
"aaaaakkkhh.... perutku sakit mas" rintih Alika
Galang yang berjalan kearah pintu itu tak menghiraukan panggilan kesakitan istrinya,ia terus berjalan. setelahnya ia mulai membalikkan tubuhnya hendak meraih gagang pintu tapi netranya seketika menangkap raut kesakitan dari alika ia masih bergeming ditempatnya ia berfikir mungkin istrinya itu hanya bersandiwara setelahnya ia mendengar Alika berteriak
"mas... tolong aku...darah... darah... mas!!!!
Galang menajamkan penglihatannya dan benar daster warna biru muda yang dikenakan Alika dirembesi darah segar, darah itu terus mengalir sampai ke kaki istri keduanya itu
"sayang....maaf" Galang lalu meraih tubuh Alika, menggendongnya dengan kedua tangannya. ia terus berjalan keluar
"Dil...dila ambilkan kunci mobil, cepat!!" dila yang masih berada di ruang tengah kaget dengan teriakan suaminya kemudian ia mencari apa dibutuhkan suaminya tadi.
setelah menemukannya dila segera memberikannya kepada Galang,ia lalu membantu suaminya itu membawa Alika ke rumah sakit.dila juga sempat menitipkan Albi kepada tami
__ADS_1
dengan kecepatan tinggi Galang melajukan mobilnya menuju rumah sakit.perjalanan yang biasanya ditempuh dalam waktu 30 menit itu sampai hanya dalam waktu tak kurang dari 15 menit.sesampainya disana Alika segera mendapatkan pertolongan beberapa perawat dan dokter
satu jam berlalu seorang dokter dan perawat keluar dari ruang tindakan
"dok bagaimana kondisi menantu saya?" tanya mama ratna khawatir,ia yang beberapa saat lalu dihubungi Galang mengabarkan Alika sedang dilarikan ke rumah sakit langsung menyusul kesana
"maaf bu kondisi janin yang dikandung pasien tidak bisa kami tolong,saya duga ada benturan yang lumayan keras di perut pasien"dokter wanita itu melirik ke arah Galang, lalu melanjutkan ucapannya ''terlebih kondisi rahim nyonya Alika yang sudah sering saya katakan berkali-kali kalau rahimnya sangat lemah, benturan seperti ini harusnya tidak terjadi.sekarang kami minta persetujuan dari pihak keluarga untuk melakukan tindakan medis selanjutnya" ucap dokter wanita yang bernama Dewi itu
Galang memundurkan langkahnya hingga terbentur dinding.ia kacau.... penyesalan pun percuma
"mas tenang... tenang kan dirimu, jangan seperti ini" dila terus menepuk pundak suaminya itu,
sedangkan mama ratna terduduk lemas dikursi tunggu,cucu yang coba ia tunggu kehadirannya ternyata tak bisa dipeluknya.ia mulai menangis tak tau harus menyalahkan siapa.menantunya atau putranya yang tidak bisa menjaga calon cucunya
__ADS_1
papa hendra yang baru saja datang bersama giany tertegun melihat mama ratna dan Galang yang sama-sama tengah bersedih.papa hendra pun akhirnya mendekati mama ratna
"ada apa ma? kenapa mama bersedih seperti itu?" tanya papa hendra
"Alika keguguran Pa...cucu kita... cucu kita Pa!!!
"sudah ma tenang dulu.... mungkin Tuhan lebih sayang dengan cucu kita, mama tau sendiri kan betapa susahnya Alika saat mengandung" dipeluknya tubuh istrinya yang sudah melahirkan dua anak untuknya itu.
malam semakin larut,tau istri pertama Galang juga tengah mengandung, papa hendra meminta Galang mengantarkan istrinya itu untuk pulang.
Galang menolak ia berkeras akan menunggu Alika sampai sadar tapi papa hendra juga berkeras dengan keputusannya, akhirnya Galang mengalah ia pun mengantarkan dila kembali ke rumah mereka
#######
__ADS_1
## slalu kutunggu like nya ya 💗💖💖
# masih banyak kekurangan dalam penulisannya, maaf ya harap maklum masih pemula