membuat pak Hendra yang berada di belakang layar ponsel Alika pun tersenyum di buatnya


kamera ponsel masih Alika arahkan pada dirinya hingga Dila tidak tau jika ada pak Hendra di sana


"satu satu mbak tanyanya.... kondisi papa Alhamdulillah sehat mbak, dan ada seseorang yang ingin bicara dengan kamu mbak, apakah kamu bersedia?"


Dila mematung sesaat, kemudian ia pun mengiyakan permintaan Alika. Alika lalu memberikan ponsel miliknya kepada pak Hendra, pak Hendra menerimanya dengan tangan kirinya.....kini layar ponsel yang sebelumnya terisi wajah Alika telah berganti menjadi wajah pak Hendra disana


"Dil....apa kabarmu" tanyanya dengan suara parau


"Alhamdulillah pa....aku sehat, papa bagaimana kata mbak Alika papa sakit?"


"Dil......" pak Hendra tak kuasa menahan haru, lelaki yang biasanya terlihat begitu berwibawa itu kini pun menitikkan air mata melihat wajah tirus Dila juga peluh yang terlihat beberapa kali diseka nya


Senyum keterpaksaan terukir jelas di wajah Dila setelahnya ia pun segera memanggil thalia dan Albi untuk bersua dengan opanya walau sebentar


Wajah bahagia pak Hendra tak mampu ia sembunyikan karena bisa melihat senjum di wajah thalia dan Albi. Rasa bersalah semakin menelusup hatinya.... bagaimana kehidupan Dila saat itu saat ia memutuskan untuk keluar dari rumahnya belum ia ketahui, melihat Dila barusan membuat pikiran pak Hendra pun mengarah jika kehidupan Dila tidaklah baik


Tak lama panggilan pun terputus,pak Hendra segera memberikan handphone Alika kembali pada tuannya


"Dila kesusahan kan Al..... tak usah kamu sembunyikan dari papa, papa bisa melihatnya"


Alika menunduk ia belum bisa menjelaskan tentang keadaan Dila pada mantan mertuanya itu. Kondisi pak Hendra yang belum sembuh membuat Alika harus menjaga ucapannya dulu..... jika beliau sudah sehat maka Alika berjanji akan mengatakan tentang keadaan Dila

__ADS_1


diluar ruang rawat inap pak Hendra, Galang pun mengintip memastikan kebenaran informasi yang diberikan oleh Dewi tadi dan benar dia melihat Alika sedang berbincang dengan papanya tanpa mendengar apa yang tengah mereka bicarakan


Galang tersenyum senang akhirnya dia bisa melihat Alika lagi, segera dia meninggalkan tempat itu. Galang akan menunggunya di bawah karena jika sekarang dia menemui Alika pasti wanita pemilik hatinya itu tak kan mau untuk diajak pergi bersamanya


Galang sudah menyiapkan rencana sendiri untuk Alika nanti


*******


Usai menengok keadaan pak Hendra, Alika pun segera pamit untuk pulang karena ia belum ingin bertemu Galang ataupun bu Ratna.


Sampai di lobby rumah sakit Alika pun mengeluarkan gawainya ia berniat untuk memesan sebuah taksi online tapi tiba-tiba sebuah mobil berhenti di depannya


"taksi mbak.... saya belum dapat orderan dari tadi pagi mbak" ucap lelaki itu memelas, setelah berpikir sejenak akhirnya Alika pun mau menyewa taksi tersebut


Segera ia masuk lalu menyandarkan tubuhnya pada kursi penumpang itu


...----------------...


"siapa Dil yang telepon...." bu Rini menyandarkan tubuhnya di kursi usai melayani pembeli


Toko sembako milik Dila sudah mulai buka dua hari lalu.... dan toko itu lumayan ramai karena memang disekitaran tempat tinggalnya belum ada toko sembako selengkap punya Dila


"papa Hendra buk....."


Bu Rini terperanjat mendengar jawaban Dila, kini beberapa tanya pun ia lontarkan kepada putrinya itu

__ADS_1


Sebelum berangkat tadi pagi Alika sempat mengabari Dila tentang keberangkatannya untuk menjenguk mantan mertuanya mereka itu dan Dila juga berkata maaf karena tidak bisa ikut mereka karena tokonya baru saja buka juga anak anaknya yang tengah bersekolah


__ADS_2