
sebulan berlalu setelah pertemuan Teguh dengan Kevin hari itu nyatanya Sang Pencipta lebih menyayangi nya.Teguh dan Rosa kehilangan putra mereka.
Ada sesal yang membingkai hati teguh karena hanya sekali bertemu dengan buah hatinya itu tapi takdir tuhan tak ada yang tahu, manusia hanya bisa berencana sedangkan pemilik alam lah penentunya
"mikirin apa kak. ..." sapa alika seraya ikut mendudukkan bokongnya disisi Teguh yang kini sedang duduk di sofa ruang tamu
"wi.... maukah ikut aku mengunjungi Rosa?" tanya teguh hati-hati "aku hanya ingin memastikan dia baik-baik saja.... Tidak lebih,tolong jangan salah paham"
Alika tersenyum tipis "Rosa baik-baik saja dia bersama Mala dan kawan-kawan yang lain,aku baru saja menghubungi nya"
"syukurlah...!!!!" jawab Teguh singkat
Diraihnya telapak tangan kanan sang suami lalu diarahkannya ke perutnya"sudah cukup ya bersedih nya sekarang jangan lakukan kegagalan lagi,ok" tutur alika seraya tersenyum manis kepada suaminya
"maaf....aku minta maaf" ucap Teguh disertai air mata yang ikut luruh. lelaki gagah itu pun bersimpuh di depan istrinya seraya memeluk perut istrinya,
❤️❤️❤️❤️❤️
"yang ini lucu kak...." ucap Alika dengan membawa 3 potong pakaian bayi ditangannya,
"terserah kamu Wi...."
"ih .... terserah terserah mulu, kakak gk suka ya nemenin aku belanja baju bayi " bibir itu kini memberengut dengan mata yang menatap tak suka ke arah suaminya itu
__ADS_1
"cintaku.... Calon ibu dari anak anak ku.... Bukan tak suka tapi apa kamu tak ingat bahkan dirumah sudah satu lemari penuh pakaian bayi kita.... dia belum lahir Wi.... apakah semua baju yang dirumah itu nantinya gk akan mubasir.... jangan berlebihan Wi....!!!!" tegur Teguh,
"maaf aku terlalu antusias sampai lupa batas"
tiba tiba ada tangan kecil yang menarik tangan Alika
" tante.... " sapa bocah lelaki kecil itu
Kini pandangan Alika dan Teguh tertuju pada bocah lelaki itu hingga bibir itu berucap
"Albi....kamu ....
"Tante apa kabar,tante mau punya dedek kayak dulu albi mau punya dedek Thalia ya...." ucap Albi polos
Alika masih terpaku ditempatnya menatap Albi yang kini mengingatkan nya akan masa lalunya dulu....
"dia anak mbak Dila, anak tiri mas Galang...." jawab Alika datar,
Teguh yang melihat perubahan sikap istrinya itu segera merangkulnya dengan sebelah tangan,ia tau kalau istrinya itu kini sedang tak baik baik saja
"Tante kok diam saja sih, tante udah lupa ya sama aku ...aku albi tante anaknya bunda Dila " oceh bocah itu lagi
"oh...nama kamu albi ya, maafin tante Tiwi ya....mungkin tante lupa....ya kan Wi!!!" jawab Teguh
__ADS_1
"oh...oh iya maafin tante ya ,oh iya albi kesini sama siapa?" tanya Alika ramah
Albi pun celingukan lalu setelahnya ia menunjuk ke suatu arah "itu ....tante, bunda....bunda....!!!!" teriak albi
Beberapa saat setelahnya empat raga dewasa dan dua anak kecil pun duduk dibersama di satu meja
"apa kabar mbk Alika....." ucap Dila memecah keheningan
"baik....mbk Dila dan keluarga bagaimana kabarnya " Alika pun ikut menimpali pertanyaan Dila
"maaf mbak kabar keluarga besar kami kurang baik, papa Hendra sakit sakitan karena memikirkan Giany...." jawab Dila sendu
"maaf kami harus pergi,kami tak ingin lagi terlibat dalam urusan keluarga kalian " pungkas teguh lalu mengajak istrinya untuk berdiri
"tunggu.... tapi anda harus terlibat karena ini juga kesalahan anda" Galang yang sedari tadi terdiam pun kini ikut bersuara
Teguh dan Alika hanya tak mau menerka apapun,
"giany hamil dan itu karena kalian..."
"apa maksudmu mas.....!!!!" tanya Alika kini
"huh.... kalian ingat saat kalian meninggalkan giany dirumah kalian malam itu.... malam itu giany kacau dia meninggalkan rumah kalian dalam keadaan kacau, entah apa yang terjadi padanya dimalam naas itu....Gi....dia ....dia diperkosa oleh lelaki bejat disebuah rumah kosong tak jauh dari tempat tinggal kalian.... sekarang Gi hamil tanpa tau siapa ayah dari anaknya.... dan itu karena kalian, kalian tega membiarkan adikku sendirian di rumah kalian " ucap Galang penuh emosi
__ADS_1
Alika terduduk lemas mendengar ucapan Galang
"jangan pernah menyalahkan kami Galang, kalau adikmu tidak memaksa Tiwi untuk tinggal di rumah kami tidak mungkin kejadian itu menimpa adikmu.... dan kamu Galang harusnya kamu berterima kasih kepada istriku karena mau membujuk mamamu untuk membiarkan anak dan istrimu berkumpul lagi "