Wanita Kedua

Wanita Kedua
obat pelancar ASI


__ADS_3

"### tok...tok...tok" diketuknya pintu rumah wanita yang malam itu telah dibuat kecewa olehnya hingga beberapa kali ketukan tak juga ada yang kunjung membuka pintu rumah itu....


Ya Dila yang merasa tak enak hati itu pun akhirnya memberanikan diri untuk mendatangi rumah Alika guna meminta maaf kepadanya, tapi sudah hampir setengah jam ia menunggu ternyata tak ada jawaban dari dalam sana...


Berfikir sejenak lantas ia memutuskan untuk ke rumah Dahlia yang hanya berjarak beberapa meter dari rumah Alika


"assalamualaikum..... assalamualaikum...."


"waalaikum salam....." jawab seorang lelaki dari dalam lalu setelahnya ia pun keluar melihat siapa yang mendatangi rumahnya


"maaf benar ini rumahnya mbak Dahlia...." tanya Dila pada si lelaki tersebut


"iya benar mbak.... tapi Dahlia nya gak di rumah, Dahlia sedang menemani mbak Alika ke dokter...."


"memang mbak Alika kenapa ya mas...."


"oh.... memeriksakan Anaya katanya semalam demam tinggi... jadi istri saya menemaninya di sana "


"apakah sampai rawat inap mas...."


"mudah mudahan tidak.... kasian kalau memang sampai harus rawat inap,oh ya maaf mbak ini siapa?"


"saya Dila...."


"saya Ferdi suaminya Dahlia.... mbak mau masuk dulu menunggu Dahlia?" tawarnya


"tidak.... terimakasih " Dila pun segera berlalu dari sana lalu ia kembali melangkahkan kakinya untuk pulang....ia sekarang berjalan kaki karena tadi ia datang ke rumah alika mengunakan ojek


diperjalanan pulang netranya melihat sosok lelaki yang beberapa hari lalu datang ke rumahnya dia adalah Arman


Arman berada tepat berhenti di depannya mengendarai sebuah mobil


"ada apa ya pak Arman..." tanya Dila saat Arman membuka kaca mobilnya,


"mari saya antar pulang mbak...."


"oh... tidak usah nanti merepotkan" tolaknya halus


"tidak apa apa mbak.... sekalian kita searah,"


"bunda...ayo naik...." lana melongokkan wajahnya tepat di samping Arman, ternyata lana dan lani berada di kursi tengah mobil itu

__ADS_1


"mari mbak kita tidak sendirian kok...." ucapnya lagi


Dila menimbang nimbang hingga akhirnya ia pun menyetujui karena ada lana dan lani didalam sana


Arman membukakan pintu mobil untuk Dila setelahnya pun mereka semua sudah berada di dalam mobil lalu dengan segera Arman mengemudikan mobilnya itu


"bunda kok jalan kaki.... dari mana?" tanya salah satu kembar tersebut


"bunda ada perlu sebentar tadi.... kalian dari mana lana lani" tanyanya


"habis beli es krim....ini es krimnya banyak bunda...." jawabnya seraya mengangkat kresek yang penuh berisi es krim itu untuk ditunjukkan pada Dila


"sebanyak itu...."


"ya dong bunda.... jadi tiap hari kita bisa makan es krim.. Ini untuk tiga hari...."


"lana lani kalau bisa jangan sering sering makan es krim ya.... nanti giginya gampang sakit kalau keseringan makan eskrim.... apalagi es krim sebanyak itu jadi cuma tiga hari.... gak baik buat kesehatan kalian..." Dila mencoba menasehati mereka berdua, sedangkan Arman hanya meliriknya sekilas


Dalam hati Arman ia berharap jika kedua kembarnya itu mau mendengarkan nasehat dari Dila karena Arman dan juga neneknya lana dan lani sudah lelah menasehatinya tapi malah selalu dibantah oleh keduanya


Tak terasa kini mobil yang dikemudikan oleh Arman sudah berhenti di depan rumah Dila


Segera Dila turun dan pamit pada dua kembar lana dan lani tersebut lalu setelahnya ia pun berucap terimakasih pada Arman


Rumah yang menurut Dila terlihat kurang terurus jika melihat penampakannya dari depan


"oh.... rumah itu, pantas terlihat tak terurus.... gak ada istrinya toh" gumam Dila lalu setelahnya ia pun segera memasuki rumahnya


**********


"gimana dok anak saya kenapa....." tanya Alika saat dokter usai memeriksa Anaya dengan stetoskop miliknya lalu si dokter wanita itu pun tak lupa memeriksa perut Anaya dengan mengetuknya pelan mengunakan jarinya


"sedikit kembung... apa ibu mengunakan susu formula?" tanya dokter wanita itu dan dijawab anggukan oleh Alika


"asi saya tidak melimpah dok... jadi saya juga memberi putri saya sufor...." lirih alika


"coba ibu beli obat di apotek untuk melancarkan ASI... atau mungkin ibu membatasi jumlah asupan yang masuk ke tubuh ibu"


Alika hanya diam tak ingin menjawab pertanyaan dokter tersebut, setelahnya ia diberikan racikan sirup untuk diminumkan pada Anaya putrinya


Remuk redam rasanya tulang Alika melihat Anaya yang masih sangat kecil itu harus minum obat....ia tak sanggup melihatnya bahkan ia meminta mbok sum dan Dahlia untuk meminumkan obat untuk Anaya

__ADS_1


Alika terus menatap wajah Anaya yang kini tertidur pulas usai drama nangis saat diminumkan obat tadi


Setetes bulir bening mengalir begitu saja membasahi pipinya


"maafkan mama ya sayang.... mama janji mulai sekarang kamu hanya akan minum ASI bukan lagi susu formula ya nak" ucapnya sambil mengusap lembut rambut tipis Anaya


"nah gitu dong mbak.... kalau mau ASI nya lancar mbak Alika harus makan yang banyak... ini mbok sudah buatkan sayur daun katuk juga ayam goreng... mbak Alika makan ya" ucap mbok sum sambil meletakkan sebuah nampan berisi nasi juga sayur daun katuk juga ayam goreng di atas meja


"makasih ya mbok....maaf jadi merepotkan mbok sum dan Dahlia "


Alika segera meraih nanpan itu lalu mulai memakan nasi juga pelengkapnya sampai hampir habis... setelahnya ia pun segera meminum segelas air putih


"Alhamdulillah.... akhirnya mbak Alika mau makan sebanyak ini" senyum mengembang terukir dari bibir mbok sum


"demi Anaya mbok....aku sadar aku salah terlalu larut dalam permasalahan yang silih berganti ini"


"sudah sekarang jangan memikirkan orang lain... pikirkan tentang Anaya saja.... biarkan mereka mereka itu menyelesaikan masalahnya sendiri....aku saja ikut greget sama mbak Dila udah dibantu dengan tulus masih saja berpikiran buruk sama orang...."


"biarlah mbok....,oh ya Dahlia mana mbok kok tidak kelihatan "


"Dahlia pulang sedang minta anterin Ferdi untuk membelikan mbak obat buat memperlancar ASI...."


********


Dewi mengerjapkan kedua matanya saat sinar mentari menyilaukan matanya


Wanita itu masih tidur di ranjang yang semalam di gunakan nya untuk memuaskan pelanggannya yaitu Galang


Galang menyibak gorden yang menutupi jendela kamarnya... membuat sesiapapun akan silau dibuatnya


"nyenyak sekali tidurmu ya...."


"maaf pak... Galang saya ketiduran" ucap Dewi seraya memunguti bajunya yang berceceran di lantai....ia menyelimuti tubuhnya dengan selimut yang ia gunakan untuk tidur


Segera Dewi berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya juga bersiap untuk pulang


Galang menunggu Dewi di dalam mobilnya... cukup lama hingga beberapa saat setelahnya Dewi pun keluar dari rumah itu dan ikut masuk ke dalam mobil Galang


"berikan nomor handphone mu...." pinta Galang lalu menyerahkan handphone miliknya agar Dewi mengetikkan nomor handphone miliknya


"ini ..... besok besok jika aku butuh jasamu lagi aku akan menghubungimu...." Galang memberikan beberapa lembar lagi uang berwarna merah untuk Dewi hingga membuat wanita itu tersenyum senang

__ADS_1


"tapi tolong rahasiakan ini ya pak...."


Galang diam tak menjawab karena dia sudah punya rencana sendiri untuk wanita yang berada di mobilnya saat ini


__ADS_2