Wanita Kedua

Wanita Kedua
thalia itu putriku


__ADS_3

"dasar kamu tidak becus mengurus anak, lihat apa yang terjadi dengan cucuku" teriak bu Ratna tepat di hadapan Dila.


Dila terpaku mendengar ucapan mertua perempuannya itu, kata kasar yang tak seharusnya didengarnya kini terucap.


"ma... apa yang mama katakan, ada Thalia di sini jaga bicara mama" tegur Galang kini balita berumur tiga tahun itu pun menangis mendengar ucapan kasar dari Oma nya


"huaaaa .... bun-da,huuuuu....."


"iya sayang ini bunda nak" dipeluknya kini tubuh putri kecilnya sambil terus diciumnya kening putri nya itu.


Galang yang melihat Thalia tak berhenti menangis itupun mengandeng tangan mamanya dan berjalan keluar kamar inap itu. sesampainya di luar Galang pun berujar


"ma, tolong jaga bicara mama... ada thalia di sana"


"mama kan kesal.... lihat karena ulah sok jadi wanita yang menderita kini cucu mama harus di rawat di rumah sakit" ketus bu ratna


"cukup ma.... kita bicarakan nanti setelah Thalia sembuh" Galang pun kembali masuk kedalam kamar inap putri kecilnya itu


didalam kamar sang putri kecilnya itu kini tersenyum kearahnya. didekatinya raga kecil yang berbaring di brankar rumah sakit itu lalu kembali di ciumannya kening putri kecilnya


"cantiknya ayah.... mana yang sakit nak" tanya Galang lalu netranya menelisik seluruh tubuh putri kecilnya


"Lia kangen ayah.... ayah kok kerja nya lama sih.... Lia nungguin" celoteh thalia lalu mengerutkan bibirnya membuat siapapun yang melihatnya akan tersenyum lucu


Galang menoleh kearah Dila mendengar ucapan Thalia tentang "kerja". Dila hanya diam dan lebih memilih memperhatikan putrinya yang sudah mau berceloteh itu.


"cantiknya ayah makan ya... biar ayah suapin" Thalia pun mengangguk menjawab tanya Galang. semangkuk bubur ayam ransum dari rumah sakit pun kini sudah berada di tangan kirinya Galang, dengan telaten Galang menyuapi putri kecilnya itu. biarpun hanya beberapa suap tapi setidaknya ada makanan yang masuk ke perut thalia.


beberapa jam kemudian Thalia yang sudah lama berceloteh dengan Galang pun kini tertidur pulas. Galang yang melihat Dila tertidur di kursi pun mulai mendekati wanitanya yang sudah sebulan tak dijumpainya itu.


Dila yang merasakan ada yang memegang tangannya pun mulai membuka matanya.


"mas... "


"bisa kita bicara diluar" pinta Galang sepenuh hati


"tapi Thalia?"

__ADS_1


"aku akan meminta seorang suster untuk menjaga nya" Galang pun berlalu keluar menemui suster yang berjaga di meja resepsionis. beberapa saat kemudian ia kembali bersama seorang suster yang bersiap menjaga putri kecilnya


💔


💔


"bagaimana hubungan kalian?" tanya Dila memecah keheningan antara dia dan suaminya


Galang hanya diam menatap manik mata Dila yang enggan memandangnya


"permisi....ini capuccino dan teh hangatnya" seorang pramusaji datang ke meja mereka membawa pesanan keduanya. ya kini mereka sedang berada di cafetaria rumah sakit


"terimakasih..."


"apa yang kamu pikirkan tentang aku itu salah Dil.... aku dan alika hanya masa lalu dan kalian adalah masa depan ku" lugas Galang lalu menggenggam tangan Dila yang berada di atas meja


"sudahlah mas, aku sudah mendengar semuanya.... kamu dengan cepat pergi setelah mendapat telepon dari giany agar membantu nya menggagalkan rencana pernikahan mbak Alika" dilepaskannya genggaman tangan suaminya itu


"dengarkan dulu penjelasan ku" ucap Galang serius "hari itu giany mencoba melukai teguh, calon suaminya Alika. makanya aku secepatnya pergi mencari keberadaan giany dan beruntung aku datang tepat waktu hingga aku yang terluka" tak ingin ada kesalahpahaman lagi antara dia dan istrinya itu akhirnya Galang mengatakan alasan kepergian nya. sebulan tanpa kehadiran Dila dan anak-anaknya membuat Galang rapuh, kini ia tahu betul pentingnya kehadiran Dila, Albi dan thalia.


"ya sudahlah semua sudah berlalu, sekarang aku minta kembalilah pulang dengan ku.... berikan aku kesempatan untuk menjadi suami yang baik untukmu. percayalah Alika hanya masa lalu dan kamu masa depan ku"


"ini kesempatan terakhir mu mas, jika sekali lagi kamu menyimpan nama wanita lain di hatimu maka jangan salahkan aku jika aku benar-benar mundur.... dan juga ini demi Thalia" Dila lalu beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamar rawat Thalia.


saat Dila membuka kamar rawat itu kamar tampak kosong, lalu dila pun mengecek di kamar mandi ternyata juga kosong. setengah berlari Dila pergi menuju tempat resepsionis


bugh


tubuh Dila bertabrakan dengan tubuh Galang


"ada apa lari-larian seperti ini?" tanya Galang yang kini sudah merengkuh tubuh Dila


"Thalia.... thalia...." Dila tampak begitu khawatir kini


"tenang dulu.... Thalia kenapa, bukankah tadi saat kita tinggal dia sedang tidur" ucap Galang mencoba menenangkan Dila yang tampak begitu khawatir


"thalia tidak ada di kamar.... aku harus menanyakannya ke para suster" Galang yang mendengar ucapan Dila pun kini ikut khawatir, dengan segera dia pun menuju tempat resepsionis. sesampainya di meja resepsionis, Galang pun segera menanyakan keberadaan putrinya

__ADS_1


"maaf pak pasien atas nama Thalia Ivanka Hendriansyah baru saja dipindahkan ke rumah sakit kota.... mungkin mobilnya masih di depan" jawab salah satu suster yang bertugas di meja resepsionis itu.


"bagaimana bisa Thalia dipindahkan, sedangkan saya ibunya tidak pernah meminta untuk anak saya dipindahkan" tegas Dila. dia tidak merasa memindahkan putrinya tapi bagaimana bisa putrinya itu dipindahkan ke rumah sakit kota


"maaf bu tapi tadi yang meminta dipindahkan adalah seorang wanita yang mengaku sebagai neneknya dan beliau juga mengatakan kalau ayah dan ibunya thalia sudah setuju" jawab resepsionis itu


tak menunggu lama Galang pun berlari keluar mencari keberadaan mamanya.


mereka berdua menyusuri halaman parkir yang tak begitu luas itu tapi tak jua menemukan tanda-tanda keberadaan bu ratna, hingga sebuah panggilan telepon menghentikan aktivitas keduanya


📱 Galang -" ya halo ma... apa thalia bersama mama sekarang"


📱 Ratna-" ya.... cucu ku sekarang bersama ku, jika kamu ingin bertemu dengan thalia maka kamu bisa temui kami di rumah sakit kota... tapi ingat tanpa Dila"


📱 Galang -" tapi ma...."


tut.... tut.... tut


bu Ratna pun memutuskan panggilan telepon itu secara sepihak.


"mas, apa kata mamamu..... thalia di mana? bagaimana keadaan Thalia" cecar Dila kepada Galang.


"thalia baik, mungkin mama ingin memberikan pelayanan kesehatan yang terbaik untuk cucunya...."


"katakan padaku apa yang dikatakan oleh mamamu mas"


"mama.... mama meminta ku agar datang sendiri ke sana tanpa membawamu" ujar Galang terpaksa harus jujur setelah melihat tatapan tajam dari istrinya itu


"tidak.... tidak bisa, thalia itu putriku.... mama mu tak bisa melakukan ini" Dila pun mulai histeris mendengar ucapan Galang tentang keluarganya yang melarangnya untuk bertemu dengan thalia putri kecilnya


" tidak ada yang bisa memisahkan thalia darimu, aku janji akan membawa thalia kembali padamu...."


💖💖💖💖💖💖💖


# kita intip keluarga Galang dulu ya guys


#jangan lupa like and coment ya guys

__ADS_1


__ADS_2