Wanita Kedua

Wanita Kedua
jaga sikap anda!!!!


__ADS_3

Dila terus berjalan menuju arah pulang dengan mengendong thalia... gadis kecilnya itu terus menangis karena merasa perih di tangannya akibat bekas cakaran lani tadi, hati Dila rasanya teriris pisau melihat thalia terus merintih "perih.... bunda....perih" rintih thalia... andai bisa diganti lebih baik dia yang merasakan perihnya daripada harus melihat putrinya yang merasakan kesakitan


Dila tak bisa berbuat apa-apa, andai dia tadi tetap kekeuh dengan pendiriannya mengantarkan thalia menggunakan sepeda motor miliknya pasti saat ini dia sudah sampai di rumah. Bahkan tadi di sekolah Dila pun tak sempat meminta obat merah untuk luka thalia karena terlalu kalut


Dila mengendong thalia di sisi kiri sedangkan tangan kanannya membawa tas sekolah milik putrinya itu


Sebuah sedan berhenti di samping Dila, tapi wanita itu tak berhenti barang sejenak... Dila terus berjalan tanpa menghiraukan teriakan lelaki yang turun dari mobil itu


"mbak.... mbak Dila tolong berhenti dulu...." Arman mencekal lengan Dila yang terus berjalan tanpa mau mendengarkannya


"lepas pak Arman...., jaga sikap anda!!!saya bisa pulang sendiri" tegas Dila, matanya mendelik tajam menatap Arman


Segera Arman melepaskan lengan Dila lalu membiarkan mereka berdua untuk pulang sendiri


Arman merasa tak enak hati dengan Dila karena kelakuan anak anaknya, ia sadar jika lana dan lani sudah keterlaluan tapi bagaimanapun mereka berdua tetap lah anak anak yang akan selalu berebut apa yang dia suka


Arman juga menyadari memang ia lalai merawat putri putrinya karena kedua tangan lana dan lani kukunya sudah teramat panjang.... bahkan ia lupa kapan memotong kuku kuku mereka


****


Baru pukul sembilan pagi tapi sinar mentari serasa membakar kulit. Dengan langkah gontai Dila pun akhirnya sampai di depan rumahnya


Ada tiga orang tukang bangunan juga pak adji


Pak adji yang melihat Dila datang dengan berjalan kaki segera ia menghampiri anaknya tersebut lalu melontar tanya


"lho kok jalan kaki sih Dil.... terus lia kenapa kok digendong" cecar pak adji


"nanti ya pak Dila jelasin.... tolong gendong lia pak, tanganku rasanya kram...." segera pak adji membawa lia dalam gendongannya. Cucunya itu tengah terlelap dalam tidur karena lelah menangis.... segera pak adji membawa thalia masuk ke dalam rumah setelahnya ia pun ke kamar dila lalu membaringkan tubuh thalia secara perlahan ke atas ranjang milik Dila, saat ia meletakkan thalia lalu nampak lah tangan thalia yang terdapat bekas cakaran....bekas itu tampak kemerahan juga ada yang berdarah meskipun tak banyak darahnya


Pak adji segera menemui Dila yang tengah men selonjor kan kakinya karena telah berjalan dari sekolah ke rumah terlebih dia juga mengendong thalia yang tentunya bertambah beratnya

__ADS_1


"tangan Lia kenapa.... kenapa sampai seperti itu" tanya pak adji, bu Rini yang berada di dapur pun ikut nimbrung dengan Dila dan suaminya karena mendengar ucapan pak adji


"Lia kenapa pak...." tanya bu Rini pada suaminya dibalas gelengan kepala oleh pak adji "tangannya kayak habis ke cakar bu!!!"


"kena cakar lani buk pak......" ucap Dila setelahnya


"lho kok bisa..... memangnya mereka rebutan apa?"


"rebutan aku buk...." Dila pun menceritakan tentang perilaku si kembar terhadapnya tadi hingga membuat thalia marah karena merasa bundanya lelah dengan sikap manja lana dan lani tadi


"astaghfirullah.... memangnya arman sama bu Narti kemana sampai cucu cucu mereka bisa bersikap seperti itu " Dila menggedikkan bahunya tanda tak tau lantas ia pun pamit ke dalam kamar karena merasa lelah, juga pak adji pun melanjutkan membantu pekerjaan tukang tinggal setengah hari lagi itu pasti selesai


bu Rini pun melanjutkan memasak karena dia tau Dila sedang lelah, nanti pasti dia juga akan cerita apa yang terjadi di sekolah tadi


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


giany tampak cantik dan modis mengenakan jeans model robek juga blouse warna pink dengan rambut yang ia biarkan tergerai bebas


Pukul sebelas siang leo datang menjemput kekasihnya itu, ia sengaja mengambil cuti kerja selama seminggu lamanya untuk menemani juga menghabiskan waktunya dengan Giany


Ditengah terik panasnya sinar matahari leo mengajak Giany kulineran bakso mercon yaitu bakso yang terkenal pedas dengan cabai di dalamnya....dia tau dari Alika kalau giany sangat suka bakso apalagi bakso mercon


Giany memakan bakso itu dengan lahap,tak ada tingkah ja'im yang biasanya dilakukan pasangan yang sedang kencan.... semua berjalan natural seperti apa yang tadi Alika katakan pada Giany "jadilah diri sendiri Gi.... jangan kamu tunjukkan sifat yang sok baik juga imut di depan cowok karena apa.... karena dengan kita menunjukkan sifat asli kita, nantinya kita tak harus selalu berbohong untuk menutupinya"


Leo yang juga suka dengan makanan pedas pun serasa mendapatkan kawan yang seimbang.


Bakso mercon porsi jumbo telah habis tak bersisa di masing masing mangkok mereka juga dua gelas es jeruk pun kini telah tandas masuk ke dalam perut keduanya


"kamu hari ini beda honey...." ucap leo seraya mengulas senyum kepada kekasihnya itu


Giany yang masih merasa kepedesan itu pun menyahut "beda....beda apanya"

__ADS_1


"kemarin kemarin rasanya kamu tu kayak kemayu gitu" Giany menyipitkan matanya mendengar ucapan Leo, lalu ia bertanya mengunakan isyarat alisnya yang ia naik turunkan


"kemarin kemarin kamu gak kayak gini kalau di ajak makan gak bisa lepas kayak sekarang.... kamu tadi terlihat sangat menikmati makanan mu...."


"ini pujian atau apa ya....."


"bukan begitu honey....aku justru suka jika kamu makan dengan lahapnya seperti tadi.... rasanya gak percuma aku ajak kamu makan"


"terserah deh.... yang jelas sekarang aku gak mau sok jaim....aku mau jadi aku Giany " Giany menujuk dirinya dengan telunjuknya setelah itu mereka berdua pun melanjutkan perjalanannya


Rencananya Leo akan mengajak Giany ke pantai yang ada di kota itu


Semilir angin mulai terasa menusuk pori pori kulit Giany.....deru ombak saling beradu dengan birunya langit sore itu


Menyewa sebuah tikar, leo pun mengajak Giany untuk duduk di sana di temani dengan es kelapa muda juga seporsi sempol ikan yang dibelinya dari pedagang kaki lima di sekitar pantai itu


"kita lihat sunset ya honey...." ucap leo pada Giany yang terus memandang ombak pantai yang tak jauh dari tempatnya duduk kini


"oke...."


Leo mulai merapatkan duduknya dengan Giany lalu merangkul pundak perempuan di sampingnya itu, Giany langsung menoleh saat melihat apa yang leo lakukan....ia tak berontak karena dia juga bisa merasakan kenyamanan disana


Setelahnya leo mengarahkan kepala Giany untuk bersandar di bahunya


Suasana hati keduanya tengah terbakar api asmara hingga mereka berdua pun merasakan kenyamanan satu sama lainnya


Sunset pun akhirnya mulai terlihat membuat berbinar wajah keduanya


"sayang lihat sunset nya...." giany menunjuk matahari yang mulai bersembunyi di balik awan jingga itu


Wajahnya kini berbinar menatap wajah leo begitupun juga dengan leo.... sepersekian detik wajah mereka saling bertemu.... dan.....

__ADS_1


Leo pun memberikan kecupan hangat di kening Giany untuk pertama kalinya.....


__ADS_2