Wanita Kedua

Wanita Kedua
aku tak berjanji apapun


__ADS_3

"untuk apa mertua mu menghubungi mu Dil...?" tanya bu Rini penasaran


"mantan mertua buk....." yegas Dila,


"tanya kabar juga anak anak buk, sekarang papa sedang di rawat di rumah sakit katanya terjatuh di kamar mandi... mbak Alika tadi pagi berangkat ke sana untuk menjenguk beliau juga memantau perkembangan restorannya" ucap Dila lagi menjelaskan pada bu Rini


"apa kamu yakin kalau Alika tidak akan mengatakan keberadaan mu di sini Dil....ibu takut kalau Galang tau dimana kamu sekarang bisa bisa mereka mengambil thalia secara paksa... kamu masih ingat kan kejadian dulu di rumah sakit, apa yang sudah dilakukan oleh bu Ratna pada thalia kita"


"kita berdoa saja buk, agar mbak Alika tidak akan mengatakan keberadaan kita di sini....ya sudah buk sekarang kita tutup tokonya ya" Dila segera mengajak bu Rini untuk membantunya menutup toko sembako miliknya itu.dila memang tidak berjualan sampai malam karena dia pun harus membagi waktunya untuk mengajari anak anaknya belajar di waktu malam


Toko sembako yang baru dibuka olehnya ternyata lumayan ramai pembeli tiap harinya selain harganya yang terjangkau juga karena barang barang yang dijual oleh Dila terbilang cukup lengkap


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alika yang tengah menyandarkan punggungnya di kursi penumpang pun segera mendongakkan kepalanya saat melihat pengemudi mobil yang ditumpanginya itu mengarahkan laju kendaraannya ke arah yang berlawanan dengan tujuannya


"pak maaf anda salah jalan.... harusnya lurus saja kenapa malah belok?"


si supir hanya diam saja tak menanggapi ucapan Alika


"pak berhenti.... berhenti saya bilang!!!" Alika meninggikan suaranya pada si supir tapi tetap saja tak dihiraukan olehnya,


Alika mencoba membuka pintu mobil tapi tak bisa karena pintu mobil sudah di kunci otomatis oleh si supir....gegas Alika menggoyangkan tubuh di supir agar mau berhenti justru si supir menjawab


"tolong diam mbak.... jangan sampai kita kecelakaan karena mbak mengganggu saya yang sedang mengemudi... ingatlah mbak dirumah masih ada anak mbak yang masih menunggu"


"apa mau mu pak...."

__ADS_1


"saya hanya di suruh oleh seseorang mbak...." usai mengatakan itu mobil pun berhenti di depan sebuah rumah


Beberapa lelaki ada di teras rumah itu dan seorang lelaki yang teramat dikenal oleh Alika pun berada di sana dan kini berjalan menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Alika itu


"mas Galang...." takut sesuatu terjadi pada dirinya, Alika pun memundurkan tubuhnya hingga berada di pojokan kursi mobil sebelah kanan sedangkan Galang sedang membuka pintu mobil sebelah kiri


Pintu mobil terbuka lalu Galang dengan senyum bahagianya mencoba merayu wanita pemilik hatinya itu untuk mau turun dari mobil


"sayang... turun yuk, aku sudah menyiapkan jamuan untuk kedatangan kamu" Galang merentangkan kedua tangannya berharap wanitanya itu mau bersamanya tapi Alika menepis tangan Galang dengan kasar


"pak tolong bawa saya keluar dari sini....ayo pak kemudikan mobilnya pergi dari sini" pinta Alika pada si supir tapi tak disahut olehnya


Galang yang terus membujuk Alika pun akhirnya menyerah dengan kata kata manisnya, ia pun segera menarik Alika secara paksa untuk keluar dari mobil... setelah Alika berhasil ia keluarkan dari mobil segera Galang memanggul Alika secara paksa


"lepas mas.... lepas, lepaskan aku mas...." Alika terus berteriak seraya memukul punggung Galang dengan keras tapi bagi Galang pukulan itu tak berpengaruh apapun padanya justru ia kini merasa sangat bahagia karena wanitanya ada di pelukannya


dengan masih membopong tubuh Alika, Galang pun terus berjalan hingga akhirnya ia pun masuk ke sebuah kamar yang berukuran lumayan luas dengan sebuah ranjang berukuran besar di sana


Galang menurunkan tubuh Alika dengan perlahan di atas ranjang tersebut


"kamu gila mas.... kamu gila" teriak Alika di depan wajah Galang. Alika berdiri berusaha berlari ke arah pintu tapi dengan cepat Galang meraih tubuh Alika dari belakangnya


Galang memeluk tubuh Alika dengan erat.... sekuat apapun Alika mencoba melepaskan tangan Galang tak akan bisa karena otot otot di tubuh Galang yang sangat kuat tak mampu ia lawan dengan tubuhnya yang kurus semampai


"jangan berontak terus sayang....aku hanya ingin bersamamu" ucap Galang lembut tepat di telinga Alika


Alika yang sedari tadi berusaha berontak pun akhirnya merasa kelelahan lalu tubuhnya pun mulai melemah, Galang yang masih mengungkungnya pun segera membawa tubuh Alika ke atas ranjang

__ADS_1


Alika duduk di sisi ranjang dengan tangis yang tak mampu ia tahan


"biarkan aku pulang mas.... Anaya pasti menungguku" ucap Alika disela tangisnya


"kamu mau Anaya.....oke aku akan bawa Anaya ke sini tapi berhentilah menangis,aku gak sanggup lihat kamu terus menangis seperti ini" Galang berjongkok di depan Alika berusaha menenangkan wanitanya yang terus menangis itu tapi tetap saja Alika menangis tak henti


Galang terlihat sangat senang karena wanitanya kini berada di depannya, tak peduli jika wanitanya itu tak menginginkannya lagi....ia terus berusaha menenangkan wanitanya itu


Tak berapa lama Alika pun mulai menguasai perasaannya, ia coba bersikap tenang meskipun tak bisa dipungkiri jika dirinya sedang ketakutan


"apa mau mu mas.... kenapa kamu melakukan ini sama aku" ucap Alika saat ia sudah berhenti menangis, matanya menyelidik menatap wajah mantan suaminya yang dulu teramat dicintainya itu


Wajah rupawan Galang yang dulu mampu meluluhkan hatinya, yang mampu membuatnya menolak lamaran beberapa pria yang juga menyukainya dulu....tapi kini di hatinya sudah tak ada cinta yang dulu membara di hatinya justru rasa benci yang ada karena kekecewaannya terhadap sikap Galang dulu yang membuatnya harus kehilangan janin yang susah payah ia jaga demi membela dan menuruti kemauan Dila


"aku ingin kita kembali seperti dulu Al....aku masih mencintai mu Al, tak pernah berubah sedikitpun rasa itu" Galang mencoba meraih tangan Alika lalu dengan tangan kirinya ia pun berusaha menghapus air mata Alika yang membasahi pipi tirus pemilik hatinya itu


"cukup mas.... kita hanya masa lalu jangan berharap lebih"


"tentu aku berharap lebih Al.... kamu masih ingat kan dengan janji kita di cafe waktu itu" ucapan Galang menyentakkan Alika ke memorinya di cafe bersama Galang waktu itu


"aku tak pernah berjanji apapun padamu mas.... hanya kamu yang berjanji bukan aku" elak Alika, karena memang bukan dirinya lah yang berjanji melainkan Galang


Galang tersenyum kecut mendengar elakkan Alika itu


🙏🙏🙏🙏🙏🙏


Alhamdulillah hape udah bisa dipakai lagi.... belum bisa beli hape baru karena belum ada uang, mudah mudahan gak rewel lagi deh nih hape karena jujur aku belum bisa move on dari Alika dan Dila rasanya tangan nih gatel pengen otak atik mereka. Buat yang penasaran sama janjinya Galang.... coba deh buka eps 59-60 nanti pasti ketemu kok,

__ADS_1


Happy reading guys.... like nya yang banyak dong


__ADS_2