
"stop..... tolong.... tolong pak!!!" beberapa perempuan paruh baya mencoba menghentikan laju mobil yang melintas di sekitarnya hingga akhirnya salah satu mobil mau menghentikan lajunya
"ada apa bu?" tanya Galang, kebetulan dia yang mengemudikan mobil saat itu
"tolong mas ada wanita pingsan di sana, sepertinya korban tabrak lari" jawab salah satu ibu-ibu itu sembari menunjuk kearah kerumunan disampingnya
tanpa banyak bicara lagi Galang yang mendengar itu pun segera keluar dari mobil dan berjalan kearah kerumunan itu
sesampainya di sana Galang sangat terkejut mendapati wanita yang katanya korban tabrak lari itu
"Alika....!!!!" Galang segera meraih tubuh Alika yang terlihat beberapa luka di tangan dan pelipisnya itu lalu membawanya ke mobil untuk segera dibawa ke rumah sakit agar segera mendapatkan pertolongan
tak butuh waktu lama kurang dari 10 menit Galang sudah sampai di rumah sakit.
dengan segera Alika mendapatkan pertolongan dari dokter dan perawat yang tengah berjaga di UGD itu.setengah jam kemudian pintu yang bertuliskan UGD dan nama rumah sakit itupun terbuka lalu nampaklah seorang wanita berjas putih keluar dari sana.melihat kedatangan dokter itu Galang pun dengan paniknya segera berjalan kearahnya
"dok bagaimana kondisi Alika.... apa dia baik-baik saja?" tanyanya khawatir
"kondisi pasien tadi tidak begitu serius, hanya luka lecet ditangan dan juga pelipisnya dan sudah kami bersihkan agar tidak menimbulkan infeksi" ujar dokter itu
"syukurlah.... apa dia sudah sadar dok?"
"Alhamdulillah sudah, tadi beliau hanya syok,kaget atas kejadian yang dialaminya..."
"lalu... bagaimana dengan kondisi janin nya dok, apa baik-baik saja?"
"janin..... anda pasti salah, beliau tidak hamil.baiklah saya permisi dulu.... kalau anda ingin menemui nya silahkan dan juga beliau tidak perlu rawat inap, permisi...." dokter wanita itu pun pergi meninggalkan Galang yang terpaku ditempatnya
Galang masih mencerna perkataan dokter itu," apa mungkin dokter itu salah diagnosa" batin Galang, belum lagi ia melangkahkan kakinya kedalam dering ponselnya menghentikan langkahnya.galang meraih ponsel di saku celananya lalu melihat nama Dani tertera di layar ponselnya, dengan segera Galang menjawab panggilan itu
__ADS_1
📱🧑:" ya Dan ada apa?"
📱🧒:" bos ada sesuatu yang harus bos tau"
📱🧑:" apa!!! katakan"
📱🧒:"saya sudah merekamnya,bos liat sendiri"
📱🧑:"apa kamu tidak bisa langsung bicara saja"
📱🧒:" maaf bos, lebih baik bos liat sendiri"
tanpa menunggu jawaban dari bos-nya, Dani segera mengirim sebuah pesan video ke ponsel Galang, tak menunggu lama video itu pun diputar oleh Galang.
video itu ialah video pertemuan Alika dan tuan Hendra beberapa saat lalu.Dani lah yang membuntuti Alika dan merekam semua pembicaraan itu
"terimakasih mas sudah menolong ku...."ucap Alika tulus
"tidak usah bilang begitu say.....ah maaf, Alika...."
Alika tersenyum getir mendengar ucapan Galang, panggilan yang selalu disematkan untuknya kini tak mungkin lagi didengarnya.
sesaat kemudian Galang kembali memulai pembicaraan dengan Alika
"bagaimana apa masih ada yang sakit..."
"tidak ada mas....oh ya mas aku tidak menemukan tas ku, apa kamu tau dimana tas ku"
"oh ya aku lupa ada di mobil..."
__ADS_1
tak berselang lama Galang pun membawa Alika keluar dari rumah sakit
ditengah perjalanan Galang menghentikan laju mobilnya,ia menepikan mobilnya dipelataran cafe
"lho mas kok berhenti disini" jantungnya berdetak lebih cepat menatap bangunan bernuansa bunga didepannya itu
"aku lapar, kamu juga kan!!" jawab galang
"tapi kenapa harus disini... ini kan!!!"
"ternyata kamu masih mengingatnya....ayo"
dengan langkah tertatih Alika pun menuruti kemauan Galang.cafe bernuansa bunga itu bukan cafe sembarangan.disana beberapa tahun lalu Galang mengutarakan perasaannya, mengutarakan niatnya untuk menjadikan Alika kekasih hatinya
adegan demi adegan dimasa lalu seolah berputar di depannya.disebuah meja tepat didepannya berdiri kini adalah tempat favoritnya bersama Galang dahulu...
sesak itu kian terasa di dada apalagi saat Galang menggeser kursi favorit Alika saat berada disana.ditatapnya wajah Galang tapi entah kenapa yang Alika lihat hanya ekspresi wajah datar disana
dengan perasaan yang campur aduk Alika pun mulai mendudukkan bokongnya di kursi itu
"mas.... maaf aku tidak bisa disini"
########
💞💞💞 happy reading
🌹🌹🌹 next part bakal nyesek dijamin deh
siapin tisu nya ya.... yang banyak 😚😚😚
__ADS_1