Young Mother

Young Mother
Kesembuhan Al


__ADS_3

Kini Devano dan Al sudah kembali ke posisi dimana mereka akan latihan menembak lagi.


"Ambil nafas Al, buang," ucap Devano yang langsung dituruti Al.


"Siap?" tanyanya. Al pun mengangguk dan seperti tadi, Devano sedikit membuka penutup telinga Al.


Dan Devano kini mulai menekan jari telunjuk Al yang berada di pelatuk pistol. Ia melirik sekilas wajah Al yang masih terlihat tegang.


"Jangan tegang boy. Al pasti bisa lawan rasa takut Al," bisik Devano dan setelah itu suara tembakan kembali terdengar. Dan lagi-lagi tubuh Al bereaksi seperti sebelumnya.


"Ambil nafas Al dan buang," ujar Devano. Al mengangguk dan kini ia melakukan hal yang di perintahkan oleh Devano.


"Kalau Al takut, Al lakuin apa yang Papa tadi bilang. Ambil nafas dan buang. Oke boy?" Al menatap Devano kemudian mengangguk.


"Kita coba lagi," tutur Devano lalu ia kembali berancang-ancang menarik pelatuk pistol yang berada di tangan Al dan kembali terdengar suara tembakan.


Saat keduanya tengah fokus dengan latihan menembak, Ciara yang duduk di tempat tunggu pun terlihat sangat cemas.


"Kamu tadi nyuruh Devano biar gak khawatir dan sebagainya tapi kenapa sekarang kamu yang ngelakuin hal itu?" tutur Olive.


"Ish Al itu punya ikatan batin sama Devano itu sangat kuat kalau sama aku cuma dikit. Jadi kegugupan dan kekhawatiran aku tuh gak akan ngaruh ke Al. Tapi kalau Devano pasti akan ngaruh," ucap Ciara.


"Heleh, sama aja kali. Mana ada ikatan batin diantara ibu dan anak jauh di bawah ikatan batin diantara ayah dan anaknya. Teori dari mana yang mengatakan hal itu, Cia?" timpal Rahel.


"Ck, ya pokoknya apa yang aku bilang tadi emang kebenarannya," tutur Ciara yang tak mau kalah. Kee, orang tadi hanya bisa menghela nafas.


"Iyain aja lah biar cepat," ujar mereka berempat kompak.


1 jam sudah Al dan Devano berlatih menembak, dan selama itu pula orang-orang disana melihat perkembangan Al yang terlihat jauh dari sebelumnya. Anak itu kini sudah berani menembak sendiri walaupun masih di pantau oleh Devano tapi hal itu mampu membuat semua orang bisa bernafas lega.


"Istirahat dulu yuk Al," ajak Devano yang membuat Al menoleh kebelakang.


"Papa saja sana yang istirahat, Al masih mau latihan menembak," ujar Al yang membuat Devano mengerutkan keningnya.


"Emang Al bisa menembak sendiri?"

__ADS_1


"Bukannya Al dari tadi memang menembak sendiri dan Papa cuma jagain Al dibelakang?" Devano menggaruk tengkuknya. Karena apa yang dikatakan oleh Al itu memang benar adanya.


"Tapi boy. Apa kamu gak haus? udah 1 jam lebih lho kamu belum minum atau makan," ujar Devano yang masih berusaha membujuk Al untuk istirahat.


"Al belum haus dan lapar, Papa. Papa aja sana yang istirahat. Al mau menembak lagi dan Papa jangan ganggu Al," ujar Al dan kembali ke posisi dirinya menembak.


Devano yang sudah lelah pun langsung berdiri dari tempat duduknya dan mengkode Vino untuk menggantikan menjaga Al. Vino yang memang berkeinginan melatih Al pun dengan senang hati ia menggantikan posisi Devano.


Sedangkan Devano ia memilih untuk mendekati Ciara dan para sahabat perempuannya.


Saat ia sudah duduk disamping sang istri, Ciara langsung menyodorkan air minum ke dirinya.


"Gimana perkembangan Al? apa anak itu udah gak takut lagi? atau malah semakin takut?" tanya Ciara bertubi-tubi.


"Aku rasa Al sudah tidak takut lagi. Dan apa kamu gak lihat kalau sedari tadi yang menembak itu Al sendiri, aku hanya bantu dia diawal-awal saja. Anak itu benar-benar cepat sekali menghilangkan rasa traumanya," ujar Devano sembari menatap lurus kearah Al.


Ciara yang mendengar hal itu pun langsung menghela nafas lega.


"Syukurlah kalau begitu. Dan kalau Al dengan cepat menghilangkan trumanya, ya bagus dong, gimana sih si bapak kayak gak ikhlas gitu anaknya sembuh," protes Ciara.


Ciara yang mendengar penjelasan dari Devano pun tampak menganggukkan kepalanya karena apa yang dikatakan oleh Devano ada benarnya juga.


"Mungkin trauma Al masih di tahap ringan. Jadi pengobatannya cuma sebentar. Ah entahlah yang penting Al sudah sembuh saja aku sudah tenang dan bahagia," ujar Ciara.


Devano menoleh kearah Ciara dan tanpa lihat situasi dirinya langsung memeluk tubuh istrinya itu dan mencium Ciara berulang kali, bukan hanya di pipi atau kening melainkan di bibir Ciara pun ia lakukan. Tak tau saja dia kalau adegan romantisnya itu di tonton oleh empat perempuan disana.


"Duh si bapak anak dua, gak tau sikon banget sih," tutur Kiara yang langsung membuat Devano melirik kearah adik iparnya itu.


"Iri? bilang bos. Makanya cari pacar lagi sono. Cantik-cantik kok jomblo, dan jomblonya karena di tinggal selingkuh lagi. Duh RIP your heart." ucap Devano yang membuat Ciara terkekeh.


Sedangkan Kiara kini ia mengerucutkan bibirnya, Kakak iparnya itu kenapa sangat menyebalkan sekali baginya.


"Punya Kakak ipar gini banget sih. Bukannya bantu cariin pengganti eh malah ngejek terus," gerutu Kiara yang masih bisa di dengar oleh semua orang disana.


"Kamu mau aku bantu cari pengganti?" Kiara yang tadinya menundukkan kepalanya kini menatap Kakak iparnya itu dengan tatapan berbinar.

__ADS_1


"Noh tinggal pilih aja. Mau Rafa, Vino, atau Kevin. Kalau kamu mau Zidan, izin dulu sana sama pawangnya. Mau gak kalau dia dimadu sama kamu," ujar Devano yang langsung mendapat tatapan tajam oleh Rahel.


"Hih gemes deh sama suami kamu ini, Ci. Pengen banget aku robek mulutnya biar gak ngomong sembarangan. Gak ada di dalam kamus aku tentang Zidan menikah lagi dengan perempuan lain. Kalau sampai dia melakukan itu siap-siap aja aku sembelih dia," ucap Rahel yang membuat semua orang bergidik ngeteri mendengar ancamannya itu.


"Mending jangan sama Zidan deh Ki, pawangnya galak. Mending sama ketiga jomblo sejati itu. Pilih aja aku ikhlas," tutur Devano.


"Gak ada yang lain gitu bang? Bosen tau kalau sama mereka. Kalau kumpul lihat wajah mereka ya kali di rumah nanti juga lihat wajah yang sama kalau kita udah nikah," ucap Kiara.


"Kata siapa bosen? malah justru semakin buat kita lengket satu sama lain tau," bukan Devano yang membalas ucapan dari Kiara tadi melainkan Rahel lah yang menjawab.


Dan saat Kiara ingin menimpali ucapan dari Rahel, bibirnya kembali terkatup saat suara Al lebih dulu masuk kedalam telinga mereka.


"Mama, Al haus, mau minum," ucap Al sembari berlari mendekati mereka semua. Ciara tersenyum kemudian menyodorkan sebotol air minum kearah Al yang langsung diterima oleh anak laki-lakinya itu.


"Terimakasih," ucap Al sebelum menengguk air tersebut.


"Habis ini pulang yuk Al," ajak Devano.


"Gak mau, Al masih mau disini," tolak Al.


"Tapi kasihan baby Kiya kalau kelamaan kita tinggal." Al tampak terdiam untuk beberapa saat sebelum ia angkat suara kembali.


"Ya sudah Mama sama Papa aja yang pulang. Al nanti bisa diantar Uncle Vino buat pulang. Iya kan Uncle?" Al melirik kearah Vino berharap laki-laki itu mengiyakan ucapannya tadi.


Vino yang mendapat pelototan tajam dari Devano dan tatap memohon dari Al pun kini ia hanya bisa menggaruk kepalanya yang tak gatal. Ia bingung harus memihak ke kubu yang mana. Jika ia memilih pihak Devano pasti Al akan marah dengannya dan jika dia memilih pihak Al, Devano akan menghajarnya. Arkhhhh sudahlah Vino akan memilih Devano saja. Perkara Al nanti gampang yang penting ia tidak mendapat bogeman dari Devano nanti.


"Hmmm Al, sebaiknya latihan Al untuk menembak hari ini sampai disini dulu dan kita akan pulang, Uncle juga ada urusan sama teman Uncle. Jadi gak bisa nemenin Al disini kalau Mama sama Papa pulang lebih dulu. Jadi lebih baik kita semua pulang dan Uncle janji deh akan bawa Al kesini lagi minggu depan." Al tampak mengerucutkan bibirnya tapi perlahan jari kelingkingnya ia gerakan kearah Vino.


"Janji?" Vino tersenyum kemudian ia melingkarkan jari kelingkingnya ke kelingking Al.


"Uncle janji," ujarnya.


"Ya sudah, ayo kita pulang. Al juga sudah kangen sama baby Kiya," tutur Al dengan ekspresi wajah yang kembali ceria. Setelah itu ia berjalan lebih dulu kearah pintu keluar.


"Lah tadi aja gak mau pulang, sekarang dia main nyelonong gitu aja. Duh anak kita emang beda," ujar Devano sembari beranjak dari duduknya dan ia langsung menyusul Al bersama Ciara yang berada di sampingnya. Sedangkan yang lainnya menyusul dibelakang pasutri tersebut.

__ADS_1


__ADS_2