
tepat jam 7 malam galang pulang dengan membawa 3 kotak martabak telor.alika sangat menyukai makanan itu makanya saat di jalan dia mampir untuk membelinya.
sampai di rumah, Galang lalu meletakkan 3 kotak martabak telor itu di meja makan, setelahnya ia pun berjalan menuju tangga tapi langkahnya terhenti saat tak sengaja melihat kamar tamu terbuka dan nampaklah albi tengah bermain di atas ranjang.
merasa penasaran Galang pun berbalik lalu mengarahkan kakinya ke kamar itu.saat berada di muka kamar Galang terperanjat melihat dila sedang menata bajunya dilemari, Galang pun mendekati istri pertamanya itu
"apa yang kamu lakukan, mengapa bajumu kau tata disitu" Galang mendekat lalu ikut duduk disamping dila
Dila masih diam, dia tidak mau menjawab ataupun menoleh kearah suaminya itu.galang yang sudah tak sabar menunggu jawaban Dila pun meraih tangan dila yang masih berkutat dengan bajunya itu.
Dila yang menahan sedih sedari tadi pun akhirnya menoleh kearah suaminya itu lalu seketika menyandarkan kepalanya di dada bidang Galang sambil sesenggukan.galang yang sadar Albi tidak boleh melihat tangis bundanya pun mulai melontar kata
"heemm... Albi tadi ayah beli sesuatu dimeja makan, kamu kesana ya.... minta tolong mbak Tami ok!!"
"makanan ya yah!!!" Galang mengangguk
__ADS_1
melihat Albi keluar dengan segera Galang meraih pintu yang tak jauh dari tempatnya duduk lalu menutupnya.masih didekapnya tubuh istri pertamanya itu, lalu disapunya punggung wanitanya
"ada apa, kenapa kau menangis, lalu kamar ini kenapa harus pindah ke sini, disini terlalu sempit untukmu dan Albi..... tenanglah, jangan menangis lagi ingat kandungan mu" ucap Galang sambil terus menyapu punggung dila
"aku mau kembali ke rumah kita yang lama mas, aku tidak mau disini...." ucap dila sesenggukan masih bersandar di dada bidang suaminya
"hei....ada apa,ayo ceritakan" Galang melonggarkan pelukannya lalu meraih dagu istrinya itu dengan jemarinya lalu mengecup sekilas bibir dila
"istri sah mu meminta ku untuk tidur di kamar ini, dia berkata kalau ini rumahnya jadi dia berhak melakukan apapun bahkan cara bicaranya tidak seperti biasanya, dia lebih kasar"
"tolong maklumi Alika, dia tengah berduka mungkin suasana hatinya sedang tidak baik,aku meminta maaf atas namanya" Galang lalu mencium kening dila "jangan bersedih seperti ini aku tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungan mu" ucap Galang lagi
kamar kosong, tidak ada siapapun disana.
"dimana Alika,ah mungkin dia sudah dibawah.aku akan bersih-bersih badan dulu baru kebawah" gumam Galang
__ADS_1
selesai mandi Galang pun kebawah, tujuan pertamanya adalah ruang makan.sesampainya disana terlihat dila tengah menyuapi Albi martabak telor yang dia bawa tadi
"enak ya martabak nya" Galang menyapu kepala Albi dengan penuh kasih
"makanlah dil, ini masih banyak sisakan 1 kotak saja untukku dan alika... oh ya mana Alika aku tidak melihatnya di kamar" ucap Galang lagi sambil menyuapi Dila sepotong martabak telor
Dila menggangkat kedua bahunya tanda tidak mengerti, setelahnya ia pun mencari tami menanyakan keberadaan istri keduanya itu.tami hanya berkata kalau majikannya itu pergi sebelum Maghrib dan dia juga tidak tahu kemana perginya wanita cantik itu
hari semakin larut, berkali-kali Galang menghubungi ponsel Alika tersambung tapi tidak ada jawaban.hingga pukul 11 malam suara deru mesin mobil terdengar berhenti di depan rumahnya.galang pun dengan tergesa menuju ke arah pintu
dadanya bergemuruh, rahangnya mengeras dan tatapan matanya membulat sempurna menatap istri keduanya dengan santainya berjalan kearahnya
"sayang apa ini... kenapa rambutmu kau ubah!!!" tanya Galang setengah berteriak
----------
__ADS_1
* kutunggu selalu like and coment kalian 😚😚😚😚
* love you all 💖💖💖