Wanita Kedua

Wanita Kedua
tentang pak Arman


__ADS_3

Tak terasa empat hari sudah Giany berada di rumah Alika,lusa ia akan kembali ke kota asalnya


Selama di rumah Alika, Giany merasa sangat senang karena Alika benar-benar memperlakukan dirinya seperti adiknya sendiri... ingin sekali ia membuat status di WhatsApp pribadinya dengan Alika tapi Alika selalu mewanti wanti nya untuk tak melakukan hal itu...


Pun dengan Dila ia belum sempat untuk berkunjung ke rumah Alika sebab ia masih di repot kan dengan membeli barang barang untuk mengisi toko sembako miliknya


*****


"mbak sepertinya aku belum siap untuk jujur dengan Leo tentang masa lalu ku...." ucap Giany sambil terus mengunyah martabak telur yang tadi dibelinya bersama leo saat ia jalan keluar bersama


"terserah kamu Gi.... mbak kan hanya ngasih saran, jangan sampai Leo tau masa lalu mu dari orang lain!" lugas Alika, ia pun sama kini sedang menikmati martabak telur itu beserta teh hangat sebagai pendampingnya


"iya mbak....aku pasti akan jujur sama dia suatu saat nanti....."


Tok...tok....tok....


Terdengar suara pintu depan diketuk oleh seseorang, mbok sum yang sedang ikut menikmati martabak telur bersama mereka pun mengajukan dirinya untuk melihat siapa yang bertamu malam malam begini, tapi Alika menolaknya,ia pun segera bangkit dan berjalan menuju ruang depan dan tampaklah Dila sedang berdiri di muka pintu dengan menenteng satu susun rantang di tangan kanannya


"assalamualaikum... mbak" salam Dila pada Alika dan dijawab pula oleh Alika "waalaikum salam"


Dila pun segera masuk ke dalam rumah lalu duduk di kursi ruang tamu tempat Alika mempersilahkan ia untuk duduk


Mereka berdua pun duduk saling bersisian lalu dila memberikan rantang berisi makanan itu kepada Alika


"ini tadi dimasakin ibuk rendang mbak... juga ada beberapa kue donat, semoga mbak suka..." kata Dila

__ADS_1


"wah pasti suka dong.... makasih ya mbak Dila"


"maaf ya mbak aku baru sempet datang kemari....aku lagi sibuk nyari supplier buat toko ku.... kalau langsung beli ke pasar gak bisa dapet untung...."


"gak papa kok mbak....oh ya mengenai status WhatsApp mbak Dila beberapa hari lalu.... apa aku boleh tau...." ucap Alika, ia penasaran karena beberapa hari yang lalu Dila sempat membuat status di WhatsApp pribadinya "tak ingin lagi berikrar karena keterpaksaan... karena aku ingin dianggap sebagai seorang istri bukan hanya sekedar perawat mereka"


Ya hari itu memang Dila membuat status di WhatsApp pribadinya, sesuatu yang jarang ia lakukan tapi malam itu pun ia meluapkan kegelisahannya dalam sebuah kata...


Dila terdiam, ia tak menyangka Alika akan menanyakan hal ini padanya....


Alika terus mendesak Dila untuk mengatakan apa yang terjadi padanya beberapa hari ini... akhirnya Dila pun menceritakan tentang Arman pada Alika


"aku punya tetangga mbak... anaknya kembar perempuan namanya lana dan lani, mereka seumuran dengan thalia... dulu saat pagi aku jualan kue ternyata mereka sering bermain ke rumah dan singkat cerita lana dan lani ini memanggil aku dengan sebutan bunda seperti anak anakku, awalnya aku tidak keberatan dengan panggilan itu tapi lama kelamaan mereka berdua menganggap aku ini bundanya mereka"


"ternyata ibunya si kembar ini pergi dengan selingkuhannya saat mereka masih bayi mbak... dan kini mereka tinggal dengan ayahnya namanya pak Arman. Dulu katanya kehidupan pak Arman dan istrinya jauh dari kata kaya sehingga istrinya bisa kabur seperti itu tapi kini pak Arman sudah menjadi seorang kontraktor bangunan dengan gaji yang bisa dibilang lumayan lah mbak..."


"lalu...."


"beberapa hari yang lalu Lia mulai masuk sekolah mbak.... dan hari itu mereka memaksa aku dan thalia untuk berangkat bersama mereka dengan mobilnya awalnya aku menolak tapi karena lia pengen naik mobil jadi terpaksa aku pun menuruti keinginan Lia. lia, lana dan lani ternyata satu sekolah mbak.... dan disaat hari pertama sekolah, si kembar bertingkah seolah aku ini ibu mereka... mereka berdua selalu merengek minta aku temani, aku yang gak tega pun terpaksa menuruti.... tapi lama kelamaan Lia pun marah mbak dengan sikap mereka berdua hingga mereka bertengkar memperebutkan aku.... lia sampai terluka mbak.... dan karena kesal aku dan Lia pun pulang dengan jalan kaki.... sampai akhirnya malam harinya pak Arman datang ke rumah untuk minta maaf"


Alika terus mendengarkan Dila bercerita hingga tanpa disadari keduanya, Giany yang penasaran siapa tamu Alika pun akan beranjak keluar tapi langkahnya terhenti saat melihat siapa yang tengah duduk bersama Alika.... Dila, wanita yang juga pernah menjadi iparnya kini sedang berada di sana


Giany bersembunyi di balik tirai yang menjadi pemisah antara ruang tamu dan ruang tengah, Giany menguping pembicaraan mereka berdua sedari awal


"lalu setelah dia minta maaf... apa yang terjadi mbak Dila" tanya Alika saat melihat Dila tengah menarik nafas dalam-dalam

__ADS_1


"saya menerima permintaan maafnya tapi saya juga berpesan agar pak Arman memberi pengertian kepada lana dan lani tentang status saya agar mereka tidak selalu menganggap saya ini ibunya tapi justru jawaban pak Arman membuat saya sedikit emosi...."


"memang pak Arman itu bilang apa mbak...."


"dia bilang ingin menjadikan saya istrinya agar anak anaknya bisa menganggap saya ibunya...."


"hah.... dan mbak Dila mau?" Dila mengelengkan kepalanya pasti lalu setelahnya ia pun kembali berucap


"aku gak mau mbak.... jika suatu saat nanti ada yang ingin meminang saya maka harus berdasar cinta seperti yang dulu dilakukan oleh ayahnya Albi,mas Gerry. Aku tidak ingin kejadian saat bersama mas Galang terulang lagi mbak..." satu tetes air mata lolos tanpa mampu dicegah oleh Dila sedangkan Alika.... entahlah ia juga merasa iba pada si kembar yang diceritakan oleh Dila, karena ia dulu pun pernah merasakannya.... hidup tanpa kasih sayang kedua orang tuanya tapi juga sikap mereka salah dan yang harus disalahkan adalah ayahnya mereka yang telat memberi pengertian kepada mereka


netra Dila tak sengaja melihat sepasang kaki manusia berada di balik tirai, ia pun berteriak memanggil nama mbok sum karena ia pikir mbok sum lah yang sedang menguping disana


"mbok sum.... lagi nguping ya...."


Sontak Alika pun menoleh ke arah Dila melihat, dan seketika Alika pun tau siapa yang ada di balik tirai itu


"jangan kaget ya mbak...." lirih Alika pada Dila dan dibalas anggukan kepala oleh Dila, Dila belum mengerti tentang apa yang diucapkan oleh Alika barusan


"Gi.... jangan nguping, sini kumpul sama kita" Dila pun terperanjat mendengar panggilan Alika pada seseorang yang berada di balik tirai itu, netranya tak henti menatap ke arah tirai hingga seseorang yang berada di benaknya pun muncul dengan raut wajah yang tak bisa dibaca oleh Dila


"giany... kamu disini..."


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


#maaf ya gak up beberapa hari ini, ha tiba tiba rusak dan Alhamdulillah tadi sudah bisa dipakai lagi

__ADS_1


__ADS_2